Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Avatar photo

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Jakarta, Metrosiar – Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Asia, Senin, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati kerangka perjanjian perdamaian sementara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut memicu optimisme pasar, menekan harga minyak, dan meredakan kekhawatiran terhadap inflasi serta kebijakan suku bunga tinggi.

Di pasar spot, harga emas tercatat naik 2,3 persen menjadi 4.317,32 dolar AS per ounce pada pukul 21.48 ET (01.48 GMT). Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Agustus menguat 2,4 persen menjadi 4.338,75 dolar AS. Kenaikan ini sekaligus memperpanjang rebound setelah pekan lalu emas sempat menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir di kisaran 4.000 dolar AS per ounce.

Berdasarkan keterangan pejabat AS dan Iran pada Minggu, kedua negara telah mencapai kerangka perdamaian yang akan menghentikan permusuhan, mengakhiri blokade AS terhadap Iran, serta membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Baca juga:  Banjir Rendam Jalur Semarang-Surabaya, Sejumlah Perjalanan Kereta Api Dibatalkan dan Dialihkan

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengatakan bahwa perjanjian tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.

Pengumuman itu langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak mentah Brent anjlok lebih dari 4 persen ke kisaran 84 dolar AS per barel, seiring ekspektasi para pelaku pasar terhadap pulihnya aliran minyak dari kawasan Teluk dan berkurangnya risiko gangguan pasokan global.

Di sisi lain, dolar AS juga melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks Dolar AS terakhir tercatat turun 0,2 persen. Kondisi ini turut mendukung penguatan harga emas karena logam mulia tersebut menjadi lebih menarik bagi investor ketika nilai dolar melemah.

Sebelumnya, konflik di Timur Tengah justru menekan pergerakan emas. Meski dikenal sebagai aset safe haven, lonjakan harga minyak akibat perang sempat memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama. Situasi tersebut memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca juga:  Pasar Kripto Terpukul! Kapitalisasi Pasar Turun 140 Miliar Dolar dalam Semalam

Setelah adanya pengumuman perdamaian, ekspektasi pasar terhadap pengetatan moneter AS kembali mereda. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember sebesar 49 persen, turun dari 69 persen pada pekan sebelumnya.

Investor saat ini juga menantikan hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni. Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, sembari menyampaikan proyeksi ekonomi terbaru.

Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan bank sentral utama lainnya. Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 1 persen, sementara Bank of England diproyeksikan tetap mempertahankan tingkat suku bunganya.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak naik 3,3 persen menjadi 70,24 dolar AS per ounce, sedangkan platinum menguat 3,2 persen menjadi 1.776,60 dolar AS per ounce.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB