Bongkar Pelanggaran! BPOM Cabut Izin 4 Skincare Milik Doktif

Avatar photo

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4 skincare milik Doktif dicabut izin edar oleh BPOM. (Foto: Dok. BPOM)

4 skincare milik Doktif dicabut izin edar oleh BPOM. (Foto: Dok. BPOM)

Metrosiar – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mencabut izin edar empat produk skincare yang terafiliasi dengan Amira Aesthetic Clinic (AAC) milik dr. Amira Farahnaz, yang dikenal publik sebagai “dokter detektif” (doktif).

Pengumuman ini disampaikan BPOM melalui akun Instagram resminya pada (7/8/25).

“BPOM kembali menemukan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan di Indonesia. Pelanggaran yang terjadi adalah komposisi produk tidak sesuai dengan informasi pada kemasan,” tulis BPOM dalam unggahan tersebut, dikutip Metrosiar, Selasa (12/8/2025).

Produk yang terkena pencabutan izin edar meliputi AAC Face Tonic AHA, AAC Day Cream with Brightener, AAC SB Oily, dan Amiraderm Glowing Night Cream Series.

Langkah ini diambil setelah BPOM menemukan perbedaan antara komposisi yang diajukan saat proses notifikasi dengan yang tercantum di label dan hasil produksi.

Baca juga:  PFN Garap Film Animasi "Pelangi di Mars" dengan Teknologi XR, Siap Ramaikan Industri Film Indonesia hingga Dunia

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menjelaskan ketidaksesuaian tersebut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius.

“Risiko yang mungkin muncul antara lain reaksi alergi, terutama bagi pengguna yang sensitif terhadap bahan yang tidak dicantumkan pada label,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan perbedaan formula dapat memengaruhi manfaat yang dijanjikan kepada konsumen.

“Produk mungkin tidak memberikan hasil sesuai klaim yang tertulis di kemasan,” tambah Prof. Taruna.

Tidak hanya produk AAC, BPOM turut mencabut izin edar total 21 produk skincare dan kosmetik dari berbagai merek lainnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), dr. Hanny Nilasari, Sp.DVE, mengimbau masyarakat lebih waspada sebelum membeli produk perawatan kulit.

“Pastikan produk memiliki izin edar BPOM sebagai jaminan legalitas dan keamanan,” ujarnya, Jumat (8/8/25).

Dilansir dari Kompas.com, dr. Hanny juga menganjurkan konsumen untuk memeriksa label komposisi dengan cermat, menghindari bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon, serta bahan yang berisiko menimbulkan iritasi seperti parfum dan alkohol.

Baca juga:  Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan: Kunci Sukses dalam Mengembangkan Diri, Meningkatkan Karier, dan Mewujudkan Impian dengan Ilmu dan Keterampilan

Ia mengingatkan agar tidak mudah tergiur klaim hasil instan, serta selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan keutuhan segel kemasan.

Sertifikasi tambahan seperti halal, non-komedogenik, cruelty-free, atau dermatologically tested juga bisa menjadi pertimbangan.

Penggunaan kosmetik yang tidak aman, lanjutnya, dapat memicu efek samping jangka pendek seperti gatal, kemerahan, bengkak, rasa perih, sensasi terbakar, hingga jerawat berlebihan.

Dalam jangka panjang, risiko dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti atrofi kulit, penipisan kulit yang membuatnya rapuh dan mudah teriritasi bahkan infeksi.

“Masyarakat perlu lebih teliti dalam membaca kandungan bahan aktif sebelum menggunakan produk,” tegas dr. Hanny.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan
BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim
54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Pabrik Obat Keras Ilegal Dibongkar, Polisi Ungkap Kapasitas 8 Juta Butir per Hari
Jimly Dorong Pansus, Polemik Syarat Cawapres 2024 Kembali Memanas
Geger! Polsek Pasar Kemis Sita 2.782 Butir Hexymer dan Tramadol di Serpong
Berita ini 52 kali dibaca
BPOM cabut izin edar 4 skincare milik “dokter detektif” karena komposisi tak sesuai label, berisiko timbulkan alergi dan gangguan kulit.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:35 WIB

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:01 WIB

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:28 WIB

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M. (kiri), bersama Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin, S.IP., M.Si. (kanan), meninjau kesiapan alat berat untuk pembangunan tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

Jelang Pembangunan Tanggul Cipangodokan, Lurah Kutabumi Tekankan Hal Ini!

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:40 WIB