Polda Banten Bongkar “Dokter Suntik Gas”, Ratusan Tabung Oplosan Diamankan!

Avatar photo

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Banten memaparkan kronologi dan modus penyalahgunaan LPG subsidi dalam konferensi pers, sementara para tersangka diperlihatkan di belakang meja barang bukti.

Polda Banten memaparkan kronologi dan modus penyalahgunaan LPG subsidi dalam konferensi pers, sementara para tersangka diperlihatkan di belakang meja barang bukti.

SERANG, Metrosiar — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten melalui Subdit IV Tipidter berhasil menghentikan praktik ilegal pengoplosan LPG subsidi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang. Hasil pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (02/12), dipimpin Wadirreskrimsus AKBP Bronto Budiyono, Plt Kabid Humas AKBP Meryadi, dan Kasubdit IV Tipidter Kompol Dhoni Erwanto.

Penyidik menetapkan lima tersangka, yakni AB (56) sebagai pemilik kegiatan, MA (30), AN (36) yang berperan sebagai “dokter suntik gas”, MR (43), dan SU (48) sebagai pembantu operator.

Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiyono bersama jajaran menunjukkan barang bukti tabung LPG oplosan dan peralatan penyuntikan gas dalam konferensi pers pengungkapan kasus migas di Mapolda Banten.

AKBP Bronto menjelaskan bahwa praktik pengoplosan ini terungkap setelah pengembangan kasus penyalahgunaan LPG bersubsidi di kawasan Rajeg, Jayanti, Solear, dan wilayah lain di Kabupaten Tangerang. Para pelaku kedapatan memindahkan isi LPG 3 kg subsidi ke tabung 12 kg nonsubsidi di Pangkalan LPG Cahaya Abadi milik AB, di Sepatan.

Baca juga:  Prediksi Harga Emas 2025 Naik Drastis, Bisa Tembus Rp2,5 Juta per Gram? Ini Faktanya!

Setiap hari, para pelaku mengumpulkan 300–600 tabung LPG 3 kg dari berbagai pangkalan di luar zona distribusi resmi. Tabung 5,5 kg hasil suntikan dijual seharga Rp80.000 per unit, sementara tabung 12 kg dijual Rp140.000 hingga Rp160.000. Keuntungan yang diperoleh mencapai Rp3,8 juta sampai Rp7,6 juta per hari. Selama lima bulan beroperasi, tersangka AB diduga meraup keuntungan lebih dari Rp594 juta.

Modus yang digunakan yaitu memindahkan gas menggunakan tombak regulator, timbangan elektronik, tali karet, dan es batu untuk menstabilkan tekanan. Gas oplosan tersebut diedarkan ke warung dan restoran di wilayah Tangerang.

Baca juga:  Badan Pengelola Investasi Danantara Mulai Danai Proyek Strategis Nasional, Apa Saja?

Dalam operasi ini, polisi menyita barang bukti besar, di antaranya:
4 kendaraan pick-up,
77 alat pemindah gas,
2.043 tabung LPG 3 kg (896 isi, 1.147 kosong),
60 tabung LPG 5,5 kg kosong,
504 tabung LPG 12 kg (270 isi, 234 kosong),
segel tabung dan timbangan digital.

Para tersangka dijerat Pasal 55 UU Migas yang telah diperbarui dengan UU Cipta Kerja, dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara atau denda hingga Rp60 miliar.

AKBP Bronto menegaskan bahwa Polda Banten akan terus memperketat pengawasan sektor migas agar praktik ilegal yang merugikan masyarakat dan negara dapat diberantas hingga tuntas.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan
BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim
54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Pabrik Obat Keras Ilegal Dibongkar, Polisi Ungkap Kapasitas 8 Juta Butir per Hari
Jimly Dorong Pansus, Polemik Syarat Cawapres 2024 Kembali Memanas
Geger! Polsek Pasar Kemis Sita 2.782 Butir Hexymer dan Tramadol di Serpong
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:35 WIB

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:01 WIB

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:28 WIB

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, tokoh lingkungan, dan para pemuda RW 003 berfoto bersama usai kegiatan Deklarasi Damai Pemuda di halaman Kantor Kelurahan Kutabumi, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

Tak Ingin Pemuda Terjerumus Tawuran, Lurah Kutabumi Tegaskan Lima Komitmen Damai!

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:55 WIB