Wagub Banten A Dimyati Natakusumah Tegaskan Pentingnya Mengaplikasikan Nilai-nilai Pancasila

Avatar photo

Senin, 2 Juni 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah bersalaman hangat dengan peserta acara yang mengenakan pakaian adat, usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila. (Dok. Biro Adpimpro Banten).

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah bersalaman hangat dengan peserta acara yang mengenakan pakaian adat, usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila. (Dok. Biro Adpimpro Banten).

Metrosiar – Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara.

Hal itu diungkapkan A Dimyati seusai menghadiri upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila oleh Yayasan Rumah Anak di Alun-Alun Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (1/6/2025).

Menurut A Dimyati, semua patut berbangga mempunyai Pancasila sebagai pondasi utama, norma dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai-nilai Pancasila sejalan dengan agama dan keyakinan yang dianut Bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah berjabat tangan dengan perwakilan peserta kegiatan dalam suasana penuh kekeluargaan, didampingi oleh jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat. (Dok. Biro Adpimpro Banten).

Pada poin pertama, nilai Pancasila harus mempercayai tuhan. Dengan sila pertama ini, jika diyakini betul-betul, ini merupakan penuntun utama bagi semua untuk selamat di dunia dan akhirat.

“Kemudian di pasal kedua, itu merupakan hubungan kemanusiaan atau humanity atau rasa kemanusiaa. Poin ini jika kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka akan membawa keharmonisan dalam bertetangga dan bernegara,” jelasnya.

Baca juga:  Nilai Pancasila Jadi Kompas Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Selanjutnya di poin ketiga Persatuan Indonesia dimana dengan wadah Pancasila ini mempersatukan seluruh elemen anak bangsa dengan seluruh perbedaannya.

“Ideologi Pancasila mempersatukan seluruh perbedaan yang ada,” katanya.

Poin yang keempat itu diimplementasikan dalam sistem demokrasi, dimana kedaulatan terbesar ada di tangan rakyat melalui pemilihan langsung baik pemilihan legislatif maupun eksekutif.
“Dari hasil demokrasi itu, rakyat Indonesia kemudian mendapatkan pemimpin yang dipilih langsung berasaskan hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” ujarnya.

Ujung dari semua itu adalah sosial justice atau keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah cita-cita dari semua para pendiri bangsa Indonesia. “Oleh karena itu, seluruh poin dalam Pancasila itu tidak bisa dipisahkan,” imbuhnya.

Baca juga:  Sebanyak 393 Calon Jemaah Haji Resmi Diberangkatkan oleh Pemkot Tangerang dari Masjid Raya Al-Azhom

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI Kolonel (Sus) Harianto menegaskan jika hakikatnya Pancasila itu bukan hanya semata sebagai dasar negara, tetapi lebih dari itu Pancasila mempunyai nilai dan fungsi yang mewadahi semua untuk bisa hidup rukun dan bersatu.

“Pancasila itu merupakan pandangan hidup kita dalam berbangsa dan bernegara. Ideologi bangsa. Perjanjian luhur cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia,” katanya.

Dikatakan Harianto, Pancasila mempunyai sejarah panjang dalam proses pendiriannya.

Melalui lima poin Pancasila itu, semua unsur dengan perbedaan yang ada terwadahi di dalamnya. Maka dari itu, nilai-nilai Pancasila ini harus bisa dipahami oleh para generasi bangsa secara menyeluruh.

“Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh, ia tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Siaran pers

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heboh Pembangunan Koperasi Merah Putih di Buntu Sugi, Harga Jadi Penentu Nasib!
Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026
Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi
Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya
KTP-el Masuk Penjara! Dukcapil Ngada–Nagekeo Sapu Bersih Warga Binaan
“Siaga! Debit Sungai Mata Allo Naik Drastis Dalam Hitungan Jam”
Ulang Tahun ke-57 Kapolri, Polda Banten Sampaikan Doa dan Harapan Ini
Pesta Gol! Makmur Jaya Jr Tampil Menggila di Belajen Cup 1
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:34 WIB

Heboh Pembangunan Koperasi Merah Putih di Buntu Sugi, Harga Jadi Penentu Nasib!

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:08 WIB

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:56 WIB

Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:31 WIB

KTP-el Masuk Penjara! Dukcapil Ngada–Nagekeo Sapu Bersih Warga Binaan

Berita Terbaru

Proses pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Buntu Sugi, Jalan Poros Makassar–Toraja, masih berlangsung dan mulai menjadi perhatian warga.

Politik & Pemerintahan

Heboh Pembangunan Koperasi Merah Putih di Buntu Sugi, Harga Jadi Penentu Nasib!

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:34 WIB

Suasana rapat koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Desa Kabupaten Enrekang terkait evaluasi dan konsolidasi percepatan pencairan Dana Desa Tahun 2026 di Cafe Mr. Coffeid.

Politik & Pemerintahan

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:08 WIB

Personel gabungan TNI, Satpol PP, dan instansi terkait bersiaga saat proses pembongkaran bangunan liar di kawasan Jalan Raya Puri Jaya, Pasar Kemis.

Politik & Pemerintahan

Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:56 WIB