Benarkah Pria Lebih Rentan terhadap Penyakit Serius dan Kematian Dini? Begini Menurut Penelitian Terbaru

Avatar photo

Selasa, 6 Mei 2025 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Studi terbaru menunjukkan pria rentan terserang penyakit mematikan dan berumur pendek alias cepat meninggal dunia. (Ideogram AI/Metrosiar)

Studi terbaru menunjukkan pria rentan terserang penyakit mematikan dan berumur pendek alias cepat meninggal dunia. (Ideogram AI/Metrosiar)

Metrosiar – Sebuah studi terkini yang diterbitkan dalam The Lancet Public Health mengungkapkan temuan signifikan mengenai kondisi kesehatan pria.

Berdasarkan data dari Global Burden of Disease Study 2021, pria diketahui memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap berbagai penyakit berat dan memiliki angka harapan hidup yang lebih pendek dibandingkan wanita.

Temuan ini menjadi perhatian penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat global.

Pria Hadapi Risiko Lebih Besar untuk 13 dari 20 Penyebab Utama Penyakit

Penelitian ini mengkaji beban penyakit menggunakan indikator Disability-Adjusted Life Years (DALY), yang mencerminkan jumlah tahun produktif yang hilang akibat penyakit dan disabilitas.

Dari 20 penyebab utama beban penyakit pada individu berusia di atas 10 tahun, pria memiliki risiko lebih tinggi pada 13 di antaranya, termasuk:

  1. COVID-19
  2. Kecelakaan lalu lintas
  3. Penyakit jantung dan pembuluh darah
  4. Gangguan sistem pernapasan
  5. Penyakit hati.
Baca juga:  Nikmati Manfaat Kopi Hitam Untuk Meningkatkan Energi, Fokus, Metabolisme, dan Kesehatan Otak dengan Seteguk Kopi Tanpa Tambahan Gula atau Susu

Vedavati Patwardhan dari University of California-San Diego, salah satu peneliti utama, menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan adanya tantangan kesehatan spesifik yang lebih banyak dialami oleh pria di berbagai negara.

COVID-19 dan Penyakit Jantung Menjadi Ancaman Serius bagi Pria

Pada tahun 2021, pria tercatat mengalami 45% lebih banyak kasus penyakit dan kematian akibat COVID-19 dibandingkan wanita, dengan dampak paling nyata di kawasan Afrika sub-Sahara, Amerika Latin, dan Karibia.

Selain itu, penyakit jantung menempati posisi kedua sebagai penyebab utama kematian dan kesakitan pada pria, dengan risiko yang juga 45% lebih tinggi dibandingkan wanita.

Wanita Lebih Sering Alami Penyakit yang Tidak Mematikan

Meskipun wanita umumnya memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang, mereka lebih sering mengalami penyakit yang tidak menyebabkan kematian, seperti gangguan otot dan tulang, gangguan mental, serta sakit kepala kronis.

Gabriela Gil dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) mencatat bahwa nyeri punggung bawah merupakan penyebab utama penyakit pada wanita, dengan prevalensi sekitar 33% lebih tinggi dibandingkan pria.

Baca juga:  Penyelidikan Kematian Kim Sae-ron, Polisi: Tidak Ada Tanda-Tanda Kriminal

Kondisi ini biasanya mulai dirasakan sejak usia muda dan cenderung memburuk seiring bertambahnya usia.

Faktor Biologis dan Sosial Pengaruhi Perbedaan Risiko Kesehatan

Para peneliti menekankan bahwa perbedaan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial dan perilaku.

Pria diketahui lebih sering terlibat dalam perilaku berisiko, cenderung menunda atau menghindari pemeriksaan medis, serta terpengaruh oleh norma gender yang dapat membahayakan kesehatan mereka.

Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan kesehatan berbasis gender dalam sistem pelayanan kesehatan.

Memahami perbedaan risiko dan pola penyakit antara pria dan wanita merupakan langkah kunci dalam merancang kebijakan dan strategi kesehatan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing kelompok.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Diolah dari berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Masyarakat Puas, Pelayanan Puskesmas Kutabumi Tuai Apresiasi
Vape Ini Bukan Vape Biasa, Pakar UMY Ungkap Risiko Napas Berhenti
Stadion Benteng Reborn Makin Ramai, Sachrudin Dorong Tangerang Jadi Kota Sport Tourism
10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP Kehilangan Sosok Seniman Besar
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
Berita ini 23 kali dibaca
COVID-19 dan Penyakit Jantung Menjadi Ancaman Serius bagi Pria Pada tahun 2021, pria tercatat mengalami 45% lebih banyak kasus penyakit dan kematian akibat COVID-19 dibandingkan wanita, dengan dampak paling nyata di kawasan Afrika sub-Sahara, Amerika Latin, dan Karibia. Selain itu, penyakit jantung menempati posisi kedua sebagai penyebab utama kematian dan kesakitan pada pria, dengan risiko yang juga 45% lebih tinggi dibandingkan wanita.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Tokoh Masyarakat Puas, Pelayanan Puskesmas Kutabumi Tuai Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Vape Ini Bukan Vape Biasa, Pakar UMY Ungkap Risiko Napas Berhenti

Selasa, 29 September 2026 - 09:05 WIB

Stadion Benteng Reborn Makin Ramai, Sachrudin Dorong Tangerang Jadi Kota Sport Tourism

Sabtu, 26 September 2026 - 09:41 WIB

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 September 2026 - 08:49 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP Kehilangan Sosok Seniman Besar

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB