Andra Soni: Renstra Harus Berbasis Data dan Fakta Lapangan

Avatar photo

Rabu, 23 April 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan arahan terkait penyusunan Renstra 2025–2029 berbasis data lapangan untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah. (Foto: Istimewa)

Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan arahan terkait penyusunan Renstra 2025–2029 berbasis data lapangan untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah. (Foto: Istimewa)

Metrosiar, Serang – Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan pentingnya penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 oleh perangkat daerah Pemprov Banten harus berdasarkan pada data dan fakta aktual di lapangan.

Arahan ini disampaikan saat Forum Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Aula Bappeda Banten, KP3B, Kota Serang, pada Selasa (22/4/2025).

Andra menyoroti banyaknya persoalan mendasar yang ia temukan saat melakukan kunjungan ke berbagai wilayah. Mulai dari kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan yang tidak layak, hingga pelayanan publik yang belum optimal.

“Banyak saya temukan jalan yang berlubang, jembatan juga. Lalu ruang belajar siswa yang bocor. Pelayanan di RSUD yang masih menumpuk. Hal-hal yang menyangkut pelayanan masyarakat itulah yang harus segera kita selesaikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perangkat daerah melakukan penyisiran masalah secara menyeluruh agar perencanaan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.

Prioritaskan Program Nyata dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Menurut Andra, penyusunan Renstra harus fokus pada program yang memberikan dampak langsung, bukan sekadar kegiatan sosialisasi.

Baca juga:  Andra Soni Resmi Kukuhkan Kepemimpinan Baru Kabupaten Serang Periode 2025–2030

“Kalau kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosialisasi atau semacam FGD itu sebaiknya dikurangi. Apalagi Renstra ini hanya lima tahun sekali. Saya ingin program yang disusun benar-benar dirasakan oleh masyarakat melalui penjabaran visi misi kami,” tegasnya.

Kolaborasi lintas OPD juga ditekankan dalam mendukung program pembangunan. Ia mencontohkan sektor pariwisata, di mana dukungan tidak hanya datang dari Dinas Pariwisata, tetapi juga dinas terkait lainnya.

“Misalnya jika ingin meningkatkan kunjungan wisatawan… Mana mungkin tingkat kunjungan wisatawan kita naik apabila jalannya masih rusak, masih gelap kalau malam. Nah, ini ada peran dinas lainnya,” jelasnya.

Tujuh Arahan Strategis Gubernur untuk Penyusunan Renstra

Andra Soni memberikan tujuh arahan utama bagi OPD dalam menyusun Renstra 2025–2030:

  1. Menyelaraskan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten: “Banten Maju Adil Merata Tidak Korupsi” serta menyusun kerangka dan mitigasi pelaksanaannya.
  2. Sekda, Asisten Daerah, dan Bappeda diminta membina dan mengawal proses hingga pelaksanaan desk misi.
  3. Dokumen RPJMD dan Renstra menjadi dasar strategis bagi penyusunan APBD serta penilaian kinerja Pemprov.
  4. Program yang dianggarkan dalam APBD harus berdasarkan rencana yang sudah ada.
  5. Renstra disusun secara bertanggung jawab oleh kepala perangkat daerah dengan melibatkan seluruh ASN.
  6. Kepala OPD wajib mengawal tahapan penyusunan Renstra secara penuh.
  7. Target kinerja dalam Renstra harus selaras dengan RPJMD, mulai dari tujuan hingga kerangka pendanaan.
Baca juga:  Pemkab Tangerang Luncurkan Program TACS, Percepat Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Bappeda: Renstra Harus Berbasis Bukti Lapangan

Kepala Bappeda Provinsi Banten, Mahdani, menyampaikan bahwa Renstra merupakan turunan dari RPJMD dan menjadi dokumen penting dalam penerjemahan visi misi kepala daerah ke dalam kegiatan nyata.

“Kalau di dokumen RPJMD itu hanya programnya saja, sedangkan untuk menerjemahkan program itu dalam bentuk berbagai kegiatan itu adanya di Renstra… harus berdasarkan basis data evidence,” jelas Mahdani.

Ia menegaskan bahwa penyusunan Renstra harus benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.

“Jadi benar-benar apa yang dibutuhkan masyarakat dan hasil temuan di lapangan, itulah yang akan dijadikan bahan penyusunan Renstra,” pungkasnya.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama
Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional
Sambut HUT RI ke-81, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Tranformasikan FABA Menjadi Ruang Belajar di Sekolah Sekitar Perusahaan
Berita ini 34 kali dibaca
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan pentingnya penyusunan Renstra 2025–2029 berbasis data dan fakta lapangan. Ia mendorong OPD fokus pada program nyata yang berdampak langsung ke masyarakat serta menyelaraskan rencana dengan visi “Banten Maju Adil Merata Tidak Korupsi” dan RPJMD.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15 WIB

Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:11 WIB

Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB