Energi Terbarukan Mengancam, Presiden Ghana Minta Perusahaan Migas Bertindak Cepat

Avatar photo

Rabu, 14 Mei 2025 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Ghana, John Mahama, menyampaikan pandangannya dalam perhelatan Africa CEO Summit yang berlangsung di Abidjan pada Selasa (13/5/2025). (instagram.com/officialjdmahama)

Presiden Ghana, John Mahama, menyampaikan pandangannya dalam perhelatan Africa CEO Summit yang berlangsung di Abidjan pada Selasa (13/5/2025). (instagram.com/officialjdmahama)

Metrosiar – Presiden Ghana, John Mahama, menyerukan kepada perusahaan-perusahaan minyak global untuk segera mempercepat produksi di negaranya.

Dalam pidatonya di Forum CEO Afrika pada Selasa (13/5/25), Mahama mengatakan Ghana bisa kehilangan potensi ekonominya jika eksplorasi minyak tidak segera dipercepat, terutama di tengah tren global menuju energi terbarukan.

“Minyak sedang dalam masa transisi. Semua pihak yang memiliki aset minyak seharusnya mengebor seolah-olah tidak ada hari esok,” ujar Mahama lantang di hadapan para pemimpin bisnis dan kepala eksekutif, dikutip Metrosiar dari Kompas.com.

Presiden Mahama, yang baru menjabat sejak Januari 2025, mengutarakan kekhawatirannya.

Menurutnya dalam satu hingga dua dekade mendatang, dunia akan bergeser sepenuhnya ke energi bersih.

Bila hal itu terjadi, sumber daya minyak Ghana dikhawatirkan akan terkubur tanpa pernah dieksploitasi secara maksimal.

Baca juga:  Enam Sekolah di Jakarta Barat Direhabilitasi dengan Konsep Net Zero Carbon untuk Hemat Energi dan Wujudkan Target Nol Emisi Karbon 2050

Menurut Mahama, penurunan investasi di sektor minyak Ghana merupakan dampak dari kebijakan dan regulasi pemerintahan sebelumnya yang dinilai tidak mendukung pertumbuhan industri.

“ENI bahkan sempat diperlakukan tidak pantas sampai mereka memindahkan semua manajemen ekspatriatnya ke Pantai Gading,” ungkap Mahama, merujuk pada raksasa energi asal Italia.

Namun ia menambahkan bahwa kini ENI telah kembali dan melanjutkan kegiatan pengeboran di Ghana.

Selain ENI, perusahaan minyak global lain yang beroperasi di Ghana termasuk Tullow Oil dari Inggris dan Kosmos Energy dari Amerika Serikat.

Ghana sendiri memiliki sejumlah ladang minyak utama seperti Jubilee, TEN, dan Sankofa, yang tersebar di wilayah lepas pantai dan melibatkan berbagai mitra internasional.

Data dari Public Interest and Accountability Committee (PIAC) menunjukkan penurunan signifikan dalam produksi minyak mentah Ghana, dari 71,44 juta barel pada tahun 2019 menjadi 48,25 juta barel pada 2023.

Baca juga:  Saham TOBA Naik 212%, Transformasi Bisnis ke Waste-to-Energy dan Energi Hijau

Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya investasi dalam proyek pengeboran baru.

Meski mendorong peningkatan produksi minyak, Mahama menekankan Ghana tidak akan mengabaikan komitmennya terhadap energi ramah lingkungan.

“Kami tetap memegang teguh komitmen terhadap energi bersih, tetapi selama permintaan terhadap minyak masih ada, kita harus memanfaatkannya,” ucap Mahama.

Berdasarkan Undang-Undang Energi Terbarukan Ghana, pemerintah menetapkan target setidaknya 10 persen dari bauran energi nasional berasal dari sumber energi terbarukan.

Mahama menekankan bahwa pendekatan ganda, memaksimalkan sumber daya minyak yang tersisa sambil tetap berinvestasi dalam energi bersih adalah strategi yang realistis untuk menghadapi transisi energi global.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Berita ini 20 kali dibaca
Presiden Ghana, John Mahama, menyerukan percepatan produksi minyak dalam pidatonya di Africa CEO Summit di Abidjan, Selasa (13/5/2025). Ia memperingatkan bahwa Ghana bisa kehilangan potensi ekonominya karena peralihan global ke energi terbarukan. Mahama menyoroti penurunan investasi akibat kebijakan pemerintahan sebelumnya serta mendorong perusahaan seperti ENI dan Tullow Oil untuk bertindak cepat. Meski demikian, Ghana tetap berkomitmen pada transisi energi bersih.

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB