Ahmad Jabidi: Gus Muhaimin Figur Pemimpin Masa Depan Indonesia!

Avatar photo

Kamis, 28 Agustus 2025 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LKP DPW PKB Sumatera Utara, H. Ahmad Jabidi Ritonga. (Foto: Dok. Istimewa)

Ketua LKP DPW PKB Sumatera Utara, H. Ahmad Jabidi Ritonga. (Foto: Dok. Istimewa)

Metrosiar Indonesia tengah memasuki fase sejarah yang penuh tantangan. Arus globalisasi, perubahan iklim, hingga persaingan geopolitik dunia menuntut hadirnya pemimpin visioner yang cerdas, bermoral, dan mampu merangkul keberagaman bangsa.

Di tengah dinamika tersebut, nama Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin muncul sebagai figur yang dinilai layak menjadi pemimpin nasional di masa depan.

Ketua LKP DPW PKB Sumatera Utara, H. Ahmad Jabidi Ritonga, menilai Gus Muhaimin adalah teladan politik kebangsaan yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial sekaligus menjaga persatuan di tengah polarisasi politik.

Jejak Politik dan Karakter Gus Muhaimin

Lahir dari keluarga pesantren, Gus Muhaimin tumbuh dengan nilai-nilai Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berakar pada budaya bangsa. Karakter inilah yang membentuk pandangan politiknya yang inklusif.

Sejak muda, ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), lalu melangkah ke panggung politik formal hingga dipercaya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Saat ini, sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ia tidak hanya fokus pada kontestasi elektoral, tetapi juga membangun kekuatan sosial jangka panjang dengan memperkuat kaderisasi partai dan memperluas jejaring politik.

Baca juga:  Terkuak! Mundurnya Rahayu Saraswati dari DPR RI Picu Amarah Publik

“Perjalanan Gus Muhaimin adalah cermin dari kerja keras, keteguhan sikap, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman,” ujar Ahmad Jabidi.

Politik Jalan Tengah, Menyatukan Bangsa

Salah satu gagasan utama Gus Muhaimin adalah politik jalan tengah. Konsep ini menjadi solusi atas polarisasi tajam di masyarakat.

Jalan tengah tidak dimaknai sebagai kompromi tanpa arah, melainkan sikap bijak yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kelompok tertentu.

Dalam bidang ekonomi, misalnya, ia menolak dikotomi pasar bebas versus intervensi negara secara penuh. Sebaliknya, ia menawarkan model ekonomi yang mendukung inovasi sekaligus melindungi kelompok rentan.

Di ranah global, politik jalan tengah diterjemahkan dengan menjadikan Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia melalui pendekatan non-blok yang diperbarui.

Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Kaderisasi

Bagi Gus Muhaimin, kepemimpinan sejati harus berakar pada nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan kebersamaan. Nilai itu ia tanamkan dalam tubuh PKB melalui program kaderisasi berkelanjutan.

Proses ini tidak sekadar melahirkan kader politik untuk memenangkan pemilu, tetapi juga mencetak agen perubahan di tengah masyarakat.

Baca juga:  3 Program Andalan Ivan Ahda yang Siap Ubah Nasib ILUNI UI

Teknologi digital turut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi internal, namun inti kaderisasi tetap berfokus pada pembentukan integritas dan kepemimpinan.

Peran Strategis Nasional dan Global

Gus Muhaimin juga menaruh perhatian pada isu-isu strategis, seperti ketahanan pangan, kedaulatan energi, pemerataan ekonomi, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Ia menilai bahwa tantangan nasional tidak bisa dilepaskan dari dinamika global, sehingga diperlukan strategi proaktif dan berorientasi jangka panjang.

Dalam diplomasi, ia mendorong Indonesia memainkan peran sebagai kekuatan moral dunia—mendorong perdamaian, melawan ketidakadilan global, hingga melindungi pekerja migran.

Sosok Pemimpin Masa Depan

Dengan rekam jejak panjang, gagasan jalan tengah, dan kepemimpinan berbasis nilai, banyak kalangan menilai Gus Muhaimin sebagai figur yang siap memimpin Indonesia ke arah yang lebih inklusif, adil, dan berdaya saing global.

“Gus Muhaimin bukan hanya pemimpin partai, tetapi pemimpin bangsa yang punya visi jelas dan konsistensi kuat. Ia adalah role model pemimpin masa depan Indonesia,” tegas Ahmad Jabidi Ritonga.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Mendorong Pilkada Asimetris 2029
PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI
Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.
130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang
Camat Pasar Kemis Jelaskan Soal Anggaran Konsumsi Rapat :” Itu Hitungan Setahun Untuk 4 Kelurahan”
Aklamasi di Musda XI! Andreas Paru Kembali Nahkodai Golkar Ngada, Siap Satukan Kader dan Rebut Kemenangan Politik
Musda XI Golkar Ngada Jadi Momentum Kebangkitan, Kader Rapatkan Barisan Menuju Kemenangan Politik
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:15 WIB

Mendorong Pilkada Asimetris 2029

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:02 WIB

Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:02 WIB

130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB