Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar yang Dijuluki Gubernur Konten, Kembali Beri Santunan Rp25 Juta

Avatar photo

Rabu, 21 Mei 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

Metrosiar – Belakangan ini, publik Indonesia ramai membicarakan sosok Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, yang kerap dijuluki sebagai “gubernur konten”.

Julukan ini melekat karena Kang Dedi sapaan akrabnya aktif membagikan aktivitas kesehariannya melalui media sosial pribadi.

Baru-baru ini, Dedi kembali menjadi sorotan setelah memberikan bonus sebesar Rp25 juta kepada para siswa petugas upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025 di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (20/5/25).

Baca juga:  Tas "Ajaib" Hakim Djuyamto: Berisi Uang Setengah Miliar, Cincin Mewah, dan Dua HP Dititipkan ke Satpam Sehari Sebelum Ditangkap

“Saya kasih bonus untuk petugas upacara Rp25 juta untuk dibawa pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar Dedi dalam pidatonya.

Tak hanya itu, Dedi juga menanggapi julukan “gubernur konten” yang sering disematkan padanya. Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan mengenai sumber dana yang ia bagikan kepada masyarakat.

“Saya selalu ditanya, duitnya dari mana?, ngonten!,” tegasnya.

Dedi mengungkapkan ia tidak masalah dengan julukan tersebut. Bahkan, menurutnya, menjadi “gubernur konten” lebih baik daripada dianggap sebagai pemimpin yang kurang aktif atau hanya menghabiskan anggaran untuk kepentingan pribadi.

Baca juga:  Hari Kebangkitan Nasional 2025: Asta Cita sebagai Arah Strategis Menuju Indonesia Kuat dan Berkeadilan

“Disebut gubernur konten, lebih baik jadi gubernur konten punya duit diberikan kepada rakyat, ketimbang jadi kepala daerah yang molor,” jelas Dedi.

“Daripada gubernur yang tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri, teu hayang teuing aing (tidak mau saya),” tegasnya.(*)

Editor : Konrad

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 14 kali dibaca
Mengapa Dedi Mulyadi Dijuluki "Gubernur Konten"? Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok yang aktif berinteraksi dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui konten di media sosial. Kebiasaannya membagikan bantuan tunai secara spontan menjadi salah satu alasan mengapa ia dijuluki "gubernur konten". Meski menuai pro dan kontra, Dedi tetap konsisten dengan gaya kepemimpinannya yang blak-blakan dan dekat dengan rakyat. Bagaimana tanggapan Anda terkait hal ini? #DediMulyadi #GubernurKonten #Jabar #Harkitnas2025

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB