Satu Pesan Suara Seribu Lelah, Detik-detik Dokter Myta Aprilia Menyerah pada Keadaan

Avatar photo

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah pilu Dokter Myta dari pesan suara minta tolong jaga IGD hingga ditemukan linglung akibat beban kerja yang menyayat hati. (Instagram/medicstory.id)

Kisah pilu Dokter Myta dari pesan suara minta tolong jaga IGD hingga ditemukan linglung akibat beban kerja yang menyayat hati. (Instagram/medicstory.id)

Jambi, Metrosiar – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya mengungkap kronologi memilukan di balik wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy, dokter magang (internship) yang bertugas di RS KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Investigasi mendalam menunjukkan sebuah potret perjuangan fisik yang luar biasa dari seorang tenaga medis yang tetap mencoba bertahan di tengah kondisi kesehatan yang kian merapuh.

Plt Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra, menegaskan pada awal masa tugasnya, dr. Myta berada dalam kondisi prima.

Berdasarkan data seleksi pada 4 Agustus 2025, hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi fisik yang normal.

“Beliau mulai internship sampai dengan masuk stase rumah sakit IGD diawali pada saat seleksi di 4 Agustus 2025,” jelas Rudi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, “Data MCU yang bersangkutan dari Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang, hasilnya normal.”

Awal Mula Penurunan Kesehatan

Setelah melewati masa magang di Puskesmas Kuala Tungkal II tanpa keluhan sejak Agustus 2025, dr. Myta mulai memasuki stase IGD di Rumah Sakit Kuala Tungkal pada Februari 2026.

Namun, memasuki akhir Maret, kesehatan sang dokter mulai goyah.

Meski didera demam, batuk, dan pilek, dr. Myta sempat memilih bertahan dan melakukan pengobatan mandiri tanpa melapor ke pembimbing.

Baca juga:  Dukungan Larangan Vape Menguat, Rahmad Zaelani Kiki: Negara Harus Tegas Lindungi Generasi Muda

Momen mengharukan terjadi pada 13 April 2026, tepat di hari ulang tahunnya.

Alih-alih merayakan dengan suka cita, dr. Myta justru harus menjalani prosedur infus akibat kelelahan pascajaga malam.

“Di tanggal 13 April 2026 ini hari ulang tahun dr MAA. Jadi, dia mendapatkan infus setelah jaga malam dan di IGD dipasang infus. Itu dr MAA diinfus oleh dokter jaga,” tutur Rudi sembari memperlihatkan rekaman dr. Myta yang tengah melakukan prosesi potong tumpeng dengan selang infus masih menempel di tangannya.

Pesan Suara dan Kondisi Memprihatinkan

Puncak krisis kesehatan dr. Myta terjadi pada 15 April 2026.

Melalui sebuah pesan suara (voice note) yang memilukan kepada rekan sejawatnya, ia mengakui tubuhnya sudah mencapai batas maksimal.

“Terdengar napasnya sudah agak sesak,” ungkap Rudi mendeskripsikan rekaman tersebut.

Dalam rekaman yang diputar, dr. Myta terdengar sangat kepayahan saat meminta bantuan temannya.

“Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misa kamu bisa. Hari ini saja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin. Aku nggak bisa, nggak kuat Astri,” ucap dr. Myta dengan nada terbata-bata.

Baca juga:  Polisi Turun Langsung ke Lokasi Banjir, Warga Padarincang Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Tak berselang lama setelah pesan tersebut dikirim, dr. Myta ditemukan dalam kondisi mengkhawatirkan oleh rekannya di area kos.

Ia tampak linglung dan kehilangan arah, sebuah kondisi yang diduga akibat kekurangan oksigen atau hipoksia.

“Dokter MAA ditemukan dokter F di bawah tangga, jadi di kos ada ada tangga dan di bawahnya sedang berdiri dalam kondisi linglung,” kata Rudi.

“Jadi, dr MAA tidak menggunakan jilbab, mengenakan celana pendek dan atasan baju seragam scrub. Setelah ditanya, dr MAA menjawab ingin berangkat kerja. Kondisinya sudah confused, linglung, mungkin hipoksia,” tambahnya.

Hari-Hari Terakhir Sang Pejuang

Setelah penemuan tersebut, dr. Myta sempat menjalani serangkaian perawatan medis yang naik-turun.

Mulai dari perawatan di RS tempatnya bekerja, dirujuk ke RS Mattaher Jambi, hingga akhirnya dilarikan ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang karena kondisi paru yang memburuk.

Di RSUP Mohammad Hoesin, dr. Myta harus berjuang di ruang isolasi infeksi dan ruang ICU dengan bantuan alat pernapasan. Namun, takdir berkata lain.

Setelah segala upaya medis dilakukan, dr. Myta menghembuskan napas terakhirnya pada 1 Mei 2026, meninggalkan duka mendalam bagi dunia medis Indonesia.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apresiasi Ibu Lulus ASI Eksklusif, Dinkes Kab. Tangerang Gelar Wisuda ASI 2026 demi Cegah Stunting
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru
Pelayanan Puskesmas Kutabumi Diapresiasi Warga.
Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”
Posbindu Mandiri RW 05 Kuta Baru Hadirkan Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias
Tak Sekadar Kunjungan, Ini Alasan Ketua Posyandu Datangi Matahari 14
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Apresiasi Ibu Lulus ASI Eksklusif, Dinkes Kab. Tangerang Gelar Wisuda ASI 2026 demi Cegah Stunting

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:30 WIB

Pelayanan Puskesmas Kutabumi Diapresiasi Warga.

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:31 WIB