Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Avatar photo

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra menyebut, narasi ‘sell Indonesia’ yang muncul dari Singapura berlanjut ke Indonesia, diduga ada kaitannya dengan kebijakan Presiden Prabowo memerangi praktik under-invoicing dan transfer pricing.

Dia mencurigai, ada pihak yang sengaja membangun sentimen negatif terhadap pasar keuangan di Indonesia, dari Singapura. “Kita curiga ada skenario dari pihak-pihak yang menjadi sasaran dari kebijakan baru PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam memberantas under-invoicing dan transfer pricing. Kebetulan, posisi mereka kebanyakan di Singapura,” ujar Gede kepada Inilah.com, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, pihak-pihak yang berkepentingan untuk menciptakan tekanan terhadap pasar saham dan valuta asing (valas) di Indonesia, adalah mereka yang terganggu dengan pembentukan PT DSI.

Selama ini, maraknya praktik under-invoicing dan transfer pricing terkait ekspor CPO, batu bara dan paduan besi (ferroalloy) membuat negara kehilangan potensi pendapatan dalam jumlah besar.


Ironisnya, potensi pendapatan negara yang raib itu malah dinikmati kalangan pengusaha besar. Termasuk mereka yang saat ini berkecimpung di pasar keuangan Singapura. “Mereka memang tujuannya membuat destabilisasi ke pasar saham dan valas Indonesia,” katanya.

Meski begitu, Gede meyakini, sentimen negatif tersebut tidak akan berlangsung lama. Investor yang rasional akan mengacu kepada fundamental ekonomi Indonesia yang justru berpotensi menguat, seiring meningkatnya penerimaan negara, dari berbagai kebijakan yang muncul.

Gede menilai, langkah pemberantasan under-invoicing dan transfer pricing akan memperkuat basis penerimaan negara, sehingga memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah.

“Saya yakin, investor yang rasional malah akan kembali ke pasar Indonesia dan memegang surat utang atau saham Indonesia. Karena mereka paham bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat. Sulit digoyang,” tutur dia.


Narasi ‘Sell Indonesia’ dipakai para investor, salah satunya George Boubouras, kepala riset hedge fund K2 Asset Management untuk menggambarkan sentimen pasar terhadap Indonesia.

“Saya tidak memiliki eksposur sama sekali terhadap Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan,” ucap Boubouras dikutip The Straits Times dan Bloomberg pada berita mereka berjudul ‘Sell Indonesia’ sweeps trading desks as Prabowo tightens grip yang diterbitkan pada 5 Juni 2026.

Intinya, mereka menilai, strategi paling aman untuk kawasan Asia, bukan investasi di Indonesia. Justru menjual atau mengurangi eksposur investasi baik berupa saham, obligasi, SBN dan rupiah.

Menurut laporan Straits Times, terjadinya pergeseran sentimen hingga muncul narasi ‘Sell Indonesia’ setelah Prabowo menjalankan sejumlah agenda ekonomi sejak menjabat pada Oktober 2024.


Sedangkan dalam laporan Bloomberg menuliskan Boubouras yang mengelola aset sekitar US$4,3 miliar, telah menarik seluruh investasinya di Indonesia sejak 2024. “Sell Indonesia. Saya sama sekali tidak kenal Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan,” ujar Boubouras.

Baca juga:  NDC 3.0 Jadi Penentu Pasar Karbon, Indonesia Bidik Peluang di COP30
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci
Heboh! Pagi Hari di Makkah Berasa di Bogor, Jemaah Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk
Kacau di Terminal Ajyad! Jamaah Haji Saling Dorong demi Naik Bus Sholawat
Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:19 WIB

Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:35 WIB

Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB