Metrosiar – Konglomerat asal Amerika Serikat (AS), Ray Dalio, berbagi pandangannya mengenai tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan BPI Danantara. Ia mengapresiasi potensi besar Indonesia, namun juga menyoroti hambatan yang perlu segera diatasi.
Ray Dalio diundang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan masukan terkait Danantara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/3). Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah konglomerat dari Tanah Air.
“Saya memiliki pengalaman sebagai investor Lobo Makro selama 50 tahun, dengan melibatkan berbagai negara di seluruh dunia, termasuk kepentingan institusi keuangan dan Sovereign Wealth Fund. Sekarang, pada usia 75 tahun, saya tidak lagi bekerja untuk orang lain, melainkan untuk menginspirasi orang,” ujar Ray Dalio.
Menurutnya, Indonesia berada pada titik krusial menuju lompatan besar. Salah satu keunggulan Indonesia adalah tingkat utang yang relatif rendah, yang memberikan ruang bagi investasi lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Indonesia berada pada titik lepas landas yang memiliki potensi luar biasa untuk perubahan masa depan yang signifikan,” tambah Dalio.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada beberapa tantangan yang harus segera diselesaikan agar Danantara dapat berjalan optimal. Tantangan tersebut mencakup birokrasi, kemudahan berbisnis, kewirausahaan, pembentukan modal, hingga masalah korupsi.
“Tantangan ini perlu diatasi untuk memastikan langkah-langkah tersebut dapat diterapkan secara efektif,” ujar Ray Dalio.(*)










