Tragedi Penembakan di Tambang Emas Ilegal Ratatotok Sulut: Dugaan Oknum Brimob Polda Sulut Terlibat Jaga Keamanan Tambang Milik WNA China itu

Avatar photo

Selasa, 11 Maret 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum Brimob Polda Sulut diduga terlibat dalam penembakan warga di tambang ilegal, yang menewaskan Fernando Tongkotow di Ratatotok, Sulut. (Foto: Istimewa)

Oknum Brimob Polda Sulut diduga terlibat dalam penembakan warga di tambang ilegal, yang menewaskan Fernando Tongkotow di Ratatotok, Sulut. (Foto: Istimewa)

 

Metrosiar – Sebuah peristiwa tragis telah terjadi di kawasan tambang emas ilegal di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Senin, 10 Maret 2025.

Diberitakan Tribun Manado seorang warga setempat, Fernando Tongkotow, yang dikenal dengan nama Edo, kehilangan nyawanya setelah tertembak di bagian kepala oleh seorang anggota Brimob Polda Sulut.

Kejadian naas tersebut berlangsung pada dini hari, sekitar pukul 01.30 WITA, ketika korban dan beberapa temannya sedang menuju lokasi tambang ilegal yang diduga dikelola oleh warga negara asing asal Tiongkok, You Ho.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, sekitar sepuluh anggota Brimob Polda Sulut tengah berjaga di sekitar lokasi tambang ilegal tersebut.

Saat Edo bersama rombongannya mendekati area tambang diduga untuk mengambil karbon namun mereka tiba-tiba diserang dengan tembakan membabi buta.

Satu tembakan mengenai kepala Edo, tepat di bagian dekat telinga, yang mengakibatkan korban terjatuh dan kehilangan nyawa meskipun sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga:  Siap-siap! Dompet Terkuras Karena Kebijakan Baru di 2025

Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh rekan-rekan korban tidak membuahkan hasil karena pendarahan yang terlalu banyak. Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat dan mendapat perhatian luas dari berbagai media.

Langkah Tegas Polda Sulut

Terkait dengan insiden tersebut, Polda Sulawesi Utara langsung menanggapi dengan serius.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Michael Thamsil, menyatakan Propam Polda Sulut telah diperintahkan untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan anggota Brimob dalam peristiwa penembakan ini.

“Kapolda telah memerintahkan Propam untuk turun tangan melakukan penyelidikan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujar Kombes Michael.

Lebih lanjut, ia menegaskan jika terbukti ada anggota Brimob yang terlibat dalam kejadian ini, proses hukum akan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan kejelasan peran aparat keamanan dalam insiden tersebut.

Tambang Ilegal dan Keberadaan Brimob

Insiden ini memunculkan pertanyaan tentang peran aparat keamanan yang seharusnya menjaga kedamaian dan hukum di masyarakat, namun diduga malah terlibat dalam melindungi operasional tambang ilegal.

Baca juga:  Konflik Agraria Meningkat: Mafia Tanah, Korporasi, dan Modal Asing di Balik Sengketa Lahan

Keberadaan anggota Brimob di lokasi tambang ilegal tersebut patut dipertanyakan, mengingat tambang emas ilegal berpotensi merusak lingkungan dan bertentangan dengan hukum Indonesia.

Penanggulangan Kejahatan Tambang Ilegal

Kasus ini juga menjadi yang kesekian banyaknya aktivitas tambang ilegal di Indonesia yang sering melibatkan pihak-pihak tertentu, termasuk aparat keamanan, yang mestinya bertanggung jawab untuk menegakkan hukum dan melindungi kepentingan masyarakat, Negara dan Bangsa.

Pihak Polri kini fokus untuk menuntaskan penyelidikan kasus penembakan ini agar tidak ada lagi tindakan serupa di masa mendatang, sekaligus penindakan terhadap orang asing yang bebas memiliki tambang emas di Sulut, dan di Indonesia umumnya.

Polda Sulut, bersama dengan instansi terkait, didorong segera memberikan kejelasan mengenai kejadian ini dan mengambil tindakan yang tegas terhadap setiap oknum yang terbukti melanggar hukum, termasuk pemilik tambang emas ilegal asal China.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Banten Never Changes !
Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”
Di Mana Polisi Tidur Saat Reformasi Polri Mulai Bekerja
Krisis Jalur Gaza: Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina
Diduga Langgar HAM, Tim Seleksi Pegawai Non-ASN Dinkes Kota Tangerang Disorot
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:26 WIB

Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:33 WIB

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:21 WIB

Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:24 WIB

Banten Never Changes !

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:07 WIB

Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB

Foto : Mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya

Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:35 WIB

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB