Metrosiar.Ngada- Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan (Ketapang), dia aula Setda Ngada, Kamis (16/10/25).
Rapat bersama seluruh kepala desa dan unsur terkait lannya ini bertujuan mempercepat ketapang dalam rangka memastikan data ketersediaan produksi bahan pangan bagi dapur MBG di Ngada.
“Pemda Ngada menggelar rapat koordinasi dalam rangka percepatan ketahanan pangan dengan melibatkan semua kepala desa, pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan dan juga perikanan,” kata Nicolaus Noywuli.
Pria yang akrab disapa Nico ini menjelaskan, rakor ini juga dilaksanakan dalam rangka memastikan data ketersediaan produksi bahan pangan terkait dengan komoditi yang dibutuhkan oleh dapur MBG dan yang menyebabkan inflasi di Kabupaten Ngada.

Ia menegaskan kepada seluruh kepala desa untuk sesegera mungkin memastikan dengan berbagai kebijakan baik dana desa maupun para pelaku usaha untuk memanfaatkan skil-skil pendanaan untuk memproduksi beberapa bahan pangan lainnya untuk mensuport dapur MBG.


Nicolaus menyebutkan, saat ini Ngada telah memiliki dapur MBG sejumlah 13 baik yang sudah, akan dan sedang dalam proses, juga nantinya akan ada 20 dapur 3T.
Hal ini lanjut dia, tentunya akan membutuhkan banyak bahan baku terutama beras, sayuran, buah, telur, daging, dan juga ikan.
Menurut Nicolaus, bahan-bahan baku tersebut merupakan potensi yang ada di desa dan juga para pelaku usaha, sehingga sesegera mungkin pemda bisa mendapatkan data ketersediaan bahan baku termasuk kontak personnya.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









