Banjir Berpotensi Tinggi: Waspadai Dampak Kesehatan Masyarakat

Jumat, 11 Juli 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kondisi Banjir

kondisi Banjir

Metrosiar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek selama satu pekan ke depan. Salah satu daerah yang dinilai paling rawan terdampak adalah kawasan Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Prediksi hujan deras yang dapat memicu banjir besar menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk penggiat kemanusiaan dan kesehatan masyarakat. Tangerang, Banten.

Ancaman Banjir: Tak Hanya Soal Infrastruktur, Tapi Juga Kesehatan

Ratna Jumila, aktivis kemanusiaan sekaligus Pemerhati Ibu dan Anak, menekankan bahwa banjir bukan hanya masalah genangan air, tapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis.

“Banjir bisa menyebabkan penyebaran penyakit menular seperti diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan kulit. Apalagi jika air tercemar limbah atau kotoran,” ujar Ratna dalam wawancara via telepon, Jumat (11/7/2025).

Ratna Jumila mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan fasilitas kesehatan serta logistik medis tersedia di wilayah-wilayah berisiko tinggi.

Kegiatan Grebek Posyandu di Balai Warga RW 05 Kutabaru, Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, dengan partisipasi kader Posyandu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kutabumi, serta dukungan warga dan perangkat kelurahan dalam upaya pencegahan stunting.
Ratna Jumila A.Md, Keb

Langkah Mitigasi: Dari Drainase Hingga Posko Kesehatan

Untuk mencegah dampak banjir yang lebih luas, Ratna menyarankan langkah-langkah strategis yang harus segera dilakukan pemerintah daerah, di antaranya:

  • Pembersihan saluran air dan gorong-gorong secara intensif guna mencegah genangan air.
  • Pemeriksaan pompa air dan infrastruktur penanggulangan banjir di titik-titik rawan.
  • Penyediaan posko kesehatan dan logistik darurat di lokasi strategis.
  • Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan perilaku hidup sehat selama musim banjir.
Baca juga:  Banjir di Kosambi Meluas, Dandim dan Bupati Tangerang Turun Langsung—Ini yang Dibagikan ke Warga!

Ratna juga mengingatkan tentang fenomena pasang laut akibat bulan purnama yang berpotensi memperparah genangan air di pesisir utara.

“Jika hujan lebat terjadi bersamaan dengan air pasang, risiko banjir rob sangat tinggi. Ini harus diantisipasi secara lintas sektor, termasuk oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Risiko Kesehatan yang Mengintai

Banjir besar tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan penyebaran penyakit. Beberapa dampak kesehatan yang sering muncul pascabanjir antara lain:

  • Diare dan kolera, akibat kontaminasi air bersih.
  • Leptospirosis, yang ditularkan melalui air kencing tikus.
  • Infeksi saluran pernapasan karena lingkungan lembap dan penumpukan sampah.
  • Penyakit kulit dan gatal-gatal akibat kontak langsung dengan air kotor.
  • Demam berdarah dengue (DBD), karena genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Penyelenggaraan program vaksinasi DBD menjadi langkah penting yang perlu diprioritaskan pemerintah daerah, terutama di wilayah-wilayah dengan kasus DBD tinggi. Vaksin dengue dapat menjadi pelindung tambahan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, yang rentan terpapar virus dengue saat musim penghujan dan banjir.

Tak hanya itu, Ratna juga mengingatkan masyarakat untuk memiliki kantong obat darurat di rumah masing-masing. Kantong obat ini sebaiknya berisi obat-obatan dasar seperti oralit, obat demam, salep kulit, antiseptik, perban, dan vitamin.

“Vaksinasi dengue bukan hanya pilihan, tapi langkah pencegahan jangka panjang yang sangat dibutuhkan di daerah endemis seperti Banten dan sekitarnya,” ujar Ratna menegaskan.

Baca juga:  Masalah adalah Peluang: Cara Pengusaha Tangguh Mengubah Tantangan Menjadi Keberhasilan

Tenaga kesehatan diharapkan disiagakan di titik-titik pengungsian dan fasilitas medis perlu dipastikan siap melayani lonjakan pasien saat darurat.

Tas Siaga Bencana
Tas Siaga Bencana

Cuaca Ekstrem Dipicu Anomali Iklim Global

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya menyebut cuaca ekstrem ini merupakan dampak anomali iklim global. Meski seharusnya wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, namun sebagian besar wilayah, termasuk Jabodetabek, masih mengalami curah hujan tinggi.

“Kondisi ini disebut sebagai kemarau basah, di mana meskipun secara kalender sudah musim kering, hujan deras masih terjadi karena berbagai faktor atmosfer global,” jelas Dwikorita.

Faktor-faktor penyebab kemarau basah meliputi:

  • Melemahnya Monsun Australia yang biasanya membawa udara kering.
  • Tingginya suhu muka laut di wilayah selatan Indonesia, yang mempercepat terbentuknya awan hujan.
  • Aktivitas Gelombang Kelvin dan konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan di Jawa bagian barat.

Ajakan untuk Waspada dan Bersinergi

BMKG mengimbau seluruh pemerintah daerah, termasuk Provinsi Banten, untuk tidak mengabaikan peringatan dini cuaca ekstrem. Diperlukan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan dampak banjir, terutama dari sisi kesehatan publik.

“Kami harap semua elemen siaga. Jangan tunggu korban jatuh baru bertindak. Edukasi, kesiapsiagaan logistik, dan informasi yang akurat bisa menyelamatkan nyawa,” tutup Dwikorita.

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai
BPJS Naik, Cak Imin Dukung dan Rakyat Jadi Tumbal
Cisadane Diracuni! Aktivis “Geruduk” KLH, Desak Tangkap dan Pidanakan Pelaku Kejahatan Lingkungan
Darurat Lingkungan! Kebakaran Gudang Kimia Taman Tekno Diduga Sebabkan Pencemaran Cisadane
Banten Never Changes !

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:21 WIB

Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?

Senin, 9 Maret 2026 - 17:52 WIB

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

BPJS Naik, Cak Imin Dukung dan Rakyat Jadi Tumbal

Berita Terbaru