Tegak Lurus, PDIP Ngada Dukung Pilkada Langsung, Fridus Muga: Kedaulatan Ada Ditangan Rakyat

Avatar photo

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada, Wilfridus Muga. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada, Wilfridus Muga. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Kabupaten Ngada, Metrosiar – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada menyatakan sikap menolak wacana pemilihan Kepala Daerah lewat mekanisme suara terbanyak di DPRD.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Ngada, Wilfridus Muga ketika dikonfirmasi media ini, Jumat (16/01/26) di Bajawa menegaskan bahwa pihaknya harus tegak lurus dari pusat hingga ke daerah untuk tetap mendukung pilkada secara langsung.

Pria yang akrab disapa Fridus Muga ini bahkan mengingatkan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat, sehingga rakyat berhak menentukan siapa yang bakal menjadi pemimpinnya.

Dia menegaskan, jika mekanisme dan otoritas Pilkada mutlak di tangan parlemen, tanpa mengindahkah realitas di akar rumput, hal tersebut dinilainya sebagai kemunduran demokrasi.

Menurut Fridus Muga, sesuai amanah reformasi bahwa asas dari pemilu adalah menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Jika rencana itu diwujudkan, maka dapat mencederai demokrasi.

Baca juga:  Kawal Ketat PIP, Fridus Muga Kumpulkan Kepsek: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Salah Sasaran

Selain itu, tambah dia, juga justru membuka peluang lebar-lebar terhadap praktik lobi politik tanpa mengindahkan rekam jejak kader di mata publik.

”Lagipula, wacana itu juga pernah diuji coba di MK dan hasilnya tidak berhasil. Tentu, kami tegas menolak wacana itu, hal itu merupakan kemunduran demokrasi,” pungkas Fridus Muga.

Menurut pria yang juga anggota DPRD Ngada tersebut, demokrasi yang sehat adalah berbasis pada kedaulatan rakyat.

Oleh karena itu, pihaknya ingin memastikan bahwa sosok pemimpin terpilih adalah mereka yang hadir dan bekerja untuk masyarakat.

”Bukan mereka yang mengandalkan kedekatan dengan pemegang kebijakan di pusat. Dalam hal ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada berharap agar pilkada tetap berjalan sesuai marwah demokrasi langsung yang transparan,” tandasnya.

Baca juga:  PDIP Ngada Turun ke Desa, Pengobatan Gratis hingga Beasiswa dan Sembako Ringankan Beban Warga

Meski demikian, Fridus Muga tidak menampik adanya kekuatiran terjadinya politik uang dan konflik sosial, jika Pilkada dilaksanakan secara langsung.

Namun kata dia, konflik sosial yang dirasakan ditengah masyarakat tentunya tidak akan bertahan lama.

“Kami memahami kekhawatiran tersebut, tapi kami percaya bahwa dengan pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas, kita bisa meminimalisir risiko tersebut. Selain itu, pilkada langsung juga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Fridus Muga menyatakan jika pada akhirnya diputuskan bahwa Pilkada dipilih oleh DPRD, maka pihaknya siap menghadapi apapun keputusan yang diambil.

Namun meski demikian, PDI Perjuangan Kabupaten Ngada tetap percaya bahwa pilkada langsung lebih baik bagi demokrasi di Indonesia.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
MK Bicara Ijazah Gibran, Jawabannya Bikin Polemik Makin Panas
Fahri Hamzah Tantang DPR: Ambang Batas Parlemen 0% atau 20%, Berani?
Anis Matta Bongkar Strategi Gelora Menuju 2029
Berita ini 362 kali dibaca
Pria yang akrab disapa Fridus Muga ini bahkan mengingatkan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat, sehingga rakyat berhak menentukan siapa yang bakal menjadi pemimpinnya. Dia menegaskan, jika mekanisme dan otoritas Pilkada mutlak di tangan parlemen, tanpa mengindahkah realitas di akar rumput, hal tersebut dinilainya sebagai kemunduran demokrasi.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB