18 Titik Tawuran dan 11 Balap Liar Jadi Sorotan Jelang Ramadan di Tangerang

Avatar photo

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat menyampaikan keterangan pers terkait pemetaan 18 titik rawan tawuran dan 11 lokasi balap liar menjelang Ramadan di Mapolresta Tangerang, Jumat (20/2/2025).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat menyampaikan keterangan pers terkait pemetaan 18 titik rawan tawuran dan 11 lokasi balap liar menjelang Ramadan di Mapolresta Tangerang, Jumat (20/2/2025).

Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Menyambut bulan suci Ramadan, Polresta Tangerang memetakan sejumlah titik rawan tawuran dan balap liar guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Langkah pemetaan tersebut diikuti dengan peningkatan intensitas patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.

“Kami telah melakukan pemetaan kerawanan serta menyiapkan langkah pengamanan secara komprehensif,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Jumat (20/2/2025).

Indra Waspada menegaskan, Ramadan merupakan momentum peningkatan keimanan dan kebersamaan sehingga situasi kamtibmas yang kondusif menjadi prioritas utama. Ia memastikan komitmen menghadirkan keamanan melalui langkah preventif dan preemtif, serta penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis.

Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 18 titik rawan tawuran atau perang sarung dan 11 titik rawan balap liar. Titik-titik tersebut tersebar di wilayah hukum Polsek Cisoka, Pasar Kemis, Cikupa, Balaraja, Tigaraksa, Panongan, dan Mauk.

Baca juga:  Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!

Untuk balap liar, lokasi rawan di antaranya berada di Jalan Baru Pemda depan Kawasan Millennium, Perumahan Taman Adiyasa Solear, serta Jalan Raya Tanjakan Rajeg.

“Kami akan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, khususnya saat ngabuburit serta pada malam hari hingga menjelang sahur,” terang Indra Waspada.

Patroli dilakukan secara mobile dan stasioner, termasuk razia kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, pemantauan media sosial juga diperkuat karena kerap digunakan sebagai sarana membuat janji tawuran maupun balap liar.

“Setiap potensi gangguan akan kami respons cepat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Polresta Tangerang juga memetakan 25 titik rawan kemacetan yang mayoritas berada di simpang, pertigaan, dan perempatan jalan. Sementara pusat keramaian saat berbuka puasa teridentifikasi sedikitnya di sembilan titik, seperti kawasan Citra Raya, Puspemkab Tangerang, dan Talaga Bestari.

Baca juga:  Terjadi Pengeroyokan di SMKN 9 Tangerang, Dua Anggota PSHT Jadi Korban

Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, petugas akan ditempatkan lebih banyak di titik rawan. “Serta melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif menjelang berbuka dan setelah salat tarawih,” tutur Indra Waspada.

Pengamanan pusat keramaian dilakukan melalui Patroli Pusaka (Patroli Pusat Keramaian) guna mencegah tindak kriminalitas seperti pencopetan dan curanmor, sekaligus mengantisipasi gangguan ketertiban umum.

Indra Waspada menegaskan, tidak ada toleransi terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas selama Ramadan. Upaya preventif tetap dikedepankan, namun pelanggaran hukum akan ditindak secara tegas dan terukur.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar Ramadan di Kabupaten Tangerang berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:35 WIB

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 11:52 WIB

RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 11:15 WIB

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Berita Terbaru