Terjadi Pengeroyokan di SMKN 9 Tangerang, Dua Anggota PSHT Jadi Korban

Avatar photo

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengeroyokan dan penikaman oleh oknum LSM di halaman SMKN 9 Tangerang, Banten. (Pixabay)

Ilustrasi pengeroyokan dan penikaman oleh oknum LSM di halaman SMKN 9 Tangerang, Banten. (Pixabay)

Metrosiar – Sebuah insiden pengeroyokan terjadi di halaman SMKN 9 Kabupaten Tangerang, pada Senin, 17 Maret 2025, sekitar pukul 12.10 WIB.

Tindak kekerasan ini diduga melibatkan dua oknum dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana terhadap dua anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah tersebut.

Peristiwa tersebut bermula ketika dua oknum LSM Gerhana mendatangi ruang Tata Usaha (TU) di SMKN 9 dan menanyakan tentang surat yang sebelumnya telah dikirimkan kepada pihak sekolah.

Setelah berbincang dengan beberapa saksi, termasuk Siti Fauziah dan Sarti, oknum LSM tersebut kemudian diarahkan untuk bertemu dengan Mansur, Kasi Humas di sekolah tersebut.

Cekcok mulut terjadi di depan gerbang sekolah antara para pelaku dan dua anggota PSHT yang tidak diketahui identitasnya.

Selanjutnya, kedua oknum LSM diduga melakukan pemukulan dan penusukan terhadap dua korban dengan senjata tajam.

Karyono, seorang anggota PSHT, mengalami luka tusuk di bagian belakang kepala, sementara Sunarto mengalami luka memar di bagian hidung.

Kedua korban segera dibawa ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan perawatan medis.

Identitas Korban dan Saksi

Korban:

  1. Karyono (lahir di Tuban, 15 Agustus 1975), seorang pria beragama Islam, bekerja sebagai keamanan di Perum Taman Kirana Surya, Blok D 8/31, RT 004/008, Desa Pasanggrahan, Kec. Solear, Kab. Tangerang. Karyono mengalami luka tusuk pada bagian kepala belakang.
  2. Sunarto (lahir di Madiun, 3 Mei 1980), seorang pria beragama Islam, bekerja sebagai keamanan di Perum Taman Kirana Surya, Blok K 46/02, RT 004/012, Desa Pasanggrahan, Kec. Solear, Kab. Tangerang. Sunarto mengalami luka memar pada hidung.
Baca juga:  Keakraban Lyodra dan Davina: Persahabatan yang Menginspirasi

Saksi:

  1. Siti Fauziah (lahir di Tangerang, 19 Agustus 1993), perempuan, beralamat di Kp. Ranca Gede, Desa Munjul, Kec. Solear, Kab. Tangerang.
  2. Sarti (lahir di Wonorejo, 13 Juli 1969), perempuan, beragama Islam, beralamat di Taman Kirana Surya, Blok D 11/11, RT 003/008, Desa Pasanggrahan, Kec. Solear, Kab. Tangerang.
  3. Mansur (lahir di Tangerang, 15 Juni 1977), pria, beragama Islam, seorang PNS, beralamat di Kp. Pasanggrahan, RT 007/001, Desa Solear, Kec. Solear, Kab. Tangerang.
  4. Ahmad Fikri Maulana (lahir di Tangerang, 15 Desember 1993), pria, beragama Islam, beralamat di Jalan Dr. Saharjo 1, RT 004/012, Kel. Manggarai Tebet, Jakarta Selatan.

Kronologi Kejadian

Pada hari Senin, 17 Maret 2025, sekitar pukul 12.10 WIB, diduga dua oknum LSM Gerhana datang ke SMKN 9 Tangerang.

Mereka langsung menuju ruang Tata Usaha (TU) dan bertemu dengan Siti Fauziah dan Sarti.

Di ruang tersebut, oknum LSM mengaku ingin menanyakan tanggapan sekolah mengenai surat yang sebelumnya telah dikirim.

Setelah berbincang dengan Saksi Sarti, oknum LSM tersebut diarahkan untuk bertemu dengan Mansur, Kasi Humas di sekolah tersebut.

Setelah berbincang dengan Mansur, diduga pelaku kemudian meninggalkan ruang TU dan menuju keluar sekolah.

Di depan gerbang sekolah SMKN 9, terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku, yang kemudian berujung pada pemukulan dan penusukan menggunakan senjata tajam (diduga pisau/badik).

Akibatnya, Karyono mengalami luka tusuk di bagian belakang kepala, sementara Sunarto mengalami luka memar pada hidung.

Baca juga:  Bank Sampah di Banyumas Efektif Tekan Timbunan Sampah dan Gas Rumah Kaca

Kedua korban segera dibawa ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Tindak Lanjut dan Penyidikan

Polisi yang menerima laporan kejadian ini langsung melakukan penyelidikan.

Beberapa barang bukti telah diamankan, di antaranya sebuah helm yang diduga milik salah satu pelaku, rekaman CCTV yang menunjukkan aksi kekerasan, serta surat dari LSM Gerhana yang menjadi pemicu kejadian tersebut.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang dan kini dalam proses pengejaran oleh pihak berwajib.

Polisi juga telah melakukan gelar perkara untuk mempercepat pengungkapan kasus ini.

Selain itu, polisi juga telah menyita barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat bukti yang ada.

Antisipasi Konflik Lebih Lanjut

Mengantisipasi adanya pergerakan dari kelompok PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang dapat melakukan aksi balasan berupa sweeping terhadap oknum LSM Gerhana, pihak Kepolisian telah meningkatkan pengamanan di wilayah Kabupaten Tangerang, terutama di sekitar lokasi kejadian.

Kepolisian meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan.

Harapan dari Pihak Kepolisian

Kapolresta Tangerang mengimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Penyelidikan lebih lanjut terhadap kedua pelaku dan proses hukum akan segera dilakukan, dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.(*)

Editor : Pedhu Konrad

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media
100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi
Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang
Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke 67 Gelar Studi Audit Organisasi di Polresta Tangerang
Sambut HUT RI ke 81 Polresta Tangerang Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara di Cikupa
Karel Maku Bawa Bantuan Darurat ke Tiwotoda-Hobo: Saat Warga Diguncang Gempa, Wakil Rakyat Turun Tangan
Peringati Hari Pramuka, Kapolresta Tangerang Sebut Pramuka Kawah Candradimuka Karakter Gen-Z
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:54 WIB

100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Sambut HUT RI ke 81 Polresta Tangerang Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara di Cikupa

Berita Terbaru

Sejarah & Budaya

Bukan Sekadar Lomba, Warga Grand Sutera Bikin Lingkungan Makin Asri

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:45 WIB