Bajawa.Metrosiar- Berakhirnya masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Ngada menjadi penanda dimulainya fase baru: transisi menuju pemulihan. Namun, perubahan status tersebut tidak membuat pelayanan dan pengamanan kepolisian berhenti.
Polres Ngada memastikan jajaran tetap berada di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan, mendukung kelancaran aktivitas warga, serta mengawal proses pemulihan pascagempa di berbagai wilayah Kabupaten Ngada.
Kepada Wartawan, Selasa (15/9/26), Kapolres Ngada AKBP Gede Harimbawa menegaskan, berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti tugas pelayanan kepada masyarakat ikut berakhir.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak kendor. Kami tetap hadir dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan serta rasa aman,” tegasnya.
Menurut Kapolres, fase transisi menuju pemulihan justru membutuhkan sinergi dan perhatian dari seluruh unsur. Sebab, kebutuhan masyarakat terdampak tidak berhenti ketika status tanggap darurat berakhir.
Selain pemulihan infrastruktur, masyarakat membutuhkan kepastian keamanan, kelancaran aktivitas ekonomi, distribusi bantuan, hingga dukungan terhadap kehidupan sosial warga.
Karena itu, Polres Ngada terus mendukung berbagai kegiatan pemulihan melalui pengamanan dan pengawalan distribusi bantuan sosial serta kebutuhan dasar masyarakat.
Kepolisian juga memberikan perhatian terhadap aktivitas ekonomi warga yang mulai kembali bergerak setelah terdampak bencana. Situasi keamanan di tengah masyarakat terus dijaga agar proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap dan kondusif.
Kawal Hunian Sementara
Perhatian Polres Ngada juga diarahkan pada warga yang masih menempati hunian sementara (huntara).
Berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pembangunan dan pemanfaatan huntara, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih, fasilitas MCK, serta sarana pendukung lainnya, terus mendapat perhatian dan pengawalan.
Hal tersebut penting untuk memastikan warga terdampak dapat menjalani kehidupan di hunian sementara dengan aman dan layak sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah mereka.
Tidak hanya aspek fisik, Polres Ngada juga ikut mendukung pemulihan sosial masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan trauma healing bagi warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana.
“Pemulihan bukan hanya soal membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak. Kondisi sosial dan psikologis masyarakat juga harus mendapat perhatian,” kata Kapolres.
Sinergi Diperkuat
Memasuki fase transisi, koordinasi antara Polres Ngada dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, serta unsur terkait lainnya akan terus diperkuat.
Kapolres menegaskan, dukungan kepolisian akan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap merasa aman, pelayanan tetap berjalan dan proses pemulihan dapat berlangsung dengan baik,” ujarnya.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, fokus penanganan bencana kini bergeser pada pemulihan dan pembangunan kembali wilayah terdampak.
Di tengah tahapan tersebut, Polres Ngada memastikan personel di lapangan tetap siap memberikan pelayanan, menjaga keamanan, serta merespons kebutuhan masyarakat.
Pesannya jelas: status tanggap darurat boleh berakhir, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut berhenti.*










