Kapolsek Mauk Terjun Langsung Monitoring Titik Banjir di Kecamatan Kemiri

Avatar photo

Senin, 26 Januari 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Polsek Mauk bersama unsur Pemerintah setempat Meninjau Banjir yang berada di Kecamatan Kemiri(dok.istimewa)

Jajaran Polsek Mauk bersama unsur Pemerintah setempat Meninjau Banjir yang berada di Kecamatan Kemiri(dok.istimewa)

Tangerang, Metrosiar – Jajaran kepolisian dari Polsek Mauk Polresta Tangerang segera mengambil langkah preventif dengan menyisir sejumlah wilayah yang terendam genangan air. Aksi sigap ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana, SM., S.Pd., yang mengomandoi pengecekan kondisi lapangan di Daerah Hukum (Darkum) Polsek Mauk, khususnya di wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Minggu siang (25/01/2026).

 

Langkah proaktif ini dilakukan guna menjamin keamanan masyarakat serta melakukan kalkulasi dini terhadap kebutuhan logistik di posko penampungan warga. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolsek didampingi oleh sejumlah pejabat teras Polsek Mauk, di antaranya Ipda Budi Setiawan selaku Kapolsubsektor dan Aipda M. Syafei yang menjabat PS. Kanit Intelkam. Kehadiran aparat kepolisian ini juga disambut langsung oleh Kepala Desa Legok Sukamaju, M. Fathullah, S.Ag., beserta jajaran perangkat desa dan personel siaga lainnya.

 

Berdasarkan kronologi giat yang dihimpun, pemantauan dimulai tepat pada pukul 14.00 Wib dengan menyasar titik-titik rawan luapan air. Sekitar pukul 15.00 Wib, rombongan tiba di lokasi evakuasi mandiri yang bertempat di kediaman salah satu tokoh warga, H. Jajuli, di Kampung Kendayakan RT.10/03, Desa Legok Sukamaju. Di tempat tersebut, AKP I Nyoman Nariana berbincang hangat dengan para pengungsi guna memantau stabilitas kesehatan serta memastikan kondisi psikologis warga yang terdampak musibah tetap terjaga di tengah situasi sulit.

Baca juga:  Pacu Ekonomi Daerah, Bank Mandiri Teken PKS Layani Pembayaran PBB Lewat Livin by Mandiri

 

Penyisiran berlanjut dengan melakukan inspeksi visual ke area pemukiman di Desa Legok Sukamaju. Tim gabungan harus menerjang genangan untuk melihat sejauh mana dampak luapan air yang menghambat aktivitas sosial ekonomi warga.

 

Memasuki sore hari sekitar pukul 16.20 WIB, rombongan bergeser menuju Desa Klebet guna memverifikasi informasi yang datang dari masyarakat setempat. Hasil observasi menunjukkan kondisi yang relatif lebih terkendali dibandingkan desa sebelumnya, di mana tidak ditemukan adanya hunian warga yang terendam air secara langsung. Meski demikian, tim mencatat bahwa sebagian besar kawasan pertanian atau persawahan di desa tersebut mulai tertutup air akibat meluapnya aliran Sungai Cimanceuri yang tidak lagi mampu menampung volume kiriman.

Baca juga:  Bupati Ngada Tembus Wilayah Terdampak Gempa, Tegaskan Warga Golewa Selatan Tidak Ditinggalkan

 

Setelah memastikan situasi di lapangan terkendali, Kapolsek Mauk beserta jajaran kembali ke Markas Komando (Mako) pada pukul 16.45 Wib untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi personel. Dalam rilis resminya yang ditujukan kepada Kapolresta Tangerang dengan tembusan Wakapolresta dan Kabag Ops, AKP I Nyoman Nariana menekankan pentingnya kesiapsiagaan penuh dari seluruh anggota kepolisian dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang bisa berubah sewaktu-waktu.

 

“Fokus prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan jiwa masyarakat melalui pengawasan intensif di titik-titik pengungsian serta memantau fluktuasi level air sungai secara real-time,” tegas AKP I Nyoman Nariana.

 

Beliau menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak buruk dari fenomena cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Tangerang.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Berita ini 46 kali dibaca
Jajaran kepolisian dari Polsek Mauk Polresta Tangerang segera mengambil langkah preventif dengan menyisir sejumlah wilayah yang terendam genangan air. Aksi sigap ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana, SM., S.Pd., yang mengomandoi pengecekan kondisi lapangan di Daerah Hukum (Darkum) Polsek Mauk, khususnya di wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Minggu siang (25/01/2026).

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:35 WIB

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 11:52 WIB

RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 11:15 WIB

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Berita Terbaru