Runtuhnya Pasar Padel, Dari Olahraga Hits Jadi Bisnis Bangkrut

Avatar photo

Kamis, 25 September 2025 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padel olahraga baru. (Dok Istimewa)

Padel olahraga baru. (Dok Istimewa)

Metrosiar – Pasar padel di Swedia yang sempat disebut sebagai “demam emas” kini justru berakhir dengan ambruknya banyak perusahaan besar. Dari ribuan lapangan yang dulu ramai dipadati pemain, kini sebagian besar justru kosong dan beralih fungsi menjadi gudang, toko, hingga pusat penyimpanan.

Menurut laporan 2023, raksasa bisnis We Are Padel hanya menyisakan 13 klub aktif setelah menderita kerugian fantastis hingga 716 juta kronor Swedia (sekitar Rp1 triliun lebih) pada 2022. Perusahaan lain, PDL United yang didukung Coeli Private Equity, bahkan bangkrut dan asetnya diambil alih kreditor. Data Creditsafe mencatat hampir 90 perusahaan padel di Swedia gulung tikar sepanjang 2023.

Dari Fenomena Nasional Jadi Krisis Bisnis

Olahraga padel mulai booming di Swedia saat pandemi Covid-19. Dengan konsep permainan yang sederhana, ramah segala usia, serta sesuai aturan jaga jarak, padel berkembang pesat. Hanya dalam beberapa tahun, ribuan lapangan dibangun dan sempat mencapai 700.000 pemain aktif dari total 10 juta penduduk Swedia.

Baca juga:  Presiden Prabowo Dorong Sepak Bola Indonesia Tembus Pildun

Namun, tren yang tumbuh terlalu cepat ini tidak bertahan lama. Setelah pandemi mereda, masyarakat kembali sibuk bekerja, inflasi menekan daya beli, dan jumlah pemain merosot drastis. Lapangan yang dulunya penuh kini sepi, terutama di luar jam sibuk. Banyak pengelola akhirnya menutup bisnis, bahkan mengalihkan lapangan padel menjadi toko kelontong, gudang panel surya, hingga penyimpanan ban.

Euforia yang Berakhir Pahit

CEO LeDap, Eno Polo, menggambarkan fenomena ini mirip dengan gelembung properti. Investor berbondong-bondong masuk tanpa mempertimbangkan daya tahan pasar. “Ledakan padel di Swedia seperti demam emas. Semua orang berlomba ikut, tapi akhirnya pecah,” ujarnya.

Kasus Swedia menjadi peringatan keras bagi para calon investor: tidak semua tren olahraga atau bisnis musiman bisa bertahan lama. Tanpa perhitungan matang, investasi besar justru bisa berujung kerugian miliaran.

Potensi Global Masih Ada, Tapi Perlu Hati-Hati

Meski runtuh di Swedia, padel secara global masih diprediksi berkembang. Menurut Global Padel Report 2023 (Playtomic & Deloitte), nilai industri padel dunia bisa mencapai 6 miliar euro pada 2026, dengan jumlah lapangan yang diproyeksikan naik dua kali lipat menjadi 85.000.

Baca juga:  Wasit Laga Jepang VS Indonesia

Sejumlah investor tetap optimis. Pendiri Spotify, Martin Lorentzon, misalnya, mendukung pembangunan pusat padel baru di London pada 2025. Inggris dipandang sebagai pasar potensial berikutnya.

Namun, kisah Swedia tetap menjadi contoh penting: investasi olahraga berbasis tren perlu analisis mendalam agar tidak terjebak euforia.

FAQ: Apa Itu Padel?

1. Apa itu olahraga padel?

Padel adalah olahraga raket gabungan tenis dan squash, dimainkan di lapangan berpagar kaca berukuran kecil, biasanya ganda (2 vs 2).

2. Mengapa padel sempat populer di Swedia?

Karena mudah dimainkan semua usia, dianggap aman saat pandemi, dan sempat menjadi gaya hidup baru masyarakat.

3. Apakah padel masih ada di Swedia?

Ya, meski jumlahnya menurun tajam. Banyak lapangan kini beralih fungsi, sementara hanya sebagian kecil yang masih beroperasi.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore
SPENSA Bajawa Gelar Festival Talenta Terbesar, Akademik, Olahraga dan Seni Bersatu dalam Satu Panggung
Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026
Bupati Tangerang Kobarkan Semangat Juara, Targetkan Tangerang Raih Takhta PORDA 2026
Menyenangkan Bertanding di Istora
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Berita ini 178 kali dibaca
Olahraga padel mulai booming di Swedia saat pandemi Covid-19. Dengan konsep permainan yang sederhana, ramah segala usia, serta sesuai aturan jaga jarak, padel berkembang pesat. Hanya dalam beberapa tahun, ribuan lapangan dibangun dan sempat mencapai 700.000 pemain aktif dari total 10 juta penduduk Swedia.

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:42 WIB

Bupati Tangerang Kobarkan Semangat Juara, Targetkan Tangerang Raih Takhta PORDA 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:48 WIB

Menyenangkan Bertanding di Istora

Berita Terbaru

Nusantara

Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:58 WIB