Wartawan Dikeroyok Oknum Brimob, Massa Kepung Polda Banten

Jumat, 22 Agustus 2025 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Demonstran wartawan di depan Mapolda Banten. dok Istimewa

Aksi Demonstran wartawan di depan Mapolda Banten. dok Istimewa

Metrosiar – Suasana di depan Markas Polda Banten, Jumat (22/8/2025), mendadak memanas. Puluhan wartawan dari berbagai organisasi media bersama mahasiswa turun ke jalan mengepung Mapolda Banten. Aksi ini merupakan buntut dari pengeroyokan brutal terhadap wartawan dan staf Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) oleh dua oknum Brimob Polda Banten serta sekuriti PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis (21/8/2025).

Massa aksi datang secara konvoi, membentangkan spanduk dengan tuntutan keras, hingga membakar ban bekas. Orasi-orasi lantang menggema: “Kapolda harus minta maaf! Pelaku kekerasan harus dihukum!”

Suasana demonstrasi hingga menjelang malam. Dok Istimewa.
Suasana demonstrasi hingga menjelang malam. Dok Istimewa.

Tiga Tuntutan Wartawan

Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten, Deni Saprowi, menegaskan ada tiga tuntutan yang disampaikan.

“Pertama, kami mendesak Kapolda Banten meminta maaf secara terbuka. Kedua, mengusut tuntas pelaku kekerasan. Ketiga, lakukan reformasi di tubuh internal Polri agar kejadian ini tidak terulang,” tegasnya.

Baca juga:  Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Menurut Deni, tindakan represif aparat terhadap jurnalis yang sedang bekerja adalah bukti nyata gagalnya reformasi Polri.

“Polisi seharusnya melindungi, bukan mengintimidasi apalagi menganiaya wartawan,” ujarnya.

Korban Bicara: “Tak Ada Kata Damai!”

Rifki, wartawan Tribun Banten yang jadi korban pemukulan, meluapkan kemarahannya di tengah aksi.

“Tidak ada kata damai! Saya dipukul dan diludahi muka saya. Polda Banten harus menghukum pelakunya!” teriak Rifki.

Senada, Devi dari Kantor Berita Antara menuturkan dirinya harus berlari menyelamatkan diri saat insiden terjadi.

“Kalau wartawan resmi saja diancam, bagaimana dengan rakyat biasa? Ini jelas ancaman serius terhadap kebebasan pers,” katanya.

Baca juga:  Operasi Senyap Komjen Suyudi: Gembong Sabu Rp5 T Dewi Astutik Tertangkap di Kamboja
Aksi Teatrikal Wartawan di Demonstrasi (22/08/2025) dok Istimewa
Aksi Teatrikal Wartawan di Demonstrasi (22/08/2025) dok Istimewa

AJV Banten Angkat Bicara

Ketua Aliansi Jurnalis Video (AJV) Banten, Iksan Bhakti, S.H., mengecam keras tindakan kekerasan ini.

“Ini bukan sekadar pemukulan wartawan, tapi upaya membungkam demokrasi. Kami tidak akan diam. Jika polisi tidak serius mengusut kasus ini, AJV Banten bersama elemen pers akan turun lebih besar. Kebebasan pers adalah harga mati!” tegas Iksan.

Kekerasan terhadap wartawan bisa jadi preseden buruk. Sebagai simbol kekecewaan, massa aksi melempar telur busuk ke Patung Putih di halaman Mapolda Banten. Aksi kemudian ditutup doa bersama dan pernyataan sikap.

Tak berhenti di situ, wartawan sepakat akan melayangkan surat resmi ke Kapolri dan Dewan Pers.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma
Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Heboh! Dua Remaja di Cikande Menghilang Sejak Awal April, Ini Kata Polisi
Ketum BKN: Mundurnya KABAIS Bukti Tanggung Jawab Moral atas Kasus Andrie Yunus
Terbongkar! Senpi Ilegal Diselundupkan dari Lampung, Dua Orang Diciduk di Merak
Reformasi Polri Masuk Babak Awal, Yusril Bocorkan Arah Revisi UU Kepolisian

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 17:28 WIB

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Kamis, 23 April 2026 - 14:50 WIB

Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!

Selasa, 21 April 2026 - 21:51 WIB

Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”

Sabtu, 11 April 2026 - 11:43 WIB

Heboh! Dua Remaja di Cikande Menghilang Sejak Awal April, Ini Kata Polisi

Berita Terbaru

Kondisi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengalami kerusakan parah akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sejumlah korban.

Peristiwa & Bencana

Tragis! Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur Bertambah

Selasa, 28 Apr 2026 - 07:39 WIB

Puluhan buah durian hasil panen tersusun rapi di teras rumah warga sebelum dipasarkan, menunjukkan melimpahnya hasil panen durian

Advertorial

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 27 Apr 2026 - 23:31 WIB

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB