Peneliti BRIN Temukan Molekul Baru untuk Tingkatkan Kinerja Sel Surya Perovskite

Avatar photo

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRIN kembangkan oxasmaragdyrin untuk tingkatkan efisiensi dan stabilitas sel surya perovskite melalui metode ramah lingkungan. (Freepik)

BRIN kembangkan oxasmaragdyrin untuk tingkatkan efisiensi dan stabilitas sel surya perovskite melalui metode ramah lingkungan. (Freepik)

Metrosiar – Selama bertahun-tahun, sel surya berbasis silikon mendominasi pasar energi surya. Namun, kemajuan teknologi mendorong para ilmuwan melirik material alternatif yang lebih fleksibel dan murah, salah satunya perovskite.

Material ini menarik perhatian karena mampu menyerap cahaya dengan efisien, diproduksi dengan biaya rendah, dan dapat dibuat dalam bentuk film tipis, bahkan fleksibel.

Meski potensial, sel surya perovskite masih menghadapi dua kendala utama: efisiensi konversi energi dan stabilitas jangka panjang.

Untuk mengatasinya, peneliti muda dari Pusat Riset Kimia BRIN, Mario Leonardus, merancang molekul baru bernama oxasmaragdyrin yang berfungsi sebagai hole-transporting material (HTM) komponen yang membawa muatan positif hasil penyerapan cahaya ke rangkaian listrik.

Oxasmaragdyrin merupakan turunan senyawa porfirin, dikenal mampu menyerap cahaya dan menghantarkan muatan listrik.

Baca juga:  Metode HU: Solusi Praktis Mengukur Daya Redam Hutan Bakau terhadap Gelombang Badai

Molekul ini efektif menangkap energi pada spektrum 400–800 nanometer, sehingga memaksimalkan penyerapan cahaya.

“Tujuannya agar perangkat sel surya bisa bekerja lebih efisien dan stabil dalam waktu lama,” kata Mario dalam webinar ilmiah SISTEM 2025 Vol. 4, Kamis (24/7/25).

BRIN kembangkan oxasmaragdyrin untuk tingkatkan efisiensi dan stabilitas sel surya perovskite melalui metode ramah lingkungan.
BRIN kembangkan oxasmaragdyrin untuk tingkatkan efisiensi dan stabilitas sel surya perovskite melalui metode ramah lingkungan. (Freepik)

Tidak berhenti di satu jenis, Mario dan timnya mengembangkan sejumlah varian oxasmaragdyrin.

Salah satunya, SM-09, mampu mencapai efisiensi konversi energi antara 13–14 persen angka yang tergolong tinggi untuk material HTM baru di sel surya perovskite.

Modifikasi molekul dilakukan dengan menambahkan gugus kimia metoksi (OMe), etoksi (OEt), dan butoksi (OBu).

Varian SM-OMe yang menggunakan gugus metoksi mencatat peningkatan kinerja paling signifikan.

Baca juga:  Jangan Sampai Telat! Ini Dia Jarak Tempuh Ideal untuk Ganti Oli Sepeda Motor Anda

“Kami melihat adanya pengaruh signifikan dari substituen metoksi dalam mempercepat transfer hole sekaligus menstabilkan material terhadap degradasi,” jelas Mario.

Keunggulan SM-OMe tidak hanya pada efisiensinya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang menggunakan metode green synthesis, yakni teknik sintesis ramah lingkungan yang mendukung produksi skala besar.

Hasil uji menunjukkan material ini stabil hingga 500 jam penggunaan tanpa pelindung khusus, yang berarti dapat menekan biaya produksi dan memperpanjang umur perangkat.

Stabilitas jangka panjang menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi energi terbarukan.

Inovasi molekul oxasmaragdyrin ini membuktikan bahwa riset material lokal mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi pada kemandirian energi nasional.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: BRIN

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Jembatan Gantung vs Jembatan Rangka, Dua Akses Penghubung Warga Papi–Garutu di Enrekang
Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya
Berita ini 46 kali dibaca
BRIN kembangkan oxasmaragdyrin untuk tingkatkan efisiensi dan stabilitas sel surya perovskite melalui metode ramah lingkungan.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:01 WIB

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur

Jumat, 4 September 2026 - 22:59 WIB

Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:10 WIB

Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia

Berita Terbaru

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (ketiga dari kanan) bersama para pihak terkait menunjukkan kebersamaan usai tercapainya kesepakatan damai dalam penyelesaian persoalan di Kecamatan Rajeg.

Pemerintahan

Sempat Memanas, Perselisihan GKPI Rajeg Kini Berakhir Damai

Senin, 21 Sep 2026 - 23:17 WIB

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali.

TNI POLRI

Peran Perempuan Jadi Sorotan di Forum Kepolisian Dunia Bali

Senin, 21 Sep 2026 - 02:14 WIB

Pendidikan

Belum Tersentuh MBG, Ratusan Santri di Serang Dapat Makan Gratis

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:27 WIB

Peristiwa & Bencana

Enam Bulan Kekeringan, Warga Kampung Cerocoh Akhirnya Dapat Bantuan Air Bersih

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:27 WIB