Ultimatum Menkeu Purbaya pada BGN soal Serapan MBG, Salah Satu Program Prioritas Presiden Prabowo

Avatar photo

Sabtu, 20 September 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya (kiri) akan awasi penyerapan anggaran pelaksanaan MBG hingga ajak Kepala BGN (kanan) rutin laporan ke publik. (Kolase Instagram/menkeuri - badangizinasional.ri)

Menkeu Purbaya (kiri) akan awasi penyerapan anggaran pelaksanaan MBG hingga ajak Kepala BGN (kanan) rutin laporan ke publik. (Kolase Instagram/menkeuri - badangizinasional.ri)

Metrosiar – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali memberi penegasan mengenai uang yang tak terserap di kementerian/lembaga (K/L).

Secara khusus, Menkeu menyoroti tentang penyerapan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“MBG treatment-nya sama, kalau memang kita bisa lihat dan kita coba bantu termasuk ngirim manajemen dan segala macam, biar kerja,” kata Menkeu Purbaya kepada awak media di kantor Kemenkeu pada Jumat (19/9/25).

Purbaya menegaskan akan menunggu sampai akhir Oktober mengenai penyerapan anggaran yang bisa dilakukan oleh BGN untuk melaksanakan MBG.

Jika tidak terserap dan masih ada anggaran, ia memastikan akan menariknya lagi dan akan digunakan untuk keperluan lain.

“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapan hanya akan sekian ya kita ambil juga kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang,” terangnya.

“Jadi, pada dasarnya tidak ada uang nganggur di departemen ataupun di kementerian yang di-earmark sampai akhir tahun, kira-kira begitu,” imbuhnya.

Dapat Restu dari Presiden Prabowo

Program MBG merupakan salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakilnya, Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga:  Bupati Tangerang dan Kapolres Tinjau Pos Pam Ketupat Balaraja Barat, Pastikan Kesiapan Petugas di Lapangan

Atas rencana menarik uang yang gagal diserap dari pelaksanaan MBG, Purbaya menyatakan sudah mendapat restu dari Prabowo.

“Kalau uangnya nggak bisa diserap nggak setuju, dia (Prabowo) nggak setuju juga nggak bisa diserap, nggak merubah apa-apa, kan?” kata Purbaya.

“Dia (Prabowo) bilang, ‘Saya oke, boleh, bagus,’” imbuhnya.

Menurut Purbaya, langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyerapan MBG bisa lebih cepat.

“Kalau tidak ada sanksi ya mereka santai-santai aja. Ini stick and carrot. Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya, tapi hitungan kita tidak mungkin kelihatannya, maka kita mau lihat dan perbaiki. Kita bantu kalau bisa,” terangnya.

Rencana Serapan MBG hingga November

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui ada perlambatan penyerapan di awal program berjalan.

“Januari itu kan hanya 190 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), itu penyerapannya berapa? Hanya Rp190 miliar, tapi hari ini sudah 8.344 (SPPG), ini sudah Rp 8,3 triliun,” kata Dadan kepada awak media di kantor BGN, Jakarta Pusat pada Kamis (18/9/25).

BGN, menurut Dadan, juga tengah mengejar target agar akhir September sudah memiliki 10 ribu dapur aktif, sehingga pada awal Oktober sudah menyerap anggaran sebesar Rp10 triliun.

Baca juga:  Asisten 2 Setda Ngada Pimpin Rakor Ketapang, Pastikan Data Ketersediaan Produksi Bahan Pangan Dapur MBG

Kemudian, pada bulan Oktober BGN menargetkan ada 20 ribu SPPG dengan penyerapan anggaran di bulan November menjadi Rp20 triliun.

Purbaya: Sisir K/L Lambat dan Ajak Kepala BGN Laporan Publik

Sebelumnya, saat rapat kerja perdananya usai dilantik menjadi Menteri Keuangan bersama DPR, Purbaya menyatakan akan membentuk tim khusus untuk memastikan penyerapan anggaran program yang dijalankan pemerintah.

Ia menyebut bahwa saat ini, beberapa program masih lamban dalam penyerapan, sehingga butuh pihak yang akan terjun langsung untuk memonitor.

“Kalau mereka nggak bisa nyusun kebijakan anggaran dalam nyusun program kerjanya atau pengajuan anggarannya, kami akan kirim orang ke sana supaya jalannya cepat dan kita akan monitor on reguler basis,” kata Purbaya di hadapan DPR pada (10/9/25) lalu.

“Akan saya sisir (program yang lambat), bagian lambat akan kami percepat,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, ia juga mengusulkan agar Kepala BGN mengadakan jumpa pers untuk memberi laporan mengenai penyerapan anggaran MBG secara langsung kepada publik.

“Nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan kepala BGN, nanti kalau penyerapannya jelek, dia (Kepala BGN, Dadan Hindayana) suruh jelasin ke publik, saya di sebelahnya,” tambahnya kala itu.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Kompas.com, Kumparan.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 37 kali dibaca
Dapat Restu dari Presiden Prabowo Program MBG merupakan salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakilnya, Gibran Rakabuming Raka. Atas rencana menarik uang yang gagal diserap dari pelaksanaan MBG, Purbaya menyatakan sudah mendapat restu dari Prabowo. “Kalau uangnya nggak bisa diserap nggak setuju, dia (Prabowo) nggak setuju juga nggak bisa diserap, nggak merubah apa-apa, kan?” kata Purbaya. “Dia (Prabowo) bilang, ‘Saya oke, boleh, bagus,’” imbuhnya. Menurut Purbaya, langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyerapan MBG bisa lebih cepat. “Kalau tidak ada sanksi ya mereka santai-santai aja. Ini stick and carrot. Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya, tapi hitungan kita tidak mungkin kelihatannya, maka kita mau lihat dan perbaiki. Kita bantu kalau bisa,” terangnya.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB