Profil Jan Hwa Diana Pengusaha Keji di Surabaya, Pemilik UD Sentosa Seal Tuai Kecaman Publik

Avatar photo

Sabtu, 19 April 2025 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Jan Hwa Diana bersama suami di dalam kereta api. Jan Hwa Diana dan suami, Handy Soenaryo, berpose di dalam kereta api dengan pakaian mencolok. (Istimewa)

Potret Jan Hwa Diana bersama suami di dalam kereta api. Jan Hwa Diana dan suami, Handy Soenaryo, berpose di dalam kereta api dengan pakaian mencolok. (Istimewa)

Metrosiar – Nama Jan Hwa Diana, pemilik usaha UD Sentosa Seal asal Surabaya, menjadi sorotan tajam warganet.

Pengusaha ini disebut-sebut memperlakukan para pekerjanya dengan tidak manusiawi.

Jan Hwa Diana dituduh memberikan upah di bawah standar Upah Minimum Kota (UMK) dan menahan ijazah milik para karyawannya.

Selain itu, ia juga menetapkan sanksi finansial sebesar Rp 150 ribu bagi pekerja yang tidak masuk kerja sehari.

Yang memicu kemarahan publik, Jan Hwa Diana dikabarkan menjatuhkan denda kepada karyawan yang melaksanakan ibadah salat Jumat jika melebihi durasi 20 menit.

“Pelanggaran itu kena denda ketika shalat Jumat itu hanya dikasih waktu 20 menit. Ketika lebih dari itu, adalah kena denda,” ujar kuasa hukum para pekerja, Edi Kuncoro Prayitno, pada Kamis (16/4/2025), dikutip dari Kompas.com.

Ia menambahkan, nilai denda bervariasi tergantung pada durasi keterlambatan.

“Variatif, ada yang Rp 20.000, ada yang Rp 30.000. Tergantung telatnya,” jelasnya.

Situasi ini mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur turun tangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut.

Baca juga:  Media Center Community Kecamatan Kemiri Ucapkan Marhaban Ya Ramadhan! Selamat Menunaikan Ibadah Puasa dengan Penuh Keberkahan

Saat pemeriksaan dalam rangka Berita Acara Pemeriksaan Ketenagakerjaan (BPAK) pada Rabu (16/4/2025), Jan Hwa Diana mengaku tidak mengingat pernah menahan ijazah milik 31 karyawannya.

“Bu Diana tetap tidak mengakui dengan penahanan ijazah dengan keberadaan tenaga kerja,” kata Kepala Bidang Pengawasan dan K3 Disnakertrans Jatim, Tri Widodo.

Widodo menyebut, laporan dari para karyawan menyebutkan penahanan ijazah, tetapi Diana berdalih lupa dengan siapa saja yang pernah bekerja dengannya.

“Bahkan hubungan kerja dia tidak mengakui, bahasanya lupa dan 31 ini lupa semua. Sampai saya ingatkan, masa sih dari 31 orang itu sama sekali tidak ingat,” ucapnya.

Peter Evril Sitorus, mantan pekerja Diana, mengungkapkan bahwa untuk mengambil kembali ijazah, karyawan diminta membayar Rp 2 juta.

“Saya sengaja memang untuk dikeluarkan. Saya kira kalau dikeluarkan itu ijazah saya dikembalikan, ternyata tidak, tetap ditahan dan diminta uang Rp 2 juta,” ungkapnya.

Profil Jan Hwa Diana

Jan Hwa Diana dikenal sebagai pengusaha asal Surabaya dan pemilik UD Sentosa Seal.

Baca juga:  Masih Dibuka Mudik Gratis PELNI 2025 untuk Rute Sampit-Semarang, Ini Cara Daftar dan Syaratnya

Ia telah menikah dengan pria bernama Handy Soenaryo atau Hendy, dan dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai enam anak.

Namun, dirinya menjadi bahan perbincangan hangat setelah diduga melakukan pelanggaran hak-hak pekerja. Dari penahanan ijazah, pemberian upah di bawah UMK, hingga denda untuk ibadah salat Jumat.

Perkara ini mulai terkuak ketika sejumlah karyawan memutuskan untuk berbicara.

Bahkan, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sempat melakukan inspeksi mendadak yang membuka berbagai praktik tidak layak di perusahaan tersebut.

Penampilan yang Mengundang Reaksi

Di samping kontroversi bisnisnya, Jan Hwa Diana juga dikenal karena gaya busananya yang dianggap nyentrik.

Dalam beberapa unggahan di media sosial, ia terlihat mengenakan pakaian terbuka yang mengundang komentar pedas dari netizen.

Salah satu foto memperlihatkan dirinya bersama suami di dalam kereta api dengan pakaian minim, hingga bagian sensitif terlihat jelas.

Penampilannya ini pun makin memperkuat sorotan warganet terhadap sosok Jan Hwa Diana.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Tribunnews

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Berita ini 43 kali dibaca
Kasus yang melibatkan Jan Hwa Diana, pemilik UD Sentosa Seal di Surabaya, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul tudingan perlakuan tidak manusiawi terhadap karyawannya. Diana diduga menahan ijazah milik 31 karyawan, memberikan upah di bawah Upah Minimum Kota (UMK), serta menerapkan sistem denda bagi pekerja yang menjalankan ibadah salat Jumat melebihi 20 menit. Pernyataan kuasa hukum karyawan dan mantan pegawai menguatkan dugaan tersebut, sementara Diana sendiri membantah telah melakukan pelanggaran. Perkara ini kini tengah ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur. Selain kasus ketenagakerjaan, Jan Hwa Diana juga menjadi bahan perbincangan karena gaya berpakaiannya yang dianggap tidak pantas oleh sebagian warganet, memperkuat perhatian publik terhadap sosoknya.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, tokoh lingkungan, dan para pemuda RW 003 berfoto bersama usai kegiatan Deklarasi Damai Pemuda di halaman Kantor Kelurahan Kutabumi, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

Tak Ingin Pemuda Terjerumus Tawuran, Lurah Kutabumi Tegaskan Lima Komitmen Damai!

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:55 WIB

Pengurus dan anggota Laskar Merah Putih (LMP) MAC Rajeg bersama jajaran Mada Banten serta perwakilan UPTD Puskesmas Rajeg berfoto bersama usai kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka HUT ke-26 LMP di Balai Warga RW 10 Perumahan Pondok Permata Rajeg, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

HUT ke-26 LMP, Cek Kesehatan Gratis di Rajeg Diserbu Warga

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:01 WIB