Metrosiar – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) periode 2021–2025, Arsjad Rasjid, tengah memulai langkah baru dengan mendirikan perusahaan investasi bernama Sriwijaya Group.
Perusahaan ini akan berfungsi sebagai perusahaan holding yang mengelola beberapa anak usaha.
Sriwijaya Group terinspirasi oleh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad ke-7 hingga ke-11 dan dikenal mengendalikan jalur perdagangan utama di Asia Tenggara, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, serta Selat Malaka.
Dilansir Metrosiar.com dari Kompas.com, Arsjad menjelaskan visi dari Sriwijaya Group adalah untuk menjadi perusahaan holding, mirip dengan Danantara yang baru saja didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Motivasi saya mendirikan Sriwijaya Group terutama berasal dari pelajaran sejarah Kerajaan Sriwijaya,” ucap Arsjad dalam wawancara dengan KontanTV di rumahnya pada akhir pekan lalu.
Meski belum merinci mengenai jumlah anak perusahaan yang akan beroperasi di bawah naungan Sriwijaya Group, Arsjad menegaskan perusahaan ini akan berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Nanti kita akan bahas lebih lanjut,” tambahnya singkat.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai apakah Sriwijaya Group akan terhubung dengan Indika Energy atau berjalan sebagai entitas independen.
Arsjad sendiri masih menjabat sebagai CEO Indika Energy, yang memiliki banyak anak perusahaan dengan berbagai macam bisnis.
“Saat ini, kami mengelola puluhan usaha dan berfokus pada keberlanjutan,” kata Arsjad.
Salah satu bidang yang sedang dikembangkan adalah Alva Motor Listrik, yang kini mulai diakui di pasar dan berperan dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik (EV).
Meskipun demikian, Arsjad tetap aktif mencari peluang bisnis baru.
“Kami terus mencari, namun arah yang kami ambil sudah tepat,” ujarnya.
Selain di sektor kendaraan listrik, Indika Energy juga mulai menjajaki bisnis pertambangan emas, setelah sebelumnya dikenal sebagai perusahaan batu bara melalui Kideco Jaya Agung.(*)









