BEM KBM Untirta Desak Menhan Tegakkan Supremasi Sipil Pasca Pengesahan UU TNI

Avatar photo

Rabu, 21 Mei 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BEM Untirta melakukan unjuk rasa. Dok Istimewa

Ketua BEM Untirta melakukan unjuk rasa. Dok Istimewa

Metrosiar – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (BEM KBM Untirta) menyampaikan pernyataan sikap kritis terhadap pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru saja disahkan oleh DPR RI dan Pemerintah. (Serang, 22 Mei 2025)

 

Dalam revisi UU tersebut, sejumlah ketentuan baru membuka ruang bagi pelibatan TNI dalam berbagai sektor sipil seperti keamanan siber, ketahanan energi, serta penanggulangan terorisme. BEM Untirta menilai ketentuan ini berpotensi melemahkan prinsip supremasi sipil dan menimbulkan kemunduran terhadap semangat reformasi 1998 yang menolak praktik dwifungsi militer.

 

Ketua BEM KBM Untirta, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa Menteri Pertahanan sebagai pemimpin sipil dalam sektor pertahanan memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan implementasi UU TNI tetap tunduk pada prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi sipil sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Ayat (3) UUD 1945.

Baca juga:  Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Kembali Mencuat, Rocky Gerung: Reformasi Harus Diulangi

 

Lima tuntutan utama yang disampaikan BEM KBM Untirta kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia, antara lain:

1. Memberikan jaminan publik dan politik bahwa pelaksanaan UU TNI tetap mengedepankan supremasi sipil sesuai amanat konstitusi dan semangat reformasi;

 

2. Menyatakan sikap terbuka dan tegas terhadap pasal-pasal kontroversial dalam UU TNI guna mencegah penyalahgunaan wewenang oleh militer di sektor sipil;

 

3. Mengatur regulasi teknis yang membatasi keterlibatan militer aktif dalam urusan non-pertahanan melalui Peraturan Pemerintah atau kebijakan sektoral;

Baca juga:  Jimly Dorong Pansus, Polemik Syarat Cawapres 2024 Kembali Memanas

 

4. Menolak segala bentuk normalisasi dwifungsi militer, baik secara struktural maupun kultural, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

 

5. Menjamin pelaksanaan UU TNI berada dalam kerangka konstitusional dan demokratis, sebagai tanggung jawab moral seorang pemimpin sipil.

 

“Jika Menhan memilih diam, maka negara telah menunjukkan keberpihakannya bukan pada demokrasi, tetapi pada bayang-bayang dwifungsi militer yang hendak dinormalisasi kembali,” tegas pernyataan BEM KBM Untirta.

 

BEM KBM Untirta juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus mengawal jalannya implementasi UU TNI agar tidak melenceng dari cita-cita reformasi dan nilai-nilai demokrasi.

 

Narahubung Media:

Instagram: @bemkbmuntirta

Email: bemkbmuntirta@gmail.com

 

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Fahri Hamzah Hadiri Pelantikan Gelora Kab Tangerang, Target 2029 Jadi Sorotan
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
MK Bicara Ijazah Gibran, Jawabannya Bikin Polemik Makin Panas
Fahri Hamzah Tantang DPR: Ambang Batas Parlemen 0% atau 20%, Berani?
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Fahri Hamzah Hadiri Pelantikan Gelora Kab Tangerang, Target 2029 Jadi Sorotan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, tokoh lingkungan, dan para pemuda RW 003 berfoto bersama usai kegiatan Deklarasi Damai Pemuda di halaman Kantor Kelurahan Kutabumi, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

Tak Ingin Pemuda Terjerumus Tawuran, Lurah Kutabumi Tegaskan Lima Komitmen Damai!

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:55 WIB