Bayi Meninggal Diduga Akibat Kelebihan Oksigen Saat Perawatan di Rumah Sakit Jakarta Pusat

Kamis, 23 Januari 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayi Meninggal Diduga Akibat Kelebihan Oksigen Saat Perawatan di Rumah Sakit Jakarta Pusat. (Foto: Ilustrasi)

Bayi Meninggal Diduga Akibat Kelebihan Oksigen Saat Perawatan di Rumah Sakit Jakarta Pusat. (Foto: Ilustrasi)

 

Metrosiar – Seorang bayi laki-laki berusia 1 tahun 7 bulan, berinisial C, meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat.

Kematian tersebut diduga disebabkan oleh pemberian oksigen yang terlalu tinggi saat menjalani perawatan medis. Ibu korban, S (31), menceritakan kronologi insiden yang berujung tragis tersebut.

Kronologi Kejadian: Bayi Dirawat Setelah Kejang dan Demam

Pada Jumat malam, 22 November 2024, C mengalami demam disertai kejang sebanyak dua kali, yang membuat S membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut. Di IGD, bayi C dipasang infus selama 2 hingga 3 jam, dan kondisi kesehatan C sempat membaik setelah diberikan obat antikejang.

Baca juga:  Mengatasi Gigi Kuning Akibat Kopi: Pilihan Pasta Gigi Khusus untuk Pencinta Kafein

“Setelah itu, anak saya diberi obat antikejang juga. Dan selama prosesnya, kondisi anak saya membaik,” ujar S  pada 22 Januari 2025.

Meskipun sempat muntah, kondisi C mulai membaik, suhu tubuhnya normal, dan intensitas muntah serta diare berkurang.

Dokter Sarankan Pemasangan Oksigen, Meski Ibu Sempat Menolak

Namun, pada saat pemeriksaan lebih lanjut, dokter melihat C mengalami sesak napas dan menyarankan agar oksigen dipasang. S awalnya menolak karena mengira anaknya hanya rewel akibat demam.

“Saya bilang tidak usah. Karena anak saya ini demam kan anak-anak rewel. Wajar ya kalau rewel, jadi suaranya mungkin agak beda,” ungkap S.

Baca juga:  Banjir Berpotensi Tinggi: Waspadai Dampak Kesehatan Masyarakat

Namun, ia akhirnya mengalah dan mengikuti arahan dokter, yang mengatakan bahwa oksigen perlu dipasang karena kondisi bayi yang sesak.

Pemasangan Oksigen dan Rontgen, Kondisi Membaik Sebelumnya

Pada Sabtu sore, 23 November 2024, sekitar pukul 15.00 WIB, oksigen dipasang pada C dan dilakukan pemeriksaan rontgen. Setelah diberikan oksigen, S mengaku anaknya tampak tidak nyaman. Namun, dokter menegaskan bahwa oksigen baru akan dilepas setelah hasil rontgen keluar.

Keputusan untuk terus menggunakan oksigen didasari pada keyakinan S pada tim medis.
Namun, meskipun perawatan telah dilakukan, bayi C akhirnya meninggal dunia, yang diduga terkait dengan pemberian kadar oksigen yang berlebihan.(*)

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai
BPJS Naik, Cak Imin Dukung dan Rakyat Jadi Tumbal
Cisadane Diracuni! Aktivis “Geruduk” KLH, Desak Tangkap dan Pidanakan Pelaku Kejahatan Lingkungan
Darurat Lingkungan! Kebakaran Gudang Kimia Taman Tekno Diduga Sebabkan Pencemaran Cisadane
RSUD Pakuhaji Rayakan Hari Ulang Tahun ke-8 dengan Aksi Sosial dan Cek Kesehatan Gratis
Tak Perlu Datang ke Kantor, Dukcapil Tangerang Datangi Rumah dan RS untuk Rekam KTP-el

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Senin, 9 Maret 2026 - 17:52 WIB

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

BPJS Naik, Cak Imin Dukung dan Rakyat Jadi Tumbal

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:40 WIB

Cisadane Diracuni! Aktivis “Geruduk” KLH, Desak Tangkap dan Pidanakan Pelaku Kejahatan Lingkungan

Berita Terbaru