Ngada, Metrosiar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngada bergerak cepat meningkatkan partisipasi pemilih menjelang Pemilu 2029 dengan menggandeng kampus dan lembaga pendidikan.
Langkah ini diwujudkan melalui rencana penandatanganan kerja sama pendidikan pemilih dengan sejumlah institusi, salah satunya STKIP Citra Bakti Ngada.
Ketua KPU Ngada, Stefania Octaviana Meo, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026), menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan STKIP Citra Bakti untuk menjajaki kerja sama tersebut.
“Kami melakukan kerja sama terkait pendidikan pemilih yang kami buat dalam bentuk kerja sama dan nota kesepahaman. Ini salah satu bentuk kegiatan kerja sama kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, KPU Ngada tidak hanya fokus pada satu kampus, tetapi juga akan menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Ngada.
Menurut Stefania, langkah ini diambil untuk memastikan peningkatan partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula, baik pada masa non-tahapan maupun saat tahapan pemilu berlangsung.
Terkait capaian saat ini, ia mengakui bahwa angka partisipasi pemilih di Ngada tergolong tinggi. Namun, KPU tetap berupaya meningkatkannya melalui berbagai strategi, termasuk kerja sama pendidikan ini.
Hal senada disampaikan Komisioner KPU Ngada, Timoteus Epivanus Kelisebo. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak dilakukan melalui mekanisme nota kesepahaman (MoU).
Menurutnya, saat ini dokumen MoU masih dalam proses dan harus disampaikan terlebih dahulu ke KPU Provinsi hingga KPU RI sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Jika poin-poin dalam MoU tersebut disetujui, maka KPU Ngada akan menindaklanjutinya dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris KPU Ngada, Andry Rinaldy, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di kalangan pemilih pemula.
Ia menyebut, dominasi pemilih dari generasi Z menjadi alasan utama KPU Ngada mempercepat sosialisasi partisipasi pemilih melalui jalur pendidikan.
Menurut Andry, pelajar mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi termasuk dalam kategori pemilih aktif yang memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi.
Karena itu, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu.
“Penyelenggaraan pemilu dan partisipasi pemilih bukan hanya menjadi tugas KPU, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat sebagai warga negara,” tegasnya.









