Reindustrialisasi sebagai Spirit Pancasila “Perspektif Insinyur dalam Menjawab Tantangan Ekonomi dan Kemandirian Bangsa”

Avatar photo

Selasa, 3 Juni 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ir. Panji Sukma Nugraha, S.T., M.M., IPM,

Wakil Sekretaris Jendral Persatuan Insinyur Indonesia

 

Setiap tanggal 1 Juni, kita mengenang Hari Pancasila. Tapi di tengah gempuran tantangan zaman ,geopolitik global, PHK industri besar-besaran, dan krisis ketergantungan impor. Mungkin sudah saatnya kita bertanya ulang: di mana letak Pancasila hari ini? Bukan di pidato seremonial, tapi apakah ia masih menjadi pedoman nyata dalam pembangunan bangsa?

 

Bagi saya, seorang insinyur, jawabannya: iya, Pancasila masih sangat sakti dan terus relevan jika kita mau menjadikannya sebagai ideologi kerja, bukan hanya ideologi wacana. Dan salah satu jalan paling nyata untuk itu adalah “Reindustrialisasi Indonesia”.

 

Mari kita kilas balik sejenak. Indonesia pernah punya masa keemasan industri, terutama pada era 1980–1990-an. Industri saat itu menyumbang lebih dari 30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap jutaan tenaga kerja. Tapi hari ini, kondisinya berbeda. Kontribusi sektor industri terus merosot, sementara ekonomi kita semakin bergantung pada barang impor.

 

Bersamaan dengan ini, dunia juga sedang bergejolak. Terjadi disrupsi rantai pasok global, tekanan geopolitik, hingga transisi menuju ekonomi hijau. Sehingga kondisi ini menyebabkan gelombang PHK besar-besaran di sektor industri dan manufaktur. Indonesia tidak kebal bahkan tidak siap. Ini bukti bahwa kita belum punya fondasi industri yang kokoh dan mandiri.

Baca juga:  Klarifikasi WhatsApp: Fitur Voice Chat Bukan Modus Hacker, Ini Penjelasannya

 

Lalu, apa hubungannya dengan Pancasila?

 

Semuanya. Pancasila adalah kompas arah pembangunan. Sila kelima tentang keadilan sosial mengajak kita memastikan hasil industrialisasi tidak hanya dinikmati segelintir orang di kota-kota besar . Sila ketiga, persatuan Indonesia, berarti memperkuat ekosistem industri di seluruh wilayah. Bahkan sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, bisa diterjemahkan sebagai partisipasi rakyat dalam pembangunan ekonomi.

 

Reindustrialisasi bukan hanya semata-mata proyek ekonomi. Ini soal kedaulatan suatu bangsa bahkan tidak ada satupun negara yang maju tanpa industri yang kuat”. Di tengah krisis global, hanya negara dengan fondasi industri yang kuat yang bisa bertahan. Dan Pancasila, sebagai pedoman etis dan ideologis, bisa menjadi dasar arah baru: membangun industri yang berkelanjutan, berbasis riset, dan berpihak pada kepentingan nasional. Namun, semua ini tidak akan terwujud tanpa aktor perubahan. Dan di sinilah peran insinyur terutama generasi muda sangat penting.

 

Mereka bukan hanya di desain menjadi seorang teknokrat ataupun professional, untuk menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter kepemimpinan, jiwa kebangsaan dan kesadaran akan pentingnya membangun kedaulatan industri nasional. Insinyur muda hari ini adalah calon pemimpin yang membawa visi Indonesia Emas 2045. Mereka harus diberi ruang, kepercayaan, dan ekosistem untuk berkarya.

Baca juga:  Pelatihan “Dari Emisi ke Profit”: Perkuat Kapasitas Pengelolaan Karbon di Era Transisi Energi

 

Tapi tentu, untuk mewujudkan kesaktian Pancasila dalam reindustrialisasi, mereka tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan sinergi: pemerintah yang berani menata ulang arah industri nasional, dunia usaha yang berinvestasi pada sektor produktif, dan masyarakat yang menghargai pentingnya kerja berbasis inovasi. Sinergi ini akan menjadi fondasi kuat dalam membangun bangsa yang berdaya saing dan bermartabat.

 

Etika dan tanggung jawab moral keinsinyuran juga tak kalah penting. Insinyur sejati tidak hanya bekerja berdasarkan perhitungan teknis, tapi juga menjunjung tinggi tanggung jawab moral untuk keselamatan dan kepentingan publik, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Di situlah nilai-nilai Pancasila hidup dan bekerja.

 

Jadi, di mana letak saktinya Pancasila hari ini? Kesaktiannya terletak pada kemampuannya untuk menjadi panduan etis dan praktis dalam menyusun arah pembangunan Indonesia yang mandiri, adil, dan berdaya saing. Dan jika hari ini para insinyur, regulator, pelaku industri, dan rakyat mau bergandengan tangan untuk membangun, merancang, dan memimpin transformasi industri , saat itulah Pancasila hidup dan bekerja. Bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai ideologi kerja yang sakti.

 

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”
Langkah Nyata Ray Bena Mencetak Generasi Unggul: 4.500 Siswa Terima Seragam Gratis, Kontingen Jambore Emban Misi Daerah
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan
Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa
Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”

Senin, 20 Juli 2026 - 15:53 WIB

Langkah Nyata Ray Bena Mencetak Generasi Unggul: 4.500 Siswa Terima Seragam Gratis, Kontingen Jambore Emban Misi Daerah

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB