Bajawa.Metrosiar- Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan di Kabupaten Ngada.
Bupati Ngada secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tingkat Midi KSP Kopdit Obor Mas Kantor Cabang Utama Ngada yang berlangsung di PLUT Kabupaten Ngada, Sabtu (23/5/2026).
RAT yang dihadiri pengurus, pengawas, manajemen, serta ratusan anggota koperasi itu tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban tahunan, tetapi juga ruang strategis untuk menyusun langkah besar demi masa depan koperasi yang lebih kuat, modern, dan berdaya saing.
Ketua Pengurus Harian KSP Kopdit Obor Mas, Andreas M. Mbete, menegaskan bahwa RAT merupakan wadah tertinggi dalam koperasi yang memberi ruang kepada seluruh anggota untuk menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi.
“RAT adalah forum untuk saling mendengar dan didengar. Pengurus, manajemen, dan anggota duduk bersama mengevaluasi perjalanan koperasi serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Andreas menjelaskan, hingga saat ini KSP Kopdit Obor Mas telah berkembang pesat dengan 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh Nusa Tenggara Timur dan melayani 165.412 anggota. Khusus di wilayah pelayanan Cabang Utama Ngada, jumlah anggota tercatat mencapai 8.727 orang.
Tak hanya berkembang dari sisi keanggotaan, Obor Mas juga mendapat kepercayaan besar dari pemerintah. Koperasi ini menjadi satu-satunya koperasi di NTT yang dipercaya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) berdasarkan keputusan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada, Raymundus Bena memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Obor Mas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah. Bahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan koperasi, Bupati menyatakan kesiapannya untuk bergabung menjadi anggota KSP Kopdit Obor Mas.

Bupati yang akrab disapa Ray Bena ini menyatakan, kekuatan koperasi bukan semata-mata terletak pada besarnya modal atau jumlah anggota, melainkan pada soliditas hubungan antara anggota, pengurus, dan pengawas yang dibangun di atas rasa saling percaya.
“Anggota adalah pemilik sesungguhnya koperasi. Pengurus dan manajemen hanya menjalankan amanah yang diberikan. Karena itu, kekuatan terbesar koperasi ada pada kebersamaan dan persatuan seluruh anggotanya,” tegas Politisi Gerindra ini.
Ray Bena menilai, keberhasilan Obor Mas bertahan dan berkembang di Ngada selama hampir satu dekade merupakan bukti nyata bahwa semangat persaudaraan dan kerja sama mampu menjadi fondasi kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Pemilik modal, pengurus, dan pengawas akan tetap kuat jika bersatu. Kalau tidak ada persatuan, koperasi akan sulit bertahan. Obor Mas bisa berkembang karena mampu menjaga kebersamaan itu,” katanya.

Lebih jauh, Ketua DPC Partai Gerindra Ngada ini mengingatkan, bahwa perkembangan teknologi dan era digital menuntut koperasi untuk terus berbenah dan beradaptasi.
Pemanfaatan teknologi informasi harus menjadi bagian dari strategi pengembangan agar koperasi semakin profesional, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan anggota.
Ray Bena juga mengajak seluruh jajaran koperasi untuk tidak cepat puas dengan capaian yang telah diraih. Menurutnya, koperasi harus memiliki visi besar dan keberanian untuk terus tumbuh.
“Obor Mas jangan hanya besar, tetapi harus terus bertumbuh. Koperasi harus punya mimpi besar, arah yang jelas, dan terus berinovasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Ray Bena menyampaikan terima kasih kepada KSP Kopdit Obor Mas yang telah membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda Ngada serta berperan aktif menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Dia memastikan Pemerintah Kabupaten Ngada akan terus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
RAT Mini Obor Mas tahun 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan anggota, mempererat solidaritas, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membawa koperasi semakin maju sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat Ngada.*









