Metrosiar – Pondok Pesantren Al Muayyad Windan menggelar training motivasi santri dengan tema “Mengenal Diri, Menata Strategi, Melangkahkan Kaki” yang berlangsung di Perkemahan Al Amin, Karanganyar. Kegiatan ini diikuti para santri yang mayoritas merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Solo Raya. Semarang (28/09/2025)
Salah satu pembicara utama dalam acara tersebut adalah Agus Sugiharto, yang membawakan materi berjudul “AI dan Santri”. Dalam paparannya, Agus menjelaskan mengenai peran, manfaat, sekaligus tantangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi generasi muda, khususnya kalangan santri.
AI Sebagai Alat Bantu Pendidikan
Agus menekankan bahwa santri perlu berani berinovasi dan terbuka terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, AI adalah sebuah alat (tool) yang bisa mempermudah manusia dalam menyelesaikan tugas, terutama di bidang pendidikan.
“Santri harus mau berinovasi dan terus belajar teknologi. AI adalah tool yang bisa membantu mempermudah manusia dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan,” ujar Agus.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Karena itu, ia mengajak santri untuk mengedepankan prinsip “eling lan waspodho” (ingat dan waspada) agar tidak melupakan jati diri dan nilai-nilai keislaman ketika memanfaatkan teknologi.

Literasi Digital dan Aturan Pemanfaatan AI
Selain inovasi, Agus juga menyoroti pentingnya literasi digital. Dengan literasi yang baik, santri tidak akan mudah kaget menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat dan masif. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi antar pihak serta pengenalan aturan penggunaan AI agar santri dapat memahami etika dan batasan dalam berteknologi.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bernama Alwi bertanya mengenai cara bijak memanfaatkan AI di dunia pendidikan. Menjawab hal ini, Agus menekankan bahwa pemahaman dasar tentang jenis-jenis AI serta kemampuan menyaring arus informasi sangat penting agar pemanfaatannya tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketergantungan berlebihan.
Santri dan Tantangan Zaman Digital
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi santri Pondok Pesantren Al Muayyad Windan untuk membuka wawasan tentang peran mereka di era digital. Santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI, untuk berkontribusi lebih luas di masyarakat.
Dengan adanya pembekalan seperti ini, santri didorong agar menjadi generasi melek teknologi yang tetap berpegang pada nilai-nilai spiritual, sehingga mampu menyeimbangkan antara kemajuan zaman dan akar tradisi pesantren.









