Peni Rilis Album 30, Arsip Emosional Setahun Berkarya di Skena Independen

Avatar photo

Rabu, 29 April 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peni, unit alternative rock/power pop asal Malang, merilis album debut 30 sebagai rangkuman perjalanan satu tahun mereka di skena independen. (Foto: dok. Peni)

Peni, unit alternative rock/power pop asal Malang, merilis album debut 30 sebagai rangkuman perjalanan satu tahun mereka di skena independen. (Foto: dok. Peni)

Malang, Metrosiar — Unit alternative rock/power pop asal Malang, Peni, resmi merilis album perdana bertajuk 30, yang merangkum perjalanan musikal mereka selama satu tahun terakhir.

Album berisi sepuluh lagu ini dirilis melalui label Haum Entertainment dan menjadi tonggak penting sejak kemunculan mereka di skena independen pada Januari 2025.

Album 30 merepresentasikan ungkapan paling jujur dari Peni, mulai dari gejolak emosi, keresahan personal, hingga refleksi sosial yang mereka alami. Band ini diperkuat oleh Ken Baruna (gitar/vokal), Gilang Domisilafa (gitar), Ardian Bagus “Susu” (bass), dan Aldian Ibanez “Dibot” (drum).

Secara musikal, Peni banyak terpengaruh oleh warna power pop dan alternative rock Amerika Serikat era 90-an. Namun dalam rilisan terbarunya, mereka juga mulai kembali ke akar pop Indonesia era 90–2000-an.

Baca juga:  Siti Nurhaliza Hangatkan Hari Ketiga Pestapora 2025 di Jakarta, Saya Bawa Pelukan Rakyat Malaysia untuk Anda

Dalam kurun waktu singkat, Peni terbilang produktif dengan merilis sejumlah single seperti “Allegori”, “Gejolak Asmara Masa Muda”, dan “Kota”. Ketiga lagu tersebut merepresentasikan spektrum tema yang beragam, dari adaptasi puisi, romansa obsesif, hingga keterasingan di tengah kehidupan urban.

Album ini dibuka dengan “Allegori”, adaptasi puisi karya Randy Levin Virgiawan, yang menegaskan arah lirik Peni yang puitis dan reflektif. Lagu “Jakarta” dan “Sama” mengangkat kegelisahan sosial, sementara “30” dan “Tidur” menyoroti tekanan hidup serta penyesalan personal.

Peni merangkum gejolak personal, romansa muda, dan kegelisahan urban dalam debut 30 yang tajam, jujur, dan relevan. (Foto: dok. Peni)

Nuansa pop hadir dalam “Gejolak Asmara Masa Muda” dan “Pesta”, sedangkan “Kota” menggambarkan kompleksitas patah hati di ruang urban. Album ini ditutup dengan “Tentang Kepergian”, lagu minimalis-akustik yang menghadirkan refleksi tentang kehilangan.

Baca juga:  Lesti Kejora Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Pelanggaran Hak Cipta

Seluruh materi dalam album ini diproduseri oleh Ken Baruna, direkam di Rama Studio, serta melalui proses mixing dan mastering oleh Rama Satria M.

Secara keseluruhan, 30 tidak hanya menjadi kumpulan lagu, tetapi juga arsip emosional fase awal Peni sebagai band—sebuah potret tentang individu yang menghadapi dunia yang bising, relasi yang rapuh, dan waktu yang terus berjalan.

Meski telah merilis album penuh, Peni mengaku belum memiliki agenda promosi atau aktivasi dalam waktu dekat. Mereka memilih kembali menjalani aktivitas masing-masing, sembari mempersiapkan materi untuk album kedua.

Album 30 kini telah tersedia dalam format digital melalui Bandcamp Haum Entertainment.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: penaBICARA.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Noah Siapkan Album Baru, Kerinduan Sahabat Noah Segera Terobati
Kodrat Kota Tangerang Satlat Kutabumi Ikut memeriahkan Malam Puncak Hut RI ke 81 dengan menampilkan aksi Seni Gerak Tarung Derajat
Peringati HUT RI Ke 81 Kampung Santri Kepuh Desa Klebet Buktikan Kekompakan Lewat berbagai Perlombaan dan Panggung Gembira
AM Cup 2026 Masuki Babak Puncak, Empat Tim Berebut Tiket Final
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
Menyaksikan Mimpi di Balik Layar, Film Dokumenter Timnas The Longest Wait Siap Guncang Bioskop
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Bandel Saat Ramadan? Forkopimcam Pasar Kemis Siap Tindak Tempat Hiburan
Berita ini 24 kali dibaca
Malang selalu punya cara melahirkan band-band menarik, dan Peni adalah salah satu nama yang kini layak masuk radar. Unit alternative rock/power pop ini akhirnya merilis album penuh perdana bertajuk 30, sebuah rilisan yang tidak sekadar kumpulan lagu, tapi juga potret mentah perjalanan emosional mereka selama setahun terakhir di skena independen. Beranggotakan Ken Baruna (gitar/vokal), Gilang Domisilafa (gitar), Ardian Bagus “Susu” (bass), dan Aldian Ibanez “Dibot” (drum), Peni bergerak di antara spektrum power pop dan alternative rock ala 90-an Amerika Serikat. Namun alih-alih terjebak nostalgia, mereka justru mulai menggeser arah dengan menyerap sensibilitas pop Indonesia era 90–2000-an—memberi rasa akrab tanpa kehilangan taji.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:53 WIB

Noah Siapkan Album Baru, Kerinduan Sahabat Noah Segera Terobati

Selasa, 1 September 2026 - 23:32 WIB

Kodrat Kota Tangerang Satlat Kutabumi Ikut memeriahkan Malam Puncak Hut RI ke 81 dengan menampilkan aksi Seni Gerak Tarung Derajat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:32 WIB

Peringati HUT RI Ke 81 Kampung Santri Kepuh Desa Klebet Buktikan Kekompakan Lewat berbagai Perlombaan dan Panggung Gembira

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:01 WIB

AM Cup 2026 Masuki Babak Puncak, Empat Tim Berebut Tiket Final

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:11 WIB

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H. (tengah) bersama jajaran Polresta Tangerang, Polsek Pasar Kemis, dan unsur terkait saat berada di lokasi penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kampung Kendal Wetan, Desa Sindang Panon.

Peristiwa & Bencana

Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:39 WIB

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB