Dedi Mulyadi Gubernur Baru Jawa Barat, Langsung Tunjukkan Gebrakan di Hari Pertama Kerja: Copot Kepsek SMAN 6 Depok, Mengapa?

Avatar photo

Jumat, 21 Februari 2025 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gebrakan Dedi Mulyadi usai dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2).

Gebrakan Dedi Mulyadi usai dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2).

Metrosiar – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menarik perhatian sejak pelantikannya pada Kamis (20/2/2025) di Istana Negara, Jakarat. Pada hari pertama menjabat, Dedi langsung melakukan beberapa langkah tegas yang menyita perhatian publik.

Mulai dari pencopotan kepala sekolah hingga wacana wajib militer untuk pelajar, berikut adalah beberapa langkah yang diambil Dedi Mulyadi di hari pertama kerjanya.

Pencopotan Kepala Sekolah SMAN 6 Depok

Dedi Mulyadi menunjukkan ketegasan dengan langsung mencopot Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Depok, yang masih memberangkatkan siswanya untuk study tour ke Jawa Timur.

Tindakan ini diambil setelah Kepala Sekolah tersebut melanggar surat edaran Gubernur yang melarang siswa bepergian keluar provinsi.

“Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya berpergian ke luar provinsi,” ujar Dedi.

Dedi juga menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya pungutan liar di sekolah tersebut sudah diperintahkan.

Baca juga:  Kapolda Banten Hadiri Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi, Pesan Ini Jadi Sorotan

Komitmen Lindungi Pengusaha dari Ormas

Dedi berjanji akan melindungi pengusaha di Jawa Barat dari gangguan organisasi masyarakat (ormas). Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan biaya keamanan guna melindungi investasi dan mencegah tindakan oknum ormas yang kerap mengganggu kegiatan bisnis.

“Kami membaca fenomena tentang oknum ormas yang mengganggu investasi. Kami siapkan pembiayaan untuk melindungi para pengusaha, untuk siapkan biaya keamanan dengan istilah Operasi Jabar Manunggal,” kata Dedi.

Ia juga menyebutkan ormas sering menimbulkan konflik, terutama di kawasan industri, dengan berbagai tuntutan terhadap pengusaha.

Penghematan Anggaran untuk Kepentingan Publik

Dedi Mulyadi juga menyoroti anggaran yang dinilai tidak efisien di Provinsi Jawa Barat. Misalnya, anggaran untuk pembangunan ruang kelas yang hanya mencapai Rp 60 miliar, namun anggaran pembelian alat telekomunikasi mencapai Rp 730 miliar, yang menurutnya tidak sesuai.

“Ada. Misalnya begini bantuan membangun ruang kelas baru Rp 60 miliar, tapi anggaran pembelian alat telekomunikasi sekolah Rp 730 miliar itu kan aneh,” ujarnya.

Baca juga:  THR PNS 2025: Kepastian yang Tak Goyah Diterpa Isu, Berapa Besarannya?

Selain itu, Dedi juga berencana untuk menghapus anggaran baju dinas yang selama ini mencapai Rp 150 juta serta mengurangi anggaran perjalanan dinas yang sebelumnya mencapai Rp 1,8 miliar.

Wacana Wajib Militer untuk Siswa SMA

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu juga menggagas kebijakan yang cukup kontroversial, yaitu memasukkan pelajaran wajib militer (wamil) ke dalam kurikulum di SMA di Jawa Barat.

Rencana ini bertujuan untuk pembentukan karakter bela negara, terutama bagi siswa yang terlibat dalam geng motor atau aksi kekerasan.

“Saya berencana memasukkan kurikulum wajib militer ke pendidikan SMA untuk pembentukan karakter bela negara,” ujar Dedi, menambahkan bahwa Pemda Jawa Barat akan bekerja sama dengan Kodam III Siliwangi dan Polda Jawa Barat dalam merealisasikan rencana ini.

Dengan gebrakan-gebrakan yang dilakukan di hari pertamanya, Dedi Mulyadi ingin menunjukkan komitmennya untuk melakukan perubahan dan membenahi berbagai sektor di Jawa Barat.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: YouTube KDMI

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB