Hutan Pendidikan Unmul Kaltim Kembali Dirambah Saat Libur Lebaran

Avatar photo

Selasa, 8 April 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan hutan pendidikan milik Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) kembali dirambah. Kali ini, lima alat berat milik perusahaan tambang diduga masuk dan melakukan aktivitas penambangan di area Hutan Pendidikan sejak 4 April 2025 lalu saat lebaran idul Fitri. Diambil Minggu (7/4/2025) (Dok. Fakultas Kehutanan Unmul)

Kawasan hutan pendidikan milik Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) kembali dirambah. Kali ini, lima alat berat milik perusahaan tambang diduga masuk dan melakukan aktivitas penambangan di area Hutan Pendidikan sejak 4 April 2025 lalu saat lebaran idul Fitri. Diambil Minggu (7/4/2025) (Dok. Fakultas Kehutanan Unmul)

 

Metrosiar – Kawasan Hutan Pendidikan milik Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, kembali mengalami perambahan.

Sejak 4 April 2025, lima alat berat milik perusahaan tambang diduga masuk ke area hutan dan mulai melakukan aktivitas penambangan.

Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar civitas akademika sedang mudik Lebaran.

Meski dalam masa libur, sejumlah mahasiswa tetap melakukan pemantauan di lokasi.

Dosen Fakultas Kehutanan Unmul, Rustam, mengatakan bahwa ini bukan kejadian pertama.

“Sejak awal tahun lalu, pihak yang sama sudah membuka lahan di wilayah IUP mereka. Memang lokasi IUP itu langsung berbatasan dengan hutan kami,” kata Rustam kepada Kompas.com, Senin (7/4/2025).

Baca juga:  Denyut Perdagangan Kambing dari Pasar Sentral Sudu Menuju Palopo Jelang Idul Qurban

Ia menambahkan aktivitas penambangan sebelumnya sempat menyebabkan longsor, karena hutan hanya dibatasi dengan pagar gantung.

Pihak kampus juga telah mengirim surat ke Direktorat Jenderal Gakkum KLHK sejak Agustus 2024 untuk meminta perlindungan dan penindakan, namun belum mendapat tanggapan.

“Surat kami tidak dibalas. Kami tetap menjaga kawasan dengan memasang portal agar alat berat tidak masuk. Biasanya tambang seperti ini sistemnya hit and run—gali, ambil, lalu kabur,” lanjut Rustam.

Pada 4 dan 5 April, lima ekskavator kembali terlihat beroperasi di dalam kawasan Hutan Pendidikan Unmul.

Luas area yang dirambah diperkirakan mencapai 3,26 hektar.

Menurut Rustam, wilayah yang terdampak merupakan hutan sekunder tua yang masih dalam kondisi baik.

Baca juga:  Hidup Selaras dengan Semesta: Menemukan Ketenangan dalam Irama Alam

Perusahaan yang diduga terlibat dalam kegiatan ini adalah Koperasi PMM.

Senin, 7 April 2025 perwakilan dari Gakkum KLHK, Dinas Kehutanan Kaltim, dan Dinas ESDM Kaltim akhirnya datang ke lokasi.

Tetapi, Rustam menilai upaya penegakan hukum belum maksimal.

“Kami ingin Kementerian Kehutanan benar-benar memperhatikan KHDTK kami. Ini bukan hutan biasa, tapi tempat belajar ribuan mahasiswa sejak 1974. Ini penting untuk masa depan pendidikan kehutanan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Mengenai ganti rugi, Rustam menyatakan belum membahas hal tersebut.

“Tentu akan ada, tapi yang utama sekarang adalah penegakan hukum, karena ini jelas pelanggaran pidana,” tegasnya.(*)

Editor : Ndaya Coya

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”
Langkah Nyata Ray Bena Mencetak Generasi Unggul: 4.500 Siswa Terima Seragam Gratis, Kontingen Jambore Emban Misi Daerah
158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan
Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa
Ratusan Mahasiswa KKN “Serbu” Desa-Desa Ngada, Bupati dan Wabup Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Akselerasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
SPENSA Bajawa Gelar Festival Talenta Terbesar, Akademik, Olahraga dan Seni Bersatu dalam Satu Panggung
Berita ini 21 kali dibaca
"Kawasan Hutan Pendidikan Universitas Mulawarman di Samarinda kembali dirambah saat libur Lebaran. Lima alat berat diduga milik perusahaan tambang masuk dan melakukan penambangan ilegal, mengancam keberlangsungan ruang belajar mahasiswa sejak 1974."

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”

Senin, 20 Juli 2026 - 15:53 WIB

Langkah Nyata Ray Bena Mencetak Generasi Unggul: 4.500 Siswa Terima Seragam Gratis, Kontingen Jambore Emban Misi Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:20 WIB

158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB