Gubernur NTT Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Kematian Prada Lucky

Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prada Lucky tewas mengenaskan dianiaya seniornya di Nagekeo, NTT. (Foto: Facebook/Junald Viranto Peka)

Prada Lucky tewas mengenaskan dianiaya seniornya di Nagekeo, NTT. (Foto: Facebook/Junald Viranto Peka)

Metrosiar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan komitmennya untuk mendampingi jalannya proses hukum terkait dugaan pembunuhan terhadap Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo.

“Kami bersama jajaran pimpinan TNI AD di wilayah NTT, Bali, hingga Jakarta, akan mengawal dan mendukung sepenuhnya langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terlibat,” ujarnya, Senin (11/8/25), dikutip Kompas.com.

Melki menyampaikan dukungan penuh kepada orang tua almarhum, Christian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey, yang sedang menempuh jalur hukum untuk mengusut tuntas penyebab kematian putra mereka.

Pernyataan ini disampaikan saat ia berkunjung ke rumah duka dan bertatap muka langsung dengan keluarga korban.

Baca juga:  Fasos Fasum RW 09 Kutabumi Dipertanyakan, Lurah Buka Suara: Ini Penjelasan Lengkapnya
Prada Lucky tewas usai diduga dianiaya oleh seniornya. Gubernur NTT pastikan keluarga dapat keadilan, 20 prajurit TNI sudah ditahan dan diperiksa.
Prada Lucky tewas di Nagekeo, NTT, kasusnya dikawal Gubernur, 20 anggota TNI termasuk perwira resmi jadi tersangka penganiayaan. (Foto: Facebook/Junald Viranto Peka)

“Kami akan memastikan agar keluarga memperoleh keadilan yang seadil-adilnya,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi harapan keluarga agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kita semua ingin tidak ada lagi tindakan kekerasan mematikan, baik dalam proses pendidikan maupun saat bertugas, di seluruh institusi, termasuk TNI, Polri, maupun instansi lainnya,” tegas Melki.

Latar Belakang Kasus

Prada Lucky tewas usai diduga dianiaya oleh seniornya. Gubernur NTT pastikan keluarga dapat keadilan, 20 prajurit TNI sudah ditahan dan diperiksa.
Prada Lucky tewas usai diduga dianiaya oleh seniornya. Gubernur NTT pastikan keluarga dapat keadilan, 20 prajurit TNI sudah ditahan dan diperiksa. (Foto: Facebook/Junald Viranto Peka)

Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit berusia 23 tahun yang bertugas di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere Nagekeo, meninggal dunia pada Rabu (6/8/25).

Baca juga:  Patroli Malam Polda Banten Digeber Jelang Nataru, Ini Titik yang Disisir

Sebelum wafat, ia sempat dirawat intensif di ICU RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, akibat dugaan penganiayaan oleh seniornya.

Komandan Brigade Infanteri 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto, membenarkan kabar tersebut.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, mengungkapkan bahwa 20 anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, termasuk satu perwira.

“Mereka semua kini tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh Detasemen Polisi Militer Kodam Udayana,” jelasnya usai melayat di rumah duka di Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Senin (11/8/25).*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma
Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Heboh! Dua Remaja di Cikande Menghilang Sejak Awal April, Ini Kata Polisi
Ketum BKN: Mundurnya KABAIS Bukti Tanggung Jawab Moral atas Kasus Andrie Yunus
Terbongkar! Senpi Ilegal Diselundupkan dari Lampung, Dua Orang Diciduk di Merak
Reformasi Polri Masuk Babak Awal, Yusril Bocorkan Arah Revisi UU Kepolisian
Berita ini 22 kali dibaca
Prada Lucky tewas di Nagekeo, NTT, kasusnya dikawal Gubernur, 20 anggota TNI termasuk perwira resmi jadi tersangka penganiayaan.

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 17:28 WIB

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Kamis, 23 April 2026 - 14:50 WIB

Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!

Selasa, 21 April 2026 - 21:51 WIB

Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”

Sabtu, 11 April 2026 - 11:43 WIB

Heboh! Dua Remaja di Cikande Menghilang Sejak Awal April, Ini Kata Polisi

Berita Terbaru

Kondisi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengalami kerusakan parah akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sejumlah korban.

Peristiwa & Bencana

Tragis! Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur Bertambah

Selasa, 28 Apr 2026 - 07:39 WIB

Puluhan buah durian hasil panen tersusun rapi di teras rumah warga sebelum dipasarkan, menunjukkan melimpahnya hasil panen durian

Advertorial

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 27 Apr 2026 - 23:31 WIB

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB