Pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis Perlu Transparansi dan Akuntabilitas, Begini Kata Irma Suryani Chaniago

Avatar photo

Selasa, 4 Maret 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu makan bergizi gratis di SMPN 8 Depok Jawa Barat. (Foto: Metrosiar)

Menu makan bergizi gratis di SMPN 8 Depok Jawa Barat. (Foto: Metrosiar)

Metrosiar – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menegaskan penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dilakukan dengan keterbukaan dan dijauhkan dari potensi penyimpangan.

Ia mengingatkan pemerintah memerlukan alokasi anggaran yang sangat besar, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

“Itu bukan anggaran main-main. Oleh karena itu, pengelolaan harus betul-betul transparan dan dikawal dari fraud,” kata Irma, Selasa (4/3/2025).

Program Prioritas dengan Anggaran Besar

Irma menyampaikan MBG merupakan salah satu kebijakan utama Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ia meyakini pemerintah telah memperhitungkan kebutuhan anggaran sekitar Rp 25 triliun per bulan guna memastikan keberlangsungan program ini secara optimal.

Kualitas dan Pendistribusian Makanan Harus Diperhatikan

Selain dari segi anggaran, Irma juga mengingatkan kualitas dan keberagaman makanan yang disediakan dalam program MBG harus dijaga.

Baca juga:  Alasan di Balik Langkah Cepat Menkeu Purbaya Gelontorkan Rp200 T ke Bank Himbara, Pengamat Bandingkan dengan Sri Mulyani

Aspek kebersihan, kandungan gizi, serta proses distribusi menjadi faktor penting yang harus diawasi secara ketat.

“Pola dapur umum di mana per dapur mensupply 3.000 pack juga rawan dari basi jika katering tidak berpengalaman dan kurang kontrol,” lanjutnya.

Upaya Menemukan Formula yang Tepat

Sebagai bagian dari tugas legislatif, Komisi IX DPR RI masih terus berupaya menyusun mekanisme terbaik dalam pelaksanaan MBG.

Irma menekankan kompleksitas program ini memerlukan perencanaan yang matang agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Karena permasalahan yang cukup kompleks dalam melaksanakan program ini, Komisi IX masih mencari bentuk yang tepat agar pemberian MBG tepat kualitas dan betul-betul bermanfaat,” ujarnya.

Perluasan Cakupan Penerima Manfaat

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 triliun per bulan untuk memastikan program MBG dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Baca juga:  Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Cilacap, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah

“Jika cakupan penerima meningkat menjadi 82,9 juta orang, maka anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 25 triliun per bulan,” kata Dadan di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Menurutnya, rencana perluasan cakupan program akan mulai dilaksanakan pada September hingga Desember 2025.

Saat ini, program MBG masih mencakup 3 juta penerima dengan anggaran sekitar Rp 1 triliun per bulan.

Namun, dengan adanya peningkatan jumlah penerima, anggaran akan mengalami kenaikan signifikan pada akhir tahun 2025.

Anggaran untuk MBG Tahun 2025

Dadan juga memastikan bahwa anggaran sebesar Rp 71 triliun telah disiapkan untuk menjalankan program MBG pada tahun 2025.

Selain itu, tambahan dana sebesar Rp 25 triliun per bulan akan diajukan guna memenuhi kebutuhan program secara menyeluruh.(*)

Sumber Berita: Metrosiar.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
JokaRoom Casino Australia: The Rise of Skill-Based Games
Gograber Dpw Tangsel bersinergi bersama Polres Tangerang Selatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban pada tanggal 27Agustus2026 kemarin
Wabup Ngada “Sentil” Calon Kades: Bantuan Gempa Bukan Modal Politik, Itu Hak Rakyat!
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031
Dua Truk Bantuan Jaksa Agung Tiba di Ngada, Kajari Sutrisno: “Jangan Mainkan Data Korban Gempa!”
Mobile Gaming Ervaringen met Online Casino Nederland Zonder IDIN
Vad hände med Mr Green? En plats för kritik och diskussion
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:41 WIB

JokaRoom Casino Australia: The Rise of Skill-Based Games

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:27 WIB

Gograber Dpw Tangsel bersinergi bersama Polres Tangerang Selatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban pada tanggal 27Agustus2026 kemarin

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Wabup Ngada “Sentil” Calon Kades: Bantuan Gempa Bukan Modal Politik, Itu Hak Rakyat!

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Berita Terbaru

Lurah Pakuhaji Uci Sanusi (tengah) berbaur dan berfoto bersama warga penerima manfaat di sela-sela kegiatan penyaluran bansos beras di Kantor Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. (Dok. Dadang).

Politik & Pemerintahan

Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib

Senin, 31 Agu 2026 - 22:22 WIB

Nusantara

JokaRoom Casino Australia: The Rise of Skill-Based Games

Senin, 31 Agu 2026 - 18:41 WIB

Gus Kikin

Nusantara

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agu 2026 - 11:38 WIB