Saham TOBA Naik 212%, Transformasi Bisnis ke Waste-to-Energy dan Energi Hijau

Avatar photo

Kamis, 18 September 2025 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) geser fokus dari batu bara ke energi terbarukan dan pengelolaan sampah, saham melesat 212% sejak April 2025. (Dok. TOBA)

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) geser fokus dari batu bara ke energi terbarukan dan pengelolaan sampah, saham melesat 212% sejak April 2025. (Dok. TOBA)

Metrosiar – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mulai mempertegas langkah transformasi bisnis dari batu bara menuju sektor pengelolaan sampah dan energi terbarukan sesuai dengan peta jalan TBS2030.

Perubahan strategi ini diperkirakan menjadi pilar utama kinerja perusahaan dalam beberapa tahun mendatang, meskipun tetap menghadapi tantangan dari sisi regulasi serta kebutuhan pendanaan.

Mengacu pada riset Samuel Sekuritas Indonesia, EBITDA TOBA diproyeksikan naik signifikan, dari US$71 juta pada 2024 menjadi US$231 juta pada 2030.

Jika saat ini kontribusi batu bara masih sekitar 88%, pada 2030 porsinya diperkirakan tinggal 1%.

Sebaliknya, pengelolaan sampah akan menyumbang 35% dan energi terbarukan 24%. Bahkan, mulai 2026 segmen sampah diprediksi mendongkrak pertumbuhan laba, dengan kontribusi mencapai 67% terhadap EBITDA.

Dalam jangka pendek, katalis utama diyakini berasal dari regulasi pemerintah.

Baca juga:  Volume Sampah 290 Ton per Hari, DPRD Minta Pemkab Jombang Bertindak Cepat

Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Waste-to-Energy (WTE) tengah ditunggu, yang diharapkan dapat menaikkan tarif listrik WTE dari US$0,13 menjadi USD0,19 per kWh, sekaligus mempercepat perizinan Independent Power Producer (IPP).

Dengan aturan tersebut, tingkat pengembalian internal (IRR) berpotensi meningkat ke level low teens, sementara periode balik modal dapat lebih cepat, sekitar 5–6 tahun.

Pasar WTE di Indonesia juga dinilai masih sangat menjanjikan. Di Jakarta, misalnya, volume sampah mencapai 7.000 ton per hari, cukup untuk mendukung pembangunan beberapa pembangkit dengan kapasitas 40 MW.

TOBA juga membuka peluang ekspansi bukan hanya melalui proyek organik, tetapi juga lewat aksi merger dan akuisisi (M&A) dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Dari sisi valuasi, saham TOBA masih dianggap menarik.

Saat ini, perusahaan diperdagangkan dengan EV/EBITDA 2026F di level 5,8 kali atau diskon 35% dibandingkan rata-rata sektor.

Baca juga:  Promo JSM Indomaret 7-9 Maret 2025 Banyak Diskon

Sementara itu, price-to-earnings ratio (PER) berada di kisaran 11,6 kali, setara diskon 48% dari emiten sejenis.

Sejak April 2025, saham TOBA telah menguat 212%.

Aset pengelolaan sampah milik TOBA dihargai 62,9% lebih rendah dibandingkan kompetitor, sementara aset energi terbarukan diperdagangkan di level EV/EBITDA 9,6 kali, atau 45% di bawah rata-rata perusahaan sejenis.

Adapun target harga saham TOBA yang ditetapkan Samuel Sekuritas Indonesia berada di Rp2.100 per saham.

Meski demikian, tim riset Samuel Sekuritas menyoroti sejumlah risiko.

Keterlambatan penerbitan regulasi seperti Perpres WTE dapat mengganggu proyeksi.

Selain itu, biaya pembangunan proyek berpotensi membengkak lebih besar dari perkiraan, sehingga kebutuhan pendanaan eksternal bisa meningkat.

Risiko eksekusi proyek juga disebut sebagai salah satu faktor yang perlu dicermati.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Berita ini 28 kali dibaca
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperkuat strategi transisi bisnis dari batu bara menuju energi terbarukan dan pengelolaan sampah sesuai peta jalan TBS2030. Kontribusi batu bara diprediksi tinggal 1% pada 2030, sementara segmen sampah dan energi hijau melonjak signifikan. Saham TOBA sudah naik 212% sejak April 2025 dengan valuasi masih menarik.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB