Metrosiar – Di negeri ini, bermain domino rupanya bisa lebih berisiko daripada bermain saham.
Buktinya, foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang sedang asyik mengocok kartu—eh, maksudnya batu domino—bersama Abdul Kadir Karding dan seorang tersangka pembalak liar, langsung viral dan jadi santapan publik.
Namun, jangan buru-buru menuduh. Sang Menteri dengan rendah hati mengaku, “Saya tidak kenal dengan dua pemain lainnya.”
Sebuah pengakuan polos yang seakan ingin berkata: kalau hanya sekadar duduk semeja, itu kan lumrah. Apalagi posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sedang ramai.
Namanya juga silaturahmi, siapa pun bisa datang, entah pejabat, rakyat jelata, atau bahkan… ya itu tadi, tersangka pembalak liar.
Sungguh indah mendengar pernyataan tegas beliau: tidak akan ada pandang bulu dalam menegakkan hukum.
Walaupun, secara kebetulan, bulu-bulu hutan kita sudah lebih dulu rontok ditebang.
Tapi tidak apa-apa, yang penting tegas di caption Instagram.
Lucunya, Raja Juli baru tahu siapa lawan mainnya setelah membaca berita.
Betapa ajaibnya dunia digital: media sosial ternyata bisa jadi CCTV yang lebih akurat daripada mata kepala sendiri.
“Setelah berita ini beredar, saya baru tahu bahwa salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang,” katanya.
Jadi begini, mungkin domino ini sebenarnya bukan sekadar permainan, tapi tes pengetahuan—siapa yang bisa menebak latar belakang lawan mainnya tanpa membuka Google.
Yang jelas, beliau hanya sempat dua putaran lalu pamit pulang.
Sebuah strategi elegan, meninggalkan meja sebelum tumpukan kartu—atau tumpukan kayu di hutan—terlalu tinggi.
Maka, masyarakat tidak perlu khawatir. Hutan-hutan kita mungkin sedang sekarat, tapi ketegasan pejabat tetap segar.
Dan kalaupun ada foto yang mencurigakan, anggap saja itu hanya permainan biasa.
Domino toh memang diciptakan untuk mengisi waktu luang, bukan untuk meruntuhkan kredibilitas.*
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: Metrosiar









