Vape Dianggap Aman? Ini Fakta Mengejutkan dari Seminar Anti-Vape di Pesantren

Avatar photo

Jumat, 17 April 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Metrosiar — Upaya pencegahan penyalahgunaan rokok elektrik (vape) di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui kegiatan edukatif. Seminar bertajuk “Vape dalam Bahaya” dengan tema “Sosialisasi Bahaya Penggunaan Vape untuk Pesantren” digelar di Kantor Nahdlatul Ulama Provinsi DKI Jakarta, Jalan TB Simatupang, Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, pada Jumat (17/4/2026).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan berbagai tokoh dari unsur ulama, organisasi kemasyarakatan, serta aparat negara. Seminar ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran santri dan masyarakat pesantren terhadap bahaya penggunaan vape yang kian marak di kalangan remaja.

 

Ketua RMI NU DKI Jakarta, KH Rokhmad Zailani Kiki, menegaskan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis moral dan akhlak memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penggunaan vape.

 

“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga benteng moral bagi generasi bangsa. Oleh karena itu, kami di RMI NU DKI Jakarta merasa perlu untuk terus mengedukasi para santri tentang bahaya vape yang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berpotensi membuka pintu terhadap penyalahgunaan zat berbahaya lainnya,” ujarnya.

Baca juga:  Kunci Rumah Diserahkan Langsung Dandim, Warga Ranca Sadang Tak Kuasa Menahan Haru

 

Ia menambahkan, pendekatan edukatif dan persuasif sangat penting agar para santri memahami risiko vape secara utuh, bukan sekadar larangan semata. Dengan begitu, diharapkan muncul kesadaran dari dalam diri untuk menjauhi perilaku tersebut.

 

Sementara itu, Ketua Umum BKN, Muhamad Rofi Mukhlis yang akrab disapa Cak Ofi, menyampaikan bahwa fenomena penggunaan vape saat ini tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menangani persoalan ini secara komprehensif.

 

“Vape sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman, padahal faktanya tidak demikian. Kandungan zat kimia di dalamnya tetap berbahaya dan berisiko tinggi bagi kesehatan. Melalui seminar ini, kami ingin meluruskan persepsi yang keliru di masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren,” jelasnya.

 

Cak Ofi juga menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam pencegahan penyalahgunaan zat adiktif. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kalangan.

Baca juga:  Fantastis Dana Hibah Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan Senilai Rp150 Miliar Diduga Raib: PMII Lamongan Geruduk Kejaksaan Minta Diusut Tuntas

 

Dari unsur pemerintah, perwakilan Kepala BNN RI yang diwakili Irjen Agus Heriyanto menyampaikan komitmen Badan Narkotika Nasional dalam mendukung upaya pencegahan sejak dini, termasuk melalui edukasi terkait vape.

 

“Kami melihat bahwa vape tidak hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga memiliki potensi disalahgunakan sebagai media konsumsi zat terlarang. Oleh karena itu, BNN sangat mendukung kegiatan sosialisasi seperti ini sebagai langkah preventif dalam melindungi generasi muda, khususnya para santri,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, BNN akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan seperti NU, dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika dan zat adiktif lainnya.

 

Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif tentang bahaya vape, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan bebas dari pengaruh zat berbahaya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!
Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan
Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan
Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten
Aksi Ditsamapta Polda Banten di Jembatan Merah Putih Tuai Apresiasi Warga
Kapolda Banten: Nilai Pancasila Harus Dibuktikan dengan Tindakan Nyata
Kapolresta Serang Kota Ingatkan Anggota: Jangan Lupakan Nilai Pancasila
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 22:12 WIB

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian

Senin, 8 Juni 2026 - 21:04 WIB

Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32 WIB

Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:16 WIB

Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:27 WIB

Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten

Berita Terbaru

Foto : Karikatur Preman

Politik & Pemerintahan

Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan

Jumat, 5 Jun 2026 - 16:16 WIB