NDC 3.0 Jadi Penentu Pasar Karbon, Indonesia Bidik Peluang di COP30

Avatar photo

Selasa, 2 September 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - NDC 3.0 jadi penentu pasar karbon Indonesia, dorong target ambisius penurunan emisi dan peluang besar di COP30 Brasil. (AI Generated/Metrosiar)

Foto Ilustrasi - NDC 3.0 jadi penentu pasar karbon Indonesia, dorong target ambisius penurunan emisi dan peluang besar di COP30 Brasil. (AI Generated/Metrosiar)

Metrosiar – Target penurunan emisi gas rumah kaca dalam Nationally Determined Contributions (NDC) 3.0 diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar karbon Indonesia.

Semakin ambisius target yang ditetapkan, semakin besar pula peluang peningkatan transaksi kredit karbon di dalam negeri maupun global.

Nilai Transaksi Stagnan, Volume Perdagangan Rekor

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai perdagangan karbon sejak 1 Januari–22 Agustus 2025 mencapai Rp27,74 miliar.

Angka ini naik dari Rp19,72 miliar sepanjang 2024, namun masih lebih rendah dibanding periode tiga bulan pertama sejak peluncuran Bursa Karbon Indonesia pada akhir 2023 yang menembus Rp30,90 miliar.

Meski nilai transaksi terbatas, volume perdagangan justru tumbuh pesat. Sepanjang delapan bulan 2025, terjual 696.763 ton setara karbon dioksida (CO2e), meningkat 483% dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini juga melampaui total sepanjang 2024 sebesar 413.764 ton CO2e.

Baca juga:  Demo Bagian dari Akumulasi Kekecewaan atas Kebijakan-kebijakan Pemerintah

Tantangan Harga Kredit Karbon

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI, Ignatius Denny Wicaksono, menjelaskan rendahnya nilai transaksi dipengaruhi harga kredit karbon.

Saat ini, mayoritas kredit berasal dari proyek efisiensi energi berbasis gas bumi, yang harganya lebih rendah dibanding proyek energi panas bumi Lahendong yang ditawarkan saat peluncuran IDX Carbon.

Menurut Denny, dominasi kredit karbon berbasis gas bumi menjadi tantangan karena dinilai kurang ramah lingkungan di pasar internasional.

Padahal, Indonesia memiliki potensi besar dari kredit karbon berbasis alam (nature-based), yang biasanya dihargai lebih tinggi.

“Pasar akan makin kuat jika target penurunan emisi nasional agresif. Semakin ambisius NDC 3.0, makin besar pula insentif dan disinsentif yang mendorong transaksi kredit karbon,” tegas Denny.

Indonesia Tawarkan Potensi di COP30 Brasil

Foto Ilustrasi – NDC 3.0 jadi penentu pasar karbon Indonesia, dorong target ambisius penurunan emisi dan peluang besar di COP30 Brasil. (AI Generated/Metrosiar)

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memastikan pemerintah telah merampungkan dokumen NDC 3.0 untuk target penurunan emisi hingga 2035.

Baca juga:  Saham TOBA Naik 212%, Transformasi Bisnis ke Waste-to-Energy dan Energi Hijau

Dokumen ini sudah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto sebelum diajukan ke UNFCCC.

Mengacu hasil COP28 di Dubai, target global mencakup penurunan emisi 43% pada 2030, 60% pada 2035, hingga net zero emission 2050.

Indonesia menyiapkan strategi lewat perdagangan karbon, baik melalui pasar sukarela maupun pasar berbasis kepatuhan.

“Tema yang kita usung adalah high integrity carbon. Indonesia siap menghadirkan mekanisme kepatuhan sesuai Paris Agreement di pasar karbon global,” kata Hanif dalam Pekan Iklim Bali.

Hanif juga mengajak pemerintah daerah memanfaatkan kesempatan di COP30 yang berlangsung di Belem, Brasil.

“Mari kita promosikan potensi karbon setiap daerah agar bisa berkontribusi di pasar global,” ujarnya.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?
Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Berita ini 50 kali dibaca
Target ambisius NDC 3.0 diprediksi jadi katalis positif bagi pasar karbon Indonesia. Meski nilai transaksi stagnan, volume kredit karbon tumbuh mencetak rekor. Indonesia berkomitmen mengusung tema high integrity carbon di COP30 Brasil, membuka peluang besar dari perdagangan karbon sukarela maupun kepatuhan, termasuk potensi kredit karbon berbasis alam.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Selasa, 29 September 2026 - 13:19 WIB

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Berita Terbaru