Rupiah Terperosok, BI Lakukan Intervensi Usai Libur Lebaran 1446 H

Avatar photo

Selasa, 8 April 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang karyawan menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu gerai penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (3/3/2025). (Dok. Bisnis.com)

Seorang karyawan menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu gerai penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (3/3/2025). (Dok. Bisnis.com)

Metrosiar, Jakarta, 8 April 2025 Nilai tukar rupiah kembali melemah dan diperkirakan menembus level Rp17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), usai libur panjang Lebaran.

Tekanan terhadap rupiah didorong oleh faktor eksternal, terutama kebijakan tarif impor yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah sempat menyentuh Rp17.000 per dolar AS akibat kebijakan tarif impor AS yang menargetkan sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Sebagai catatan, sebelum libur Lebaran pada 27 Maret 2025, rupiah ditutup di level Rp16.562 per dolar AS. Sepanjang kuartal I/2025, mata uang ini tercatat melemah 2,25%.

Setelah pengumuman resmi Trump pada 2 April 2025, kontrak rupiah di pasar NDF terus tertekan.

Baca juga:  Prabowo Dorong Revisi Aturan TKDN agar Lebih Adaptif

Pada Jumat (4/4), nilai tukar rupiah di NDF mencapai Rp17.006 per dolar AS, sementara pada Senin (7/4), posisinya turun lagi ke Rp16.940,5.

Bank Indonesia merespons situasi ini dengan melakukan intervensi agresif di pasar NDF, seperti disampaikan oleh Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.

Intervensi dilakukan di pasar Asia, Eropa, dan New York, serta akan dilanjutkan di pasar domestik mulai hari ini.

Selain itu, BI juga akan membeli SBN di pasar sekunder dan mengoptimalkan instrumen likuiditas rupiah guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Tekanan terhadap mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Baht Thailand, dolar Taiwan, dan yuan China juga tercatat melemah. Sementara itu, yen Jepang justru menguat 0,90%.

Baca juga:  Grup KPop Hearts2Hearts Resmi Debut dengan Single Album "The Chase", Carmen Beri Pesan Berbahasa Indonesia 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan serta pernyataan The Fed yang menunda penurunan suku bunga acuan.

Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa turut memperburuk sentimen pasar.

Dalam pergerakan hari ini, rupiah sempat melemah bertahap sejak pagi.

Pada pukul 09.20 WIB dibuka di Rp16.853 per dolar AS, lalu turun ke Rp16.835 pada pukul 10.59 WIB, kemudian Rp16.862 pada pukul 12.32 WIB.

Hingga penutupan siang ini, rupiah tercatat melemah 0,41% ke Rp16.891 per dolar AS. Indeks dolar AS sendiri juga bergerak turun tipis ke level 103,22.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: bisnis.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Denyut Perdagangan Kambing dari Pasar Sentral Sudu Menuju Palopo Jelang Idul Qurban
LSP Takarsa Jakarta Menuju Lisensi Resmi, BNSP Apresiasi
Berita ini 19 kali dibaca
Nilai tukar rupiah terus tertekan dan diprediksi menembus Rp17.050 per dolar AS usai libur Lebaran 2025, didorong oleh tekanan eksternal seperti kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump dan penguatan indeks dolar. Bank Indonesia merespons dengan intervensi di pasar valuta asing guna menstabilkan nilai tukar, sementara pelemahan juga dialami oleh mata uang negara berkembang lainnya.

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut

Senin, 18 Mei 2026 - 20:56 WIB

Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut

Berita Terbaru

Nusantara

Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:58 WIB

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB