Mesti Jadi Pembeda, Asisten 2 Setda Ngada Minta KSP Kopdit Setiawan Pastikan Setiap Rupiah Yang Dipinjam Mampu Gerakkan Ekonomi Anggota

Avatar photo

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli Hadir Mewakili Bupati Ngada Membuka RAT Kopdit Setiawan Tahun Buku 2025. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli Hadir Mewakili Bupati Ngada Membuka RAT Kopdit Setiawan Tahun Buku 2025. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli meminta agar KSP Kopdit Setiawan mesti menjadi pembeda dengan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar mampu menggerakkan ekonomi anggotanya.

Selain itu, setiap pembiayaan yang diberikan kata dia, harus mampu mendorong produktivitas, memperkuat usaha anggota, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Nico Noy ini, ketika mewakili Bupati Ngada membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Setiawan Tahun Buku 2025, Kamis (05/3/26) di Bajawa.

Rapat Anggota Tahunan adalah forum tertinggi dalam koperasi. Disinilah akuntabilitas ditegakkan, capaian dievaluasi, dan arah masa depan ditentukan.

RAT kata dia, bukan sekadar kewajiban organisasi, tetapi momentum strategis untuk memastikan bahwa koperasi tetap berjalan pada rel jati dirinya yakni, nemperkuat kesejahteraan anggota dan masyarakat.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang terbuka, akuntabel, dan terus berbenah mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.

Nico Noy mengatakan, saat ini koperasi kredit menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ditengah masyarakat, tumbuh berbagai bentuk lembaga keuangan informal maupun formal, termasuk koperasi harian dan skema pinjaman cepat yang menawarkan kemudahan tanpa banyak persyaratan administrasi.

Baca juga:  Asisten 2 Ngada Lepas Peserta Lomba Karnaval Dalam Ajang Festival GAYAIN 2025

Masyarakat kita, khususnya pelaku usaha kecil dan keluarga berpenghasilan minim atau harian sering kali membutuhkan akses pembiayaan yang cepat, sederhana, dan tidak berbelit-belit. Ini adalah realitas yang tidak bisa diabaikan, ujarnya.

Koperasi formal seperti Kopdit Setiawan kata dia, harus mampu membaca situasi ini dengan bijak. Di satu sisi, kita tetap menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta perlindungan terhadap dana anggota.

Namun disisi lain lanjut Nico Noy, koperasi juga dituntut untuk menghadirkan layanan yang adaptif, respsonsif, dan memudahkan.

Koperasi kata dia, tidak boleh kalah cepat, tidak boleh kalah dekat, dan tidak boleh kalah memahami kebutuhan anggotanya sendiri.

Sehubungan dengan itu, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan arah bersama bagi koperasi ke depan.

Pertama, koperasi perlu menghadirkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan anggota, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Kedua, penyederhanaan prosedur bagi anggota dengan rekam jejak yang baik perlu dipertimbangkan agar koperasi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Ketiga, penguatan sistem manajemen resiko dan tata kelola yang profesional harus terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan anggota.

Baca juga:  Tegas KDM Usai Dilantik Gubernur, Pecat Kepala SMAN 6 Depok Yang Membandel

Keempat, koperasi perlu mengembangkan pola pendampingan usaha sehingga pembiayaan yang diberikan benar-benar mendorong usaha produktif, bukan konsumtif semata.

Kelima, pemanfaatan teknologi dan sistem administrasi yang lebih modern perlu ditingkatkan agar pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Keenam, koperasi harus memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan desa, mendukung lahirnya produk unggulan berbasis potensi lokal sejalan dengan semangat One Village One Product.

“Inilah tantangan sekaligus peluang kita. Koperasi yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya akan tetap kuat dan dipercaya,” ketus dia.

Pinjaman tutur dia, bukan sekedar soal uang yang dicairkan. Pinjaman harus menjadi alat pemberdayaan, tandasnya.

Koperasi yang kuat bukan hanya yang memiliki aset besar, tetapi yang mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang dipinjamkan benar-benar menggerakkan ekonomi anggotanya. Disinilah letak pembeda koperasi sejati dengan lembaga keuangan lainnya.

Koperasi tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi membangun manusia dan memperkuat komunitas, tukasnya.

“Saya percaya KSP Kopdit Setiawan memiliki pengalaman, jaringan, dan modal sosial yang cukup untuk menjawab tantangan ini. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berinovasi dan konsistensi dalam menjaga integritas,” ungkap Nico Noy. *

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 71 kali dibaca
Rapat Anggota Tahunan adalah forum tertinggi dalam koperasi. Disinilah akuntabilitas ditegakkan, capaian dievaluasi, dan arah masa depan ditentukan. RAT kata dia, bukan sekadar kewajiban organisasi, tetapi momentum strategis untuk memastikan bahwa koperasi tetap berjalan pada rel jati dirinya yakni, nemperkuat kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB