Metrosiar – Sebuah insiden pengeroyokan terjadi di halaman SMKN 9 Kabupaten Tangerang, pada Senin, 17 Maret 2025, sekitar pukul 12.10 WIB.
Tindak kekerasan ini diduga melibatkan dua oknum dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana terhadap dua anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah tersebut.
Peristiwa tersebut bermula ketika dua oknum LSM Gerhana mendatangi ruang Tata Usaha (TU) di SMKN 9 dan menanyakan tentang surat yang sebelumnya telah dikirimkan kepada pihak sekolah.
Setelah berbincang dengan beberapa saksi, termasuk Siti Fauziah dan Sarti, oknum LSM tersebut kemudian diarahkan untuk bertemu dengan Mansur, Kasi Humas di sekolah tersebut.
Cekcok mulut terjadi di depan gerbang sekolah antara para pelaku dan dua anggota PSHT yang tidak diketahui identitasnya.
Selanjutnya, kedua oknum LSM diduga melakukan pemukulan dan penusukan terhadap dua korban dengan senjata tajam.
Karyono, seorang anggota PSHT, mengalami luka tusuk di bagian belakang kepala, sementara Sunarto mengalami luka memar di bagian hidung.
Kedua korban segera dibawa ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan perawatan medis.
Identitas Korban dan Saksi
Korban:
- Karyono (lahir di Tuban, 15 Agustus 1975), seorang pria beragama Islam, bekerja sebagai keamanan di Perum Taman Kirana Surya, Blok D 8/31, RT 004/008, Desa Pasanggrahan, Kec. Solear, Kab. Tangerang. Karyono mengalami luka tusuk pada bagian kepala belakang.
- Sunarto (lahir di Madiun, 3 Mei 1980), seorang pria beragama Islam, bekerja sebagai keamanan di Perum Taman Kirana Surya, Blok K 46/02, RT 004/012, Desa Pasanggrahan, Kec. Solear, Kab. Tangerang. Sunarto mengalami luka memar pada hidung.
Saksi:
- Siti Fauziah (lahir di Tangerang, 19 Agustus 1993), perempuan, beralamat di Kp. Ranca Gede, Desa Munjul, Kec. Solear, Kab. Tangerang.
- Sarti (lahir di Wonorejo, 13 Juli 1969), perempuan, beragama Islam, beralamat di Taman Kirana Surya, Blok D 11/11, RT 003/008, Desa Pasanggrahan, Kec. Solear, Kab. Tangerang.
- Mansur (lahir di Tangerang, 15 Juni 1977), pria, beragama Islam, seorang PNS, beralamat di Kp. Pasanggrahan, RT 007/001, Desa Solear, Kec. Solear, Kab. Tangerang.
- Ahmad Fikri Maulana (lahir di Tangerang, 15 Desember 1993), pria, beragama Islam, beralamat di Jalan Dr. Saharjo 1, RT 004/012, Kel. Manggarai Tebet, Jakarta Selatan.
Kronologi Kejadian
Pada hari Senin, 17 Maret 2025, sekitar pukul 12.10 WIB, diduga dua oknum LSM Gerhana datang ke SMKN 9 Tangerang.
Mereka langsung menuju ruang Tata Usaha (TU) dan bertemu dengan Siti Fauziah dan Sarti.
Di ruang tersebut, oknum LSM mengaku ingin menanyakan tanggapan sekolah mengenai surat yang sebelumnya telah dikirim.
Setelah berbincang dengan Saksi Sarti, oknum LSM tersebut diarahkan untuk bertemu dengan Mansur, Kasi Humas di sekolah tersebut.
Setelah berbincang dengan Mansur, diduga pelaku kemudian meninggalkan ruang TU dan menuju keluar sekolah.
Di depan gerbang sekolah SMKN 9, terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku, yang kemudian berujung pada pemukulan dan penusukan menggunakan senjata tajam (diduga pisau/badik).
Akibatnya, Karyono mengalami luka tusuk di bagian belakang kepala, sementara Sunarto mengalami luka memar pada hidung.
Kedua korban segera dibawa ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Tindak Lanjut dan Penyidikan
Polisi yang menerima laporan kejadian ini langsung melakukan penyelidikan.
Beberapa barang bukti telah diamankan, di antaranya sebuah helm yang diduga milik salah satu pelaku, rekaman CCTV yang menunjukkan aksi kekerasan, serta surat dari LSM Gerhana yang menjadi pemicu kejadian tersebut.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang dan kini dalam proses pengejaran oleh pihak berwajib.
Polisi juga telah melakukan gelar perkara untuk mempercepat pengungkapan kasus ini.
Selain itu, polisi juga telah menyita barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat bukti yang ada.
Antisipasi Konflik Lebih Lanjut
Mengantisipasi adanya pergerakan dari kelompok PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang dapat melakukan aksi balasan berupa sweeping terhadap oknum LSM Gerhana, pihak Kepolisian telah meningkatkan pengamanan di wilayah Kabupaten Tangerang, terutama di sekitar lokasi kejadian.
Kepolisian meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan.
Harapan dari Pihak Kepolisian
Kapolresta Tangerang mengimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.
Penyelidikan lebih lanjut terhadap kedua pelaku dan proses hukum akan segera dilakukan, dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.(*)
Editor : Pedhu Konrad









