Metrosiar – Tanggal (8/9/25) aksi demonstrasi di Nepal pecah, rakyat Nepal tumpah ruah turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka.
Tidak sedikit generasi atau gen Z yang juga turun ke jalan untuk ikut serta menyuarakan keresahan mereka, bahkan aksi demonstrasi di Nepal disebut-sebut diinisiasi oleh gen Z sendiri.
Jika kita berbicara sebab terjadinya aksi demonstrasi di Nepal, itu terjadi karena ulah pejabat negara yang korup dan susahnya mendapatkan lapangan pekerjaan.
Ditambah lagi aksi pamer yang dilakukan oleh para pejabat sampai termasuk anggota keluarga mereka, ini yang kemudian menjadi pemicu reaksi rakyat Nepal termasuk generasi Z.
Sempat disinggung di awal inisiator gerakan aksi demonstrasi di Nepal adalah generasi Z, bagaimana mungkin? Kok bisa?
Mengutip dari brainacademy.id generasi Z mempunyai kecemasan dan tingkat stres yang tinggi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, stres yang dialami Gen Z disebabkan karena pandemi, ketidakpastian mengenai masa depan, berita buruk di internet, dan media sosial.
Gen Z mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kehidupan pribadi mereka, sehingga jika tidak berjalan sesuai keinginan akan memicu timbulnya stres.
Jika kita berbicara dalam jumlah besar generasi Z yang mengalami kondisi yang sama, ini akan menjadi seperti bom waktu.
Selain itu juga generasi ini mempunyai kepedulian tinggi, sudah banyak fenomena di media sosial yang menunjukkan kepedulian mereka sangat tinggi dan bersifat kolektif.
Misalnya nih, ada kakek-kakek yang jualan kue di stasiun, Gen Z bisa aja mengunggah foto si kakek di media sosial dan ramai-ramai menggalang donasi.
Hal ini selaras dengan julukan ‘The Communaholic‘ yaitu terlibat dalam komunitas dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Bayangkan gerakan ini ditujukan untuk memobilisasi aksi demonstrasi, dan ditambah kemampuan mereka dalam bidang teknologi yang rata-rata hampir semua gen Z menguasainya.
Mungkin hasilnya sangat efektif setidaknya narasi dan seruan aksi yang mereka gaungkan akan cepat sampai dalam hitungan detik. Dan sudah terbukti di Nepal.
Lalu seperti apa jika gen Z mengambil alih pengelolaan negara? Ini mungkin yang menjadi pertanyaan pribadi saya, setelah apa yang terjadi di Nepal dimana kekuasaan mengalami kekosongan, kira-kira apa yang akan dilakukan generasi Z ke depannya?*
Penulis : Yuda AB Ihsan, Ketua DPD Gelora Kabupaten Serang, Banten
Editor : Nedu Wodo Mezhe









