Bajawa.Metrosiar- Hari yang telah lama dinantikan akhirnya tiba. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan, warga Desa Takatunga 1, Kecamatan Golewa Selatan, kini resmi menikmati aliran listrik. Momen bersejarah itu ditandai dengan peresmian listrik masuk desa sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena, Selasa (14/7).
Peristiwa tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan. Bagi masyarakat Takatunga 1, hadirnya listrik menjadi simbol berakhirnya penantian panjang sekaligus awal dari kehidupan yang lebih maju. Bersamaan dengan pembangunan Poskesdes, pemerintah juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan dasar hingga ke wilayah yang selama ini berada di garis terdepan keterisolasian.
Didampingi Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Camat Golewa Selatan, serta para kepala desa, Bupati Raymundus Bena menegaskan bahwa pemerataan pembangunan tidak boleh berhenti di pusat kota, tetapi harus dirasakan hingga ke desa-desa paling terpencil.
“Listrik bukan hanya soal cahaya. Ini adalah pintu masuk bagi peningkatan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada warga Ngada yang tertinggal,” tegas Bupati.
Bupati yang akrab disapa Ray Bena itu juga memberikan apresiasi kepada PLN atas kolaborasi yang berhasil menghadirkan jaringan listrik ke Takatunga 1.
Menurutnya, hampir seluruh desa di Kabupaten Ngada kini telah teraliri listrik, sementara dusun-dusun yang belum terjangkau akan terus diperjuangkan melalui koordinasi bersama pemerintah dan PLN.
Tak hanya meresmikan listrik, Ray Bena juga meletakkan batu pertama pembangunan Poskesdes sebagai langkah memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di desa. Ia menegaskan, setiap program pembangunan akan dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan.
Menanggapi aspirasi mengenai pembangunan sekolah dan berbagai kebutuhan lainnya, Bupati memastikan seluruh usulan akan melalui kajian teknis dan survei kelayakan sebelum direalisasikan.
“Semua kebutuhan masyarakat akan kita komunikasikan dan kerjakan secara bertahap sesuai skala prioritas. Yang terpenting, pembangunan harus tepat sasaran dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Benediktus Lagho, menyebut masuknya listrik ke Desa Takatunga 1 sebagai tonggak sejarah yang menunjukkan kuatnya sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD dalam menghadirkan pembangunan bagi masyarakat.
Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan besar yang harus diperjuangkan bersama, terutama pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, pusat pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Takatunga 1, Siprianus Jaja, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Ngada terhadap desanya.
Menurutnya, listrik telah lama menjadi harapan masyarakat, sementara pembangunan Poskesdes menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan warga.
Ia berharap pemerintah juga menempatkan tenaga kesehatan agar fasilitas tersebut dapat segera beroperasi secara maksimal.
Usai peresmian, Bupati menggelar dialog terbuka bersama masyarakat. Berbagai aspirasi mengemuka, mulai dari pembangunan jembatan di sejumlah titik, penyelesaian ruas jalan yang belum tuntas, peningkatan kualitas jalan, hingga penyediaan air bersih yang masih menjadi persoalan saat musim kemarau.
Dalam kesempatan itu, warga juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Melalui Musrenbang Desa, masyarakat bahkan telah bersepakat menghibahkan lahan di sepanjang ruas jalan agar pembangunan jalan hotmix dapat terlaksana tanpa kendala.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ray Bena menegaskan seluruh kebutuhan masyarakat akan dipetakan berdasarkan tingkat urgensinya. Pemerintah, kata dia, akan bekerja secara bertahap dengan tetap mengedepankan pemerataan pembangunan.
Ia juga mengajak masyarakat terus membangun komunikasi dengan pemerintah, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan bibit, alat dan mesin pertanian, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi desa.
“Kita akan mendahulukan kebutuhan yang paling mendesak. Apa yang telah menjadi komitmen bersama akan kita tuntaskan secara bertahap agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Bupati.
Peresmian listrik dan dimulainya pembangunan Poskesdes di Takatunga 1 menjadi bukti bahwa pembangunan di Kabupaten Ngada tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan baru.
Dari desa yang dulu diselimuti gelap, kini cahaya mulai menyala—membuka jalan bagi masa depan yang lebih sehat, lebih produktif, dan lebih sejahtera.*









