USAID akan Ditutup Trump, Bagaimana Dampaknya bagi Indonesia? Begini Kata Pakar

Avatar photo

Selasa, 18 Februari 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump mengumumkan rencananya untuk menutup USAID, yang berpotensi berdampak pada negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Potret: Pertemuan USAID Indonesia dengan Menteri Bappenas pada Januari 2025 lalu.(instagram.com/usaidindonesia)

Presiden Donald Trump mengumumkan rencananya untuk menutup USAID, yang berpotensi berdampak pada negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Potret: Pertemuan USAID Indonesia dengan Menteri Bappenas pada Januari 2025 lalu.(instagram.com/usaidindonesia)

Metrosiar – Presiden Amerika Serikat terbaru, Donald Trump, berencana untuk menutup United States Agency for International Development (USAID).

Keputusan ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

Setelah dilantik, Trump memerintahkan penghentian sementara seluruh bantuan luar negeri AS. Ia berpendapat USAID hanya memboroskan anggaran negara tanpa memberi manfaat langsung bagi warga Amerika.

Dampak Negatif Penutupan USAID bagi Indonesia

Menurut Satria Unggul Wicaksana Prakasa, Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya, penutupan USAID akan berdampak negatif bagi negara mitra seperti Indonesia.

Ia menjelaskan USAID telah lama memberikan bantuan di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, riset, dan program antikorupsi.

Satria mengingatkan bahwa penghentian bantuan ini dapat menghambat penyelesaian masalah sosial di Indonesia.

“Artinya ketika berbicara tidak lagi ada bantuan dari Donald Trump, ini sebenarnya menjadi problem, menjadi persoalan yang mengurangi intensitas atau strategi di dalam mengatasi problem-problem sosial lainnya,” ujarnya di laman UM Surabaya.

Baca juga:  Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat

Alternatif Pendanaan untuk Mengganti USAID

Satria juga menyarankan agar Indonesia segera mencari sumber pendanaan alternatif. Meski keputusan ini harus dihormati, kontribusi USAID dalam pendidikan, riset, dan penegakan hukum telah memberikan dampak positif di berbagai sektor.

Namun, Satria juga mengingatkan tidak semua bantuan luar negeri selalu bermanfaat. Ia menyebutkan contoh bantuan Norwegia terkait deforestasi yang justru menghambat perkembangan sains di Indonesia.

Di sisi lain, program USAID seperti PEER dan USAID Integritas telah memberikan kontribusi besar bagi riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Kanada Siap Menggantikan USAID

Kanada menunjukkan kesiapan untuk menjadi mitra utama Indonesia dan ASEAN dalam sektor pembangunan internasional.

Baca juga:  Media Australia Ungkap Perkembangan Timnas Indonesia Jadi Ancaman Bagi Socceroos di Kualifikasi Piala Dunia

Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Ahmed Hussen, menegaskan mereka akan memantau kebijakan Trump terkait USAID dan siap berkomunikasi dengan negara mitra untuk memanfaatkan dana pembangunan internasional.

Hussen juga mengungkapkan Kanada berharap jeda dalam bantuan USAID tidak berlanjut menjadi penghentian permanen.

Efisiensi Anggaran dan Kritik terhadap USAID

USAID memiliki anggaran besar, lebih dari USD 40 miliar, namun Hussen mengakui Kanada tidak dapat dengan mudah memenuhi jumlah tersebut.

Trump sebelumnya telah mengungkapkan rencana untuk menutup USAID sebagai bagian dari efisiensi anggaran, dengan menganggap lembaga ini menyalahgunakan dana negara.

Keputusan ini masih dalam tahap peninjauan, namun jika diterapkan, Indonesia dan negara mitra lainnya harus mencari strategi alternatif untuk menggantikan peran USAID.***

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB