Harga emas dunia diperkirakan akan melanjutkan penguatan di awal pekan depan

Avatar photo

Minggu, 12 Oktober 2025 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kenaikan harga emas yang terus berlanjut didukung oleh beberapa sentimen geopolitik, ketidakpastian fiskal, ancaman terhadap independensi Bank Central Amerika, serta supply dan demand.

kenaikan harga emas yang terus berlanjut didukung oleh beberapa sentimen geopolitik, ketidakpastian fiskal, ancaman terhadap independensi Bank Central Amerika, serta supply dan demand.

Metrosiar – Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia akan ditransaksikan pada level support US$ 3.987 per troy ons pada Senin (13/10/2025), dengan resistance pada kisaran US$ 4.059 per troy ons.

“Kalau hitungan untuk satu minggu, harga emas dunia kemungkinan besar support-nya di level US$ 3.936 per troy ons, resistance-nya di US$ 4.100,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Sabtu (11/10/2025).

Harga Emas semakin memuncak

Dia menjelaskan, harga emas dunia ada target resistance menyentuh Rp 4.150, namun belum diketahui akan terjadinya karena masih perlu melihat perkembangan ke depan.

“Saya tidak tahu November di akhir bulan atau di pertengahan bulan, karena ada target terakhir, itu adalah resistance di Rp 4.150 bukan di bulan November atau Desember. Ini masih tentatif, belum tahu melihat perkembangan selanjutnya,” katanya.

Dia memaparkan, kenaikan harga emas yang terus berlanjut didukung oleh beberapa sentimen geopolitik, ketidakpastian fiskal, ancaman terhadap independensi Bank Central Amerika, serta supply dan demand.

Baca juga:  Denyut Perdagangan Kambing dari Pasar Sentral Sudu Menuju Palopo Jelang Idul Qurban

Kita melihat walaupun kemarin sempat mengalami koreksi di level US$ 3.944 disebabkan oleh genjatan senjata di jalur Gaza antara Hamas dan Israel, tetapi itu terjadi hanya sesaat karena fund-fund besar melakukan taking profit untuk mendapatkan keuntungan dari level tertinggi. Jadi pada saat turun di bawah itu terus melakukan pembelian secara besar-besaran. Taking profit-nya itu adalah di US$ 4.100 per troy ons,” ujarnya.

Sentimen geopolitik datang dari Eropa, di mana perang Rusia dan Ukraina masih terus menjadi-jadi. Menurut Ibrahim, perang ini kemungkinan besar akan terus berkecamuk karena tidak ada satu kesepakatan, bahkan NATO dan Amerika terlibat langsung dalam perang tersebut.

“Ini yang akan membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan karena ketidakpastian perpolitikan di Eropa yang kita tahu bahwa Rusia salah satu penghasil minyak mentah terbesar yang tergabung dalam OPEC+,” kata Ibrahim.

Kemudian sentimen lainnya, ketidakpastian fiskal di Amerika. Perang dagang yang berkecamuk juga berdampak terhadap 50 negara bagian di Amerika, 20 di antaranya sudah memasuki krisis ekonomi.

Baca juga:  Jelang Imlek, Pasar Glodok Ramai dan Memerah

Menurut Ibrahim, hal ini yang membuat ketidakpastian fiskal di Amerika ini terus terjadi apalagi setelah shutdown atau diberhentikan sementara pemerintahan federal di Amerika.

“Sehingga Bank Sentral Amerika dalam pertemuan minggu depan secara bulat kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga 25 basis point. Penurunan suku bunga ini disebabkan karena mandeknya pemerintahan federal yang membuat tenaga kerja terus menurun, pengangguran terus mengalami peningkatan,” tambahnya.

Ibrahim menjelaskan, harga di Amerika untuk barang-barang semakin tinggi karena perang dagang. Di sisi lain, Trump baru saja memberikan biaya impor 100% terhadap China atas perlindungan tanah jarang.

“Sebelumnya di 1 Oktober, Trump juga sudah menerapkan biaya impor. Artinya perang dagang akan terus memanas dan ini yang akan membuat inflasi tak jelas, sehingga masyarakat akan kembali berbondong-bondong untuk melakukan pembelian terhadap logam mulia,” ungkapnya.

Sumber Berita: https://Investor.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB