Karakteristik dan Gerakan Demonstrasi Generasi Z di Nepal

Avatar photo

Kamis, 11 September 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuda AB Ihsan, Ketua DPD Gelora Kabupaten Serang, Provinsi Banten. (Dok. Pribadi)

Yuda AB Ihsan, Ketua DPD Gelora Kabupaten Serang, Provinsi Banten. (Dok. Pribadi)

Metrosiar – Tanggal (8/9/25) aksi demonstrasi di Nepal pecah, rakyat Nepal tumpah ruah turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka.

Tidak sedikit generasi atau gen Z yang juga turun ke jalan untuk ikut serta menyuarakan keresahan mereka, bahkan aksi demonstrasi di Nepal disebut-sebut diinisiasi oleh gen Z sendiri.

Jika kita berbicara sebab terjadinya aksi demonstrasi di Nepal, itu terjadi karena ulah pejabat negara yang korup dan susahnya mendapatkan lapangan pekerjaan.

Ditambah lagi aksi pamer yang dilakukan oleh para pejabat sampai termasuk anggota keluarga mereka, ini yang kemudian menjadi pemicu reaksi rakyat Nepal termasuk generasi Z.

Sempat disinggung di awal inisiator gerakan aksi demonstrasi di Nepal adalah generasi Z, bagaimana mungkin? Kok bisa?

Baca juga:  Pertarungan Dua Konglomerat: CMNP vs MNC Group, Jusuf Hamka versus Hary Tanoesoedibjo

Mengutip dari brainacademy.id generasi Z mempunyai kecemasan dan tingkat stres yang tinggi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, stres yang dialami Gen Z disebabkan karena pandemi, ketidakpastian mengenai masa depan, berita buruk di internet, dan media sosial.

Gen Z mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kehidupan pribadi mereka, sehingga jika tidak berjalan sesuai keinginan akan memicu timbulnya stres.

Jika kita berbicara dalam jumlah besar generasi Z yang mengalami kondisi yang sama, ini akan menjadi seperti bom waktu.

Selain itu juga generasi ini mempunyai kepedulian tinggi, sudah banyak fenomena di media sosial yang menunjukkan kepedulian mereka sangat tinggi dan bersifat kolektif.

Misalnya nih, ada kakek-kakek yang jualan kue di stasiun, Gen Z bisa aja mengunggah foto si kakek di media sosial dan ramai-ramai menggalang donasi.

Baca juga:  Ketua PMI Kecamatan Kemiri Udi Ahmad Purwadi Hadiri Penutupan Pengajian Bulanan

Hal ini selaras dengan julukan ‘The Communaholic‘ yaitu terlibat dalam komunitas dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Bayangkan gerakan ini ditujukan untuk memobilisasi aksi demonstrasi, dan ditambah kemampuan mereka dalam bidang teknologi yang rata-rata hampir semua gen Z menguasainya.

Mungkin hasilnya sangat efektif setidaknya narasi dan seruan aksi yang mereka gaungkan akan cepat sampai dalam hitungan detik. Dan sudah terbukti di Nepal.

Lalu seperti apa jika gen Z mengambil alih pengelolaan negara? Ini mungkin yang menjadi pertanyaan pribadi saya, setelah apa yang terjadi di Nepal dimana kekuasaan mengalami kekosongan, kira-kira apa yang akan dilakukan generasi Z ke depannya?*

Penulis : Yuda AB Ihsan, Ketua DPD Gelora Kabupaten Serang, Banten

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Banten Never Changes !
Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”
Di Mana Polisi Tidur Saat Reformasi Polri Mulai Bekerja
Krisis Jalur Gaza: Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina
Diduga Langgar HAM, Tim Seleksi Pegawai Non-ASN Dinkes Kota Tangerang Disorot
Presiden RI Prabowo Subianto Tetapkan Bahasa Portugis Diajarkan Di Sekolah Sekolah Indonesia Menlu Ungkap Alasannya.
Berita ini 62 kali dibaca
Tanggal (8/9/25) aksi demonstrasi di Nepal pecah, rakyat Nepal tumpah ruah turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka. Tidak sedikit generasi atau gen Z yang juga turun ke jalan untuk ikut serta menyuarakan keresahan mereka, bahkan aksi demonstrasi di Nepal disebut-sebut diinisiasi oleh gen Z sendiri. Jika kita berbicara sebab terjadinya aksi demonstrasi di Nepal, itu terjadi karena ulah pejabat negara yang korup dan susahnya mendapatkan lapangan pekerjaan.

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:33 WIB

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:21 WIB

Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:24 WIB

Banten Never Changes !

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:07 WIB

Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”

Minggu, 9 November 2025 - 15:20 WIB

Di Mana Polisi Tidur Saat Reformasi Polri Mulai Bekerja

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Damkar Unit Mauk dan RedKar Evakuasi Sarang Tawon di SD 3 Kemiri Tangerang

Senin, 25 Mei 2026 - 21:14 WIB