Dukungan Dini Golkar untuk Prabowo 2029: Jalan Tol Politik Menuju Kecurangan yang Diulang?

Avatar photo

Sabtu, 3 Mei 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menghadiri May Day 2025 di Monas, Jakarta, Kamis (1/5/25) //Foto: BPMI Setpres//

Presiden Prabowo Subianto menghadiri May Day 2025 di Monas, Jakarta, Kamis (1/5/25) //Foto: BPMI Setpres//

Metrosiar – Belum genap setahun Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden, namun Partai Golkar sudah menyatakan dukungan untuk pencalonannya kembali di Pilpres 2029.

Langkah ini bukan sekadar formalitas politik, melainkan sinyal bahwa skenario kekuasaan jangka panjang tengah disusun, bahkan sebelum rakyat merasakan hasil nyata dari kepemimpinannya saat ini.

Guru yang Sama, Sandiwara yang Diulang?

Pemilu 2024 meninggalkan jejak kontroversi yang mendalam.

Dari perubahan syarat usia calon wakil presiden oleh Mahkamah Konstitusi hingga dugaan intervensi aparat negara dalam kampanye, semua mengingatkan pada praktik-praktik yang mencederai demokrasi.

Ahli hukum tata negara, Refly Harun, menyatakan Pemilu 2024 penuh dengan kecurangan yang kasat mata.

Baca juga:  Masalah adalah Peluang: Cara Pengusaha Tangguh Mengubah Tantangan Menjadi Keberhasilan

Ia menuding Presiden Joko Widodo sebagai sumber dari kerusakan demokrasi tersebut, dengan menyebut demokrasi Indonesia mulai hancur karena campur tangannya.

Kekuasaan yang Didesain, Bukan Dipilih?

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, mengungkapkan dalam politik Indonesia, oligarki memainkan peran utama dalam menentukan arah kekuasaan.

Ia membagi aktor politik menjadi tiga lapis, dengan oligarki sebagai lapis utama, diikuti oleh tokoh-tokoh seperti Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Dukungan dini Golkar kepada Prabowo seolah memperkuat pandangan bahwa kekuasaan di Indonesia lebih banyak didesain oleh elite politik daripada benar-benar dipilih oleh rakyat melalui proses demokratis yang sehat.

Demokrasi Tak Lagi Menjawab Siapa yang Dipilih Rakyat

Baca juga:  Sebut Indonesia, Bill Gates Soroti Dampak Emisi Gas Rumah Kaca, Peran Lemak Hewani hingga Industri Minyak Sawit
Golkar mendukung Prabowo untuk Pilpres 2029, bahkan sebelum masa jabatannya berjalan penuh. Dukungan ini memunculkan pertanyaan mengenai keabsahan demokrasi dan apakah rakyat hanya menjadi penonton dalam skenario politik yang sudah ditentukan oleh elite.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah di Hotel PO Semarang, Jumat (2/5/25) //Foto: Dok. Istimewa//

Jika segala sesuatunya sudah dikondisikan dari sekarang dukungan partai, penguasaan media, hingga regulasi yang bisa dijahit sesuai kepentingan penguasa, maka pesta demokrasi tinggal panggung teater.

Rakyat datang ke TPS hanya sebagai figuran, bukan pemegang kendali.

Apakah kita akan membiarkan “guru” yang sama memainkan “ilmu” yang sama di tahun 2029?

Ataukah rakyat akan cukup sadar untuk mengganti naskah sebelum pentas benar-benar dimulai?

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini dan bertujuan untuk memberikan perspektif kritis terhadap dinamika politik Indonesia. Pendapat yang disampaikan oleh para ahli mencerminkan kekhawatiran terhadap arah demokrasi di negara ini.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Dari Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Banten Never Changes !
Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”
Di Mana Polisi Tidur Saat Reformasi Polri Mulai Bekerja
Krisis Jalur Gaza: Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina
Berita ini 17 kali dibaca
Golkar telah menyatakan dukungan untuk Prabowo maju lagi di Pilpres 2029, bahkan sebelum masa jabatannya berjalan penuh. Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Golkar siap mendukung Prabowo dua periode tanpa keraguan. Langkah ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas demokrasi Indonesia, apakah ini benar-benar proses yang mengutamakan kehendak rakyat, atau sekadar perpanjangan dari kekuasaan elite yang telah mengatur skenario politik jauh sebelum pemilu dimulai.

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:26 WIB

Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:33 WIB

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:21 WIB

Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:24 WIB

Banten Never Changes !

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB