Metrosiar, Jakarta – Di balik pertumbuhan PT Pillars Cosmetiklon Indonesia selama lebih dari 11 tahun, terdapat satu nilai yang terus dijaga, yakni kepercayaan. Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Pillars Cosmetiklon Indonesia, Suhaidiar Sulaiman, saat mengikuti Indo Beauty Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8).
Menurut Suhaidiar, keberhasilan perusahaan bukan semata-mata karena teknologi maupun fasilitas produksi, melainkan karena komitmen menjaga kualitas, integritas, dan hubungan jangka panjang dengan para pelanggan.
“Yang paling kami jaga bukan hanya kualitas produk, tetapi kepercayaan pelanggan. Banyak customer datang karena ingin memperoleh mitra produksi yang benar-benar menjaga standar mutu dan kepatuhan terhadap regulasi,” ujarnya.
Latar belakang Suhaidiar sebagai seorang apoteker menjadi salah satu kekuatan perusahaan dalam memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar keamanan kosmetik. Seluruh tahapan manufaktur dijalankan sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar setiap produk memiliki kualitas dan keamanan yang terjamin.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan merupakan aset yang tidak dapat dibeli. Bahkan, perjalanan bisnis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia dibangun melalui dukungan para mitra yang percaya terhadap kualitas perusahaan.
“Kepercayaan tidak bisa dibeli. Selama ini perusahaan berkembang karena pelanggan percaya kepada kami. Bahkan perjalanan bisnis kami dibangun dari kepercayaan para mitra tanpa bergantung pada pinjaman perbankan. Karena itu, kami selalu menjaga integritas dalam setiap proses produksi,” kata Suhaidiar.
Selain mengembangkan kualitas sumber daya manusia, perusahaan juga terus berinvestasi pada teknologi manufaktur modern untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk.
Suhaidiar mengungkapkan bahwa sejumlah mesin produksi yang digunakan PT Pillars Cosmetiklon Indonesia bahkan belum banyak dimiliki perusahaan sejenis. Hal tersebut menjadi salah satu keunggulan kompetitif perusahaan dalam menghadapi persaingan industri kosmetik nasional yang semakin dinamis.
Ia juga berharap Indo Beauty Expo tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi berkembang sebagai pusat edukasi industri kosmetik dengan melibatkan lebih banyak instansi strategis, seperti BPOM, Kementerian Perindustrian, Dinas Kesehatan, serta asosiasi industri kosmetik.
Menurutnya, kehadiran lembaga-lembaga tersebut akan memudahkan calon pemilik merek memperoleh informasi mengenai regulasi, perizinan, sertifikasi halal, hingga standar keamanan produk secara langsung.
“Kehadiran BPOM atau instansi terkait di area pameran akan memberikan nilai tambah bagi peserta. Calon pemilik brand dapat memperoleh informasi mengenai regulasi, perizinan, hingga standar keamanan produk. Hal ini akan memperkuat ekosistem industri kosmetik Indonesia,” tuturnya.
Ia juga mendorong agar promosi Indo Beauty Expo semakin diperluas melalui media digital, media sosial, serta kolaborasi dengan pemerintah sehingga jumlah peserta dan pengunjung terus meningkat setiap tahun.
Suhaidiar optimistis sinergi antara pemerintah, asosiasi, penyelenggara pameran, dan pelaku industri akan mempercepat pertumbuhan sektor kosmetik nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk kecantikan Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, dukungan teknologi modern, tenaga profesional, serta komitmen menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi lahirnya brand-brand kosmetik Indonesia yang siap menembus pasar global.









