Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada

Avatar photo

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada. (Foto: Humas Prokopim Ngada)

Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada. (Foto: Humas Prokopim Ngada)

Bajawa.Metrosiar| Di saat modernisasi terus merambah hingga ke pelosok desa dan perlahan mengikis jejak tradisi, masyarakat Desa Dadawea, Kabupaten Ngada, justru memilih berdiri teguh menjaga akar budayanya. Lewat ritual adat Ka Sao Weti Wali, Kamis (9/7), mereka mengirim pesan kuat bahwa kemajuan zaman tidak boleh memutus hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, dan tanah tempat identitas itu tumbuh.

Sejak pagi, kampung adat dipenuhi nuansa khidmat. Asap dupa membubung, doa-doa adat dipanjatkan, sementara masyarakat mengenakan busana tradisional sebagai simbol penghormatan kepada warisan yang telah hidup dan diwariskan selama berabad-abad. Bagi warga Dadawea, Ka Sao Weti Wali bukan sekadar upacara tahunan, melainkan ikrar untuk menjaga jati diri agar tidak tenggelam oleh perubahan zaman.

Prosesi sakral itu turut dihadiri Pemerintah Kabupaten Ngada yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan bersama Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pertanian, Camat Golewa, serta jajaran pemerintah lainnya. Kehadiran pemerintah menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.

Baca juga:  Jadwal Kapal Pelni KM Sinabung, Keberangkatan Tanggal 6 Maret hingga 11 April 2025

Dalam sambutan Bupati Ngada yang dibacakan Staf Ahli, ditegaskan bahwa Ka Sao Weti Wali adalah ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat kehidupan sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai, adat, dan kebijaksanaan bagi generasi penerus.

“Sebagai makhluk budaya, kita harus berterima kasih kepada Tuhan dan para leluhur karena hingga hari ini kita masih diberi kesempatan melaksanakan Ka Sao sebagai warisan yang sangat berharga,” demikian pesan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Ngada menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda depan dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah. Berbagai program pelestarian adat akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas masyarakat Ngada di tengah derasnya arus globalisasi.

Bupati menekankan bahwa setiap ritual adat menyimpan nilai-nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar tradisi seremonial. Di dalamnya hidup filosofi tentang rasa syukur, persatuan, penghormatan terhadap alam, serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Ngada sejak dahulu.

Baca juga:  Pemakaman Hotma Sitompul Dihadiri Rekan Sejawat dan Diberi Penghormatan Militer

“Budaya adalah identitas kita. Selama budaya tetap hidup, jati diri masyarakat Ngada akan tetap kokoh. Karena itu, pemerintah akan terus mendukung setiap upaya pelestarian adat sebagai kekayaan yang tidak ternilai,” tegasnya.

Lebih dari sekadar perayaan adat, Ka Sao Weti Wali menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan manusia tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dari doa, restu leluhur, serta keharmonisan hubungan dengan Sang Pencipta dan alam semesta.

Di tengah dunia yang terus berubah, Dadawea membuktikan bahwa tradisi bukanlah penghambat kemajuan. Sebaliknya, budaya adalah akar yang membuat sebuah masyarakat tetap tegak berdiri.

Melalui Ka Sao Weti Wali, masyarakat Dadawea menyampaikan pesan yang melampaui batas kampungnya: warisan leluhur bukan untuk dikenang sesaat, melainkan dirawat, dihidupi, dan diwariskan agar tetap menjadi cahaya bagi generasi-generasi yang akan datang.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terbongkar! Modus “Sedot Tangki” BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite
158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan
Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa
Di Balik Penghargaan Nugraha Sakanti, Kapolda Banten Apresiasi Dedikasi Seluruh Personel
Polda Banten Edukasi Bahaya Balap Liar Demi Keselamatan Bersama.
Ratusan Mahasiswa KKN “Serbu” Desa-Desa Ngada, Bupati dan Wabup Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Akselerasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
PLN Indonesia Power UBP Lontar Tanam 5.000 Mangrove untuk Perkuat Ketahanan Pesisir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:15 WIB

Terbongkar! Modus “Sedot Tangki” BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:20 WIB

158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:48 WIB

Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:28 WIB

Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:57 WIB

Di Balik Penghargaan Nugraha Sakanti, Kapolda Banten Apresiasi Dedikasi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Internasional

Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:21 WIB